Tentang Sumber

Atau dalam bahasa panjang, "Di manakah saya bisa mendapat referensi yang anda dapat?"

Di era Indonesia modern, mayoritas masyarakat yang ingin tahu tentang sebuah gedung lebih banyak mencarinya lewat internet. Web yang tersedia adalah Emporis, Skyscraperpage atau Skyscrapercenter bikinan Council for Tall Buildings and Urban Habitat untuk gedung tinggi; atau beberapa website yang sayangnya hanya mau mengupas gedung zaman Belanda. Tetapi yang ditemukan baru setengah-setengah atau hanya mengurus gedung baru (dalam kasus Skyscrapercenter/Emporis). Maklum, data diinput oleh pihak eksternal, dan web tersebut jarang dimanfaatkan pecinta arsitektur gedung tinggi Indonesia. Keterbatasan dalam memanfaatkan sumber non-online seperti buku, koran dan majalah, atau bahkan melakukan riset langsung ke "sumbernya" (ini yang belum dilakukan penulis) menjadi alasan munculnya blog ini. Jika ada yang bertanya ketersediaan sumber data tersebut, oke, Setiap Gedung Punya Cerita akan menjabarkan sumber-sumber yang digunakan dalam blog ini dan bagaimana anda mendapatkannya:

Majalah Konstruksi

Ilustrasi: Majalah Konstruksi
edisi April 1982, menampilkan
Gedung Dewan Pers. Walau
desain fontnya adalah favorit
penulis, sayang Majalah
Konstruksi merubah logo itu. Logo
tahun 1979 lebih blocky.
Majalah terbitan PT Tren Konstruksi ini terbit sejak 1976 hingga belum diketahui tanggal terbit edisi terakhirnya (25 Mei 2019: majalahnya masih beredar, cuma sama saja jarang ditemukan di alam liar - penulis menyebut majalah Konstruksi terbitan setelah 2015 sebagai The New Konstruksi). Edisi perdananya juga tidak jelas rimbanya; di dunia liar sangat susah dicari, tapi gampang bila anda bergerilya ke perpustakaan. Pada Februari 1984, Majalah Konstruksi mengklaim bahwa sudah ada 15 ribu eksemplar terjual, 6000 diantaranya di Jakarta. Jumlahnya sangat sedikit karena maklum ini majalah bukan untuk rata-rata masyarakat yang lebih memilih Tempo dan Kartini (jujur, untuk ini, hanya Tempo yang lebih relevan soal per-gedungan). Majalah Konstruksi bisa anda temukan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Medan Merdeka Selatan lantai 23 (terlawas 1979, saya jamin), deposit PNRI Salemba, Jogjakarta Library Centre dan kampus-kampus anda. Majalah Konstruksi adalah sumber kunci karena di majalah ini penjabaran tentang sebuah gedung, metode pembangunan, arsitek, rancangan dan alasannya, ditulis secara lebih gamblang.

Majalah Cipta

Ilustrasi: Majalah Cipta
edisi 3-4/1976 - menampilkan
Wisma Hayam Wuruk
Majalah terbitan Pusat Informasi Teknik Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum ini terbit sejak 1971 hingga sampai penulis belum tahu pasti kapan berhenti terbit, karena mungkin kalah pamor dengan Majalah Konstruksi. Secara isi, bagi penulis, majalah Cipta adalah proto-majalah Konstruksi karena Konstruksi belum terbit sampai akhir 1976. Tanyalah kampus-kampus anda untuk ketersediaan majalah ini, mengingat majalah ini jauh lebih susah dicari. Majalah ini juga sumber kunci dengan alasan sama dengan Majalah Konstruksi, walau Majalah Cipta cenderung lebih simpel penjelasannya, dan kadang membuka hal-hal "di balik layar" seperti perancangan dan sayembara.

Surat kabar dan majalah berita

Khusus Kompas, karena penulis jarang keluar daerah cuma untuk ke perpustakaan, penulis sangat mengandalkan web Kompasdata yang memiliki pemberitaan tentang sebuah gedung, walau tidak selengkap Majalah Konstruksi. Surat kabar menjadi kunci dari blog ini karena mengulas kejadian-kejadian penting pada sebuah tempat. Terutama saat Internet belum masuk Indonesia di awal 1990an.
Untuk surat kabar lain, dan juga majalah, penulis harus ke perpustakaan untuk mencari datanya, dan butuh waktu sangat lama.

Iklan

Ilustrasi: Iklan Apartemen Prapanca
Sumber: Kompas, 9 Oktober 1992
Dimanapun majalah dan surat kabarnya, selalu ada iklan. Iklan properti juga menjadi kunci bagi blog ini karena iklan bisa membuka kapan gedung selesai dibangun, fitur, pengembang dan tawaran-tawaran yang diberikan pengembang. Mungkin bisa menjadi penting bila gedungnya sudah berganti nama atau sudah dibongkar - contoh, pada kasus Hotel Hasta. Namun, ini bukan faktor utama, hanya pendamping.

Media online

Bisa dibilang media online adalah sumber yang paling kurang dipercaya, karena ada tendensi media sejenis ini sering tidak melakukan riset, internetsentris dan sensasional - seperti yang anda baca di tulisan perdana blog ini: Menara Saidah. Media ini hanya berguna bila informasinya berupa info terkini di sebuah gedung.

Untuk mengantisipasi sumber media online menjadi 404 Not Found atau website mati, penulis blog menyertakan Archive.is atau Archive.org sebagai link alternatif. Hal ini sangat penting dilakukan karena untuk verifikasi faktual, anda sepatutnya sangat memerlukan link tersebut.

Kenapa anda tidak tulis artikelnya di Wikipedia?

Sarang vandal dipercaya. Bahkan tidak diperkenankan digunakan di kampus. Jadi kaidah ala kampus juga ditetapkan disini. Wikipedia Bahasa Indonesia juga berantakan dan kurang digarap serius.

Jadi, bila anda mempertanyakan sumber yang penulis dapatkan, silahkan mengecek data-data tersebut dengan membaca sumbernya di perpustakaan. Jangan malas.

Comments

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Gedung Sekretariat ASEAN

Intiland Tower Surabaya