Plaza 89 (terbaru 29 April 2021)

Plaza 89, dahulu bernama Mulia Plaza dan Sampoerna Plaza, adalah gedung perkantoran yang dibangun di Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan dan dikelola oleh Grup Mulialand. Gedung berlantai 12 ini selesai dibangun pada tahun 1990 dengan nama Sampoerna Plaza, karena saat pertama dibuka, Bank Sampoerna berkantor pusat di gedung ini. Gedung tersebut juga merupakan kantor pusat Mulialand sebelum pindah ke Wisma Mulia yang menjulang itu.

Plaza 89
Foto DBG, Creative Commons License

Sayangnya, dokumentasi sejarah gedung rancangan Hellmuth, Obata & Kassabaum ini, baik dari tulisan media maupun laporan arsitektur arus utama, minim. Majalah Prospek menyebutkan deskripsi arsitektur Plaza 89 yang menurut mereka "menegaskan modernitas Barat", digambarkan dengan penempatan pohon kelapa di bagian depan gedung, menciptakan suasana ala California.

Eksterior gedung yang megah, dengan bulatan di bagian atas gedung (seperti halnya Pasar Pagi Mangga Dua yang peruntukannya lebih populis) dan pemilihan lapis luarnya yang didominasi kaca berwarna hijau berlian dan aluminium warna pink, semakin dipermegah dengan interior lobi bernafas high-tech yang memiliki tinggi 13 meter dan dipoles dengan granit, menjadikan penampilan Plaza 89 ukuran untuk gedung-gedung milik Mulia lainnya. Medial Syukur dari majalah Properti Indonesia menyebutkan bahwa ciri khas pascamodern ditonjolkan melalui pilihan warna kaca dan aluminium beserta pemakaian granit.

Tetapi renovasi untuk 2020 ini membuat lapis kaca menyelimuti seluruh bagian gedung dan granit abu di bawahnya.

Gedung perkantoran bergaya modern akhir tersebut memiliki 12 lantai dan 1 basement dan luas lantai bersih (lettable) seluas 31.600 meter persegi.

Plaza 89 After the Bomb, Another View
Setelah bom Kuningan 2004
Foto oleh Reza Anwar/Flickr

Plaza 89 tidak banyak memiliki catatan sejarah yang menarik selain merasakan dampak dari pengeboman Kedubes Australia pada 9 September 2004. Bila menghitung gedung milik Mulia saja di Plaza Kuningan, Plaza 89 dan Sentra Mulia, kerugian akibat aksi teror Noordin M. Top dkk mencapai 5 juta dolar AS (2004, setara Rp. 119,4 milyar nilai 2021).

Data dan fakta

  • Nama lama: Mulia Plaza, Sampoerna Plaza
  • Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X7 No. 6 Jakarta
  • Arsitek:
    • Hellmuth, Obata & Kassabaum
  • Lama pembangunan: Selesai dibangun 1990
  • Jumlah lantai: 12 + 1 basement
  • Signifikasi: Sejarah (korban pengeboman Gedung Kedubes Australia)

Referensi

  1. Halaman resmi Mulialand (1997 - profil gedung, 1997 - profil Mulialand, 2013)
  2. Danke Dradjat; Irma Nurhayati; Robinson Pangaribuan et al (1992). "Ruang-ruang Mewah yang Dijajakan". Majalah Prospek, 2 Mei 1992, hal. 79-81
  3. Julius Pour (2004). "Kerugian akibat Bom Lima Juta Dolar AS Lebih". KOMPAS, 15 September 2004
  4. Medial Syukur (1995). "Gaya Posmo: Ketika Arsitektur Modern Mulai Menjenuhkan". Majalah Properti Indonesia No. 14, Maret 1995, hal. 80-85

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 20 April 2021
  • 29 April 2021: tambahan kritik arsitektur dari Majalah Properti Indonesia

Comments