Gedoeng BNI (terbaru 12 Januari 2021)

Gedung BNI Jakarta Kota, atau gaulnya dinamai Gedoeng BNI, adalah sebuah gedung berlantai lima yang berlokasi di bagian pojok barat kawasan Kota Tua di Jakarta Utara.

BNI Kota
Foto DBG, Creative Commons License

Bergaya modernisme pertengahan abad, Gedung BNI awalnya dibangun sebagai kantor pusat Bank Negara Indonesia 1946 mulai 1964 hingga pindah ke kantor barunya yang megah di kawasan Sudirman pada tahun 1989. Berdiri di atas tanah seluas 14.400 meter persegi, Gedung BNI adalah mahakarya Friedrich Silaban yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 5 Juli 1956, dan penggunaannya diresmikan pada 5 Juli 1964. Catatan berita Merdeka pada 6 Juli 1956, arsitektur gedung ini digarap oleh Associatie N.V. (Adhi Karya) - indikasi bahwa memang ada desain gedung lain sebelum diganti dengan desain Fred Silaban atau Fred adalah karyawan Associatie NV. Konsensus media daring menyematkan kredit arsitek Gedung BNI pada Silaban tanpa ada embel-embel Associatie NV. Sebelum pembangunan dimulai, muncul rencana agar Bank Indonesia, bank sentral baru eks De Javasche Bank, membangun gedungnya disini.

Beberapa versi menyebutkan bahwa Gedung BNI selesai dibangun pada 1960, namun foto IPPHOS di harian Merdeka pada tahun 1961 menunjukkan Gedung BNI masih dibangun. Beberapa versi lain menyebut selesai dibangun 1962.

Gedoeng BNI
Sisi siku gedung. Foto DBG, Creative Commons License

Secara arsitektural, Gedung BNI yang berbentuk L sangat menonjol berkat pemanfaatan pelindung sinar matahari di penjuru jendela bangunan, yang sering dijadikan contoh penerapan brise-soleil, salah satu unsur vital arsitektur tropis. Sayangnya, banyak detail lain dari gedung ini yang tidak pernah dibahas selain gedung ini dirancang Fred Silaban dan punya tabir surya.

Gedung ini juga dimanfaatkan sebagai museum perbankan sejak 5 Juli 1980 dan diresmikan oleh Dirut BNI saat itu, Somala Wiria. BNI hanya membuka museum ini pada saat-saat tertentu saja tanpa alasan yang jelas (10) (11). Pasca-relokasi kantor pusat ke Jalan Jenderal Sudirman pada 1989, Gedung BNI di Jalan Lada pun berganti fungsi menjadi salah satu kantor wilayah dan cabang utama Bank Negara Indonesia di Jakarta. Belakangan, gedung ini juga difungsikan sebagai salah satu BNI Corporate University di Jakarta (12).

Pada tanggal 29 Mei 1997, 2 lantai teratas kantor BNI hangus terbakar saat gedung ini sedang menjalani renovasi elektrik. Kebakaran menghanguskan sebagian operasional kantor cabang seperti mesin operasional dan dokumen internal. Aset penting di Museum BNI, uang dan data nasabah, selamat.

Sesuai nama dan fungsinya, Gedoeng BNI berfungsi sebagai kantor Bank Negara Indonesia 1946. Anak perusahaan asuransi BNI Life sempat berkantor di gedung ini dari 2003 sampai 2006. Nama gaul gedung ini diadopsi sejak 2018 - secara kerangka waktu dianggap janggal mengingat penggunaan huruf oe digantikan oleh u sejak 1948.

Data dan fakta

  • Nama lama: Kantor Besar Bank Negara Indonesia 1946, Gedung BNI
  • Nama lain: BNI Jakarta Kota
  • Alamat: Jalan Lada No. 1 Jakarta
  • Arsitek: Friedrich Silaban (F. Silaban NV)
  • Lama pembangunan: 1956 - 1964
  • Dibuka: 5 Juli 1964
  • Jumlah lantai: 5
  • Signifikasi:
    • Arsitektur (mahakarya Friedrich Silaban)
    • Pariwisata (museum perbankan dan salah satu ikon Kota Tua)

Referensi

  1. Koresponden Merdeka Jakarta (1956). "Peletakan Batu Pertama Gedung BNI". Merdeka, 6 Juli 1956, hal. 2
  2. Merdeka, 27 Desember 1961, hal. 1 (foto Soekarno di Gedung BNI)
  3. Silvia Galikano (2017). "Bentang Bagak Arsitek F. Silaban". Sarasvati, 8 November 2017. Diakses 15 Desember 2020. (arsip)
  4. Dewanti Ratnasarira; Caecilla S. Wijayaputri (2017). "Penerapan Teori Proporsi dan Komposisi Geometris Pada Gedung BNI 46 Karya Silaban". Jurnal Riset Arsitektur Vol. 1 No. 4, edisi Oktober 2017. Bandung: Universitas Parahyangan. Halaman 389-402 (arsip)
  5. Bank Negara Indonesia (1981). "35 tahun Bank Negara Indonesia 1946, 5 Juli 1946-1981". Bank Negara Indonesia. Halaman 24
  6. Annual Report BNI Life 2016, hal. 59. Diakses 15 Desember 2020.
  7. Divisi HCT BNI (2018). "Penamaan Gedung-Gedung BNI di Jakarta". Majalah Info DPBNI No. 60, Agustus 2018, hal. 36-37 (arsip)
  8. arn/mon/ryi (1997). "Kerugian BNI Kota Belum Diketahui". KOMPAS, 30 Mei 1997, hal. 1
  9. Setiadi Sapandi (2017). "Friedrich Silaban". Jakarta: Gramedia. Hal. 183, 289-305
  10. Laman resmi Bank Negara Indonesia (arsip)
  11. William Giovanni (2018). "Mengunjungi Museum Tersembunyi di Kota Tua Jakarta: Museum BNI". Blog Jasa Keuangan dan Teknologi Koko Giovanni (pribadi) (arsip)
  12. Foto Google Maps
  13. "BNI Jakarta Kota". Arsitektur Indonesia (arsip)

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 1 Januari 2021
  • 12 Januari 2021: Perluasan informasi mengenai kebakaran gedung BNI Kota

Comments