Gedung ITBK Slipi

Gedung berlantai 12 ini memang sejarahnya cukup unik. Pertama dibangun sebagai satu dari empat apartemen yang dibangun di era 1980an, lalu beralih fungsi ke gedung kampus dan menjadi subyek dari sengketa hukum.

Wisma 76
Foto DBG, Creative Commons License

Di awal pembangunannya, gedung ini bernama Slipi Condominium, berlantai 12 dan difungsikan sebagai sebuah apartemen dengan 46 unit dengan luas lantai total 11.200 meter persegi. Dirancang oleh tim arsitek dari Kume Consultants bersama dengan Dacrea dan dibangun oleh Kadi International bersama dengan Kumagai Gumi, Gedung ITBK Slipi, sebagai apartemen, mulai dibangun pada tahun 1986 sampai tahun 1988. Pengembang, Wisma Calindra, bersama dengan Kumagai Gumi, patungan untuk menghabiskan biaya total 9,3 milyar rupiah (USD 5,5 juta) nilai 1988 untuk membangun apartemen ini.

Bergaya modern, Slipi Condominium sengaja dibuat "berjejeran" terbelah tiga dan memiliki elemen atap agar terlihat pascamodern. Hal ini untuk mengimbangi karya arsitektur Indonesia yang masih terjebak di tren gaya internasional. Semua unit apartemen memliki luas 200 meter persegi. Fasilitas umum yang tersedia di apartemen ini berupa kolam renang, lapangan tenis dan sasana senam.

Sayangnya, pamor Slipi Condominium sebagai apartemen tidak bertahan lama. Gedung ini sempat menjadi pusat sengketa antara pemborongnya Kadi Internasional dan Wisma Calindra pada tahun 2000an karena Wisma Calindra menolak membayar Kadi Internasional, dengan dalih kualitas pembangunannya tidak sesuai harapan, dan masih menjadi tanda tanya soal alih fungsi apartemen ini menjadi kampus STIE Supra atau yang kini bernama Kalbis Institute, dan berganti nama menjadi Menara Supra.

Kalbis Institute pindah ke Pulomas pada tahun 2012, dan Wisma Calindra dibongkar pada awal Februari 2013, dimana kini menjadi parkiran Wisma 76 yang berada di belakangnya.

Data dan fakta

  • Nama lama: Slipi Condominium, Menara Supra, Wisma Calindra, Gedung ITBK Slipi
  • Alamat: Jalan Letjen S. Parman Kav. 76 Jakarta
  • Arsitek:
    • Kume Consultants (arsitektur dan mekanikal)
    • Dacrea (architect of record, struktur dan elektrik)
  • Pemborong:
    • Kadi Internasional - Kumagai Gumi J.O.
  • Lama pembangunan: 1986 - 1988
  • Dihancurkan: 2013
  • Jumlah lantai: 12
  • Jumlah unit: 46
  • Biaya pembangunan: Rp 9,3 milyar (1988, setara Rp. 133 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Sospol (kasus hukum)

Referensi

  1. Vera Trisnawati (1988). "Wisma Calindra: Mengambil bentuk arsitektur Semi Post Modern". Majalah Konstruksi No. 119, Maret 1988, hal. 71-74
  2. Arsip web Kadi Internasional, 2 Oktober 2010
  3. Arsip web STIE Supra, 22 November 2009
  4. Bachtiar Abdullah; Max Wangkar (1988). "Mahal Tapi Aman". TEMPO, 25 Juni 1988
  5. Ade Sulaeman (2013). "Tidak Mau Bayar karena Barang Tidak Sesuai Pesanan, Tetapi Malah Digugat". Intisari, 19 November 2013. Diakses 7 Oktober 2020. (arsip)
  6. Imanuel More (2013). "Bangunan Tua 11 Lantai di Slipi Dirobohkan". KOMPAS.com, 21 Februari 2013. Diakses 7 Oktober 2020. (arsip)

Lokasi

Comments