Posts

Showing posts from November, 2020

Gedung Guru Indonesia

Image
Gedung Guru Indonesia adalah gedung perkantoran dan tempat pertemuan yang merupakan kantor sekretariat dari Persatuan Guru Republik Indonesia sejak 1950an setelah pindah dari kota Surakarta ke Jakarta.

Wisma Indocement

Image
Wisma Indocement adalah sebuah gedung berlantai 23 yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Gedung rancangan Palmer & Turner bersama dengan Perentjana Djaja tersebut merupakan kantor pusat dari perusahaan semen Indocement Tunggal Prakarsa, dan dibangun mulai 1982 hingga selesai dibangun sekitar 1985, menurut data Pusat Data Properti Indonesia tahun 1995. Tidak ada informasi kontraktor struktur atas gedung ini; pondasi digarap oleh Total Bangun Persada, afiliasi Grup Salim. Foto DBG,  Gedung berlantai 23 ini - seperti Gedung Panin Centre - sangat minim informasi arsitektural dan struktural di dunia maya (penulis coba upayakan dengan mencari sumber buku lainnya), tetapi sejarah kepemilikan bangunan ini cukup detil dan cukup berwarna. Dekade 1980an, Perwick Agung, pemilik lama gedung ini yang dimiliki oleh Grup Salim, menggelontorkan biaya sekitar 52 juta dolar AS untuk membangun Wisma Indocement. Perwick Agung dicaplok oleh Indocement

Apartemen Brawijaya (terbaru 25 November 2020)

Image
Apartemen Brawijaya adalah apartemen kelas menengah ke atas yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Apartemen rancangan Archurban Architect & Planner bersama dengan Atelier 6 ini memiliki 152 unit apartemen dengan dua blok gedung, dengan 10 lantai dan masing-masing blok memiliki 76 unit apartemen. Pembangunan apartemen ini dilakukan oleh Murinda Iron Steel mulai Desember 1992 sampai benar-benar rampung pada Juni 1994. Apartemen yang diperkenalkan pada Mei 1993 tersebut menghabiskan biaya 32 juta dolar AS atau Rp 66,2 milyar (1993, setara Rp 666 milyar nilai 2020). Salah satu tower, dilihat dari kolam renang. Foto oleh salah satu mitra anak elevator. Apartemen Brawijaya pada awalnya merupakan proyek dari Grup Tigamas. Krisis yang membelit Bank Susila Bhakti, anker Grup Tigamas yang mendanai proyek-proyek properti Grup Tigamas, membuat banyak proyek mereka ambyar , termasuk Apartemen Brawijaya, yang akhirnya dibeli dan dilanjutkan oleh Gru

Millennium Hotel Sirih Jakarta

Image
Berlokasi di perempatan Kebon Sirih dengan Jalan Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Millennium Hotel Sirih Jakarta adalah sebuah hotel berbintang empat yang merupakan bagian dari jaringan hotel asal Inggris Millennium Hotel & Resorts sejak 19 November 1996. Awalnya bernama Hotel Grand Metro Equatorial, hotel bintang empat tersebut dirancang oleh tim arsitek dari Hilman & Mitra bersama dengan Dang Design Consultants; dan dibangun oleh Yakin Maju Jaya mulai Maret 1992 sampai September 1994, saat hotel ini dibuka untuk umum pada 16 September 1994. Sebelum dibangun, lahan Hotel Millennium adalah sebuah kantor perusahaan ban Dunlop. Foto DBG,  Sebelum menjadi bagian dari kelompok properti Harmas Jalesveva, hotel ini dikembangkan oleh PT Tanah Abang Indah Pratama, patungan Bank Bali dengan Grup Metro, pengembang Metro Pasar Baru. Dibangun saat persaingan hotel berbintang empat di Jakarta sedang panas-panasnya, Tanah Abang Indah Pratama menginvestasi

Apartemen Prapanca

Image
Apartemen Prapanca adalah sebuah apartemen kecil yang dikembangkan oleh Pudjiadi Prestige dan dirancang oleh Perentjana Djaja, firma arsitektur nasional, di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Dibangun mulai September 1991 dan selesai dibangun dan dibuka pada bulan Agustus 1992, apartemen berlantai 9 ini hanya memiliki 32 unit tipe 177 meter persegi (setiap lantainya memiliki 4 unit), dan dengan luas tanah hanya setengah hektar (5000 meter persegi). Apartemen ini memiliki fasilitas kolam renang, sasana kebugaran, mini tennis, squash dan sauna. Foto DBG,  Pembangunan Apartemen Prapanca dilakukan ditengah kebijakan pemerintah yang memperketat sirkulasi uang, atau dalam bahasa teknisnya uang ketat. Tetapi permintaan akan apartemen dari komunitas ekspatriat masih tinggi. Dengan pendanaan dari bank yang sangat dibatasi, Pudjiadi setidaknya bisa mendapat 45 persen sindikasi dana dari bank dari 14 juta dolar (Rp 26,2 milyar, nilai 1991, Rp 304 milyar nila

Gedung BRI II

Image
Gedung BRI II adalah gedung tinggi berlantai 32, dengan tinggi 143 meter (versi CTBUH) yang dibangun di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Gedung dengan kelir kaca ini dirancang oleh tim arsitek Architects Pacific, dan dibangun oleh Jaya Konstruksi. Pembangunan gedung ini selesai dilaksanakan pada tahun 1991, sayangnya tidak ada data pasti mengenai lama konstruksi gedung ini, dan status gedung ini sebagai bangunan tertinggi di Indonesia mengingat gedung ini sudah mengalahkan ketinggian  Kantor Pusat BNI  (136 meter). Foto DBG,  Sebelum dibangun, lokasi yang sekarang menjadi Gedung BRI II direncanakan menjadi kembaran Wisma Sudirman rancangan Perentjana Djaja untuk Jakarta Land; sayangnya dengan dibelinya gedung Wisma Sudirman oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), rencana itu diganti dengan mengadakan BOT antara BRI dengan Dana Pensiun BRI pada tahun 1990. Dua tahun kemudian Dana Pensiun BRI mengalihkan pengelolaan gedung tersebut ke Grup Mulia. Tetapi pengamb

Hotel Mercure Jakarta Kota

Image
Hotel Mercure Jakarta Kota adalah hotel berlantai 17 dan 243 kamar di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Dirancang oleh tim arsitek Han Awal & Partners, Hotel Mercure milik keluarga Sosrodjojo ini dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan mulai bulan April 1996 hingga selesai dibangun pada Oktober 1997, dan peresmiannya dilakukan sebulan kemudian sebagai Hotel Mercure Rekso. Mercure Jakarta Kota berbintang empat, dan dioperasikan oleh Accor International selaku pemegang merk dagang Mercure.

Wisma Barito Pacific

Image
Kembali lagi gedung rancangan Nurrochman Siddharta dan Panogu Silaban dari Atelier 6. Wisma Barito Pacific adalah sebuah bangunan kembar, sama-sama berlantai 11, dan sama-sama berfungsi sebagai perkantoran, di Jalan Letjen S. Parman di Jakarta bagian barat. Gedung tersebut dibangun oleh PP Taisei mulai Oktober 1989 hingga rampung pada bulan Januari 1991. Pembangunan gedung ini menghabiskan biaya Rp. 25 milyar (1991), dan dikelola oleh PT Griya Idola yang dibentuk khusus untuk mengelola Wisma Barito Pacific, belakangan merambah juga ke properti lainnya. Wisma Barito Pacific jelas merupakan kantor pusat dari Grup Barito Pacific, perusahaan yang utamanya bergerak di bidang petrokimia, energi, dan properti. Selain Grup Barito Pacific, gedung kembar tersebut ditempati oleh cabang Bank Central Asia dan Bank Mandiri (pewaris Bank Bumi Daya), juga RKB Unionspace. Bank Andromeda yang sebagian sahamnya dimiliki Grup Barito, pernah berkantor pusat di bangunan dengan luas l

Gedung Semen Indonesia

Image
Bisa dibilang Gedung Semen Indonesia merupakan gedung tinggi yang cukup unik dan juga jauh dari kota-kota besar. Dibangun sebagai kantor administrasi perusahaan Semen Gresik, gedung berlantai 10 dengan luas lantai 12.660 meter persegi ini dirancang oleh tim arsitek dari Gubah Laras, dan dibangun oleh pemborong lokal Swadaya Graha mulai 1992 sampai 1994, dan diresmikan oleh Direktur Utama Semen Gresik Ir. A. Fuad Rivai pada tanggal 7 Agustus 1994. Walau Gedung Semen Gresik secara arsitektural dipengaruhi oleh warisan Soejoedi melalui tampilan merunya (mirip dengan kantor Gubernur Jawa Tengah dan KBRI Kuala Lumpur), gedung ini, sayangnya, kalah pamor dengan Gedung Litbang Semen Gresik, atau nama arsitekturnya PPS Semen Gresik, karya Harjono Sigit dan Wisma Djendral Ahmad Yani, sekompleks dengan Gedung Semen Indonesia. Padahal bangunan ini bisa menjadi tetenger Gresik sebagai bagian dari pabrik Semen Gresik. Foto DBG, 2017,  Data dan fakta A

Four Points by Sheraton Batam (terbaru 13 November 2020)

Image
Hotel Four Points by Sheraton adalah hotel mewah yang berlokasi di daerah Nagoya, pusat kota Batam, Kepulauan Riau. Hotel berlantai 16 dengan 192 kamar ini memiliki sejarah "panjang" selama operasionalnya sejak dibuka Menparpostel Joop Ave pada Juli 1995; awalnya bernama Melia Panorama dari 1995 sampai 2004, berganti nama menjadi Regency Panorama dari 2005 sampai 2015, dan Allium Panorama Batam dari 2015 sampai 2019. Saat masih bernama Panorama Regency, 20 Desember 2012. Foto DBG,  Sejarah Data mengenai sejarah kompleks Four Points ini tergolong minim; penulis hanya berupaya menulis fakta-fakta sejarahnya. Pada tanggal 3 Mei 1993 di Gedung BRI II, sebuah kontrak pengelolaan hotel antara Melia Sol dan pemilik Jodoh Ardi Mustika ditandatangani. Sisanya masih belum jelas, pembangunan berlangsung 18 bulan, dibuka operasionalnya sejak Juli 1994 dan diresmikan Menparpostel Joop Ave pada 24 Juli 1995, menghabiskan biaya USD 28 juta (1995, setara Rp 62,