Wisma GKBI

Wisma Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) adalah bangunan tinggi berlantai 37, dengan ketinggian 131 meter (data CTBUH) dan luas lantai mencapai sekitar 130 ribu meter persegi, berlokasi di bilangan Simpang Semanggi, sebelah kantor pusat Bank Rakyat Indonesia dan seberang jalan dengan Plaza Semanggi dan Hotel Sultan.

Wisma GKBI
Foto DBG, Creative Commons License

Gedung perkantoran rancangan Hellmuth, Obata & Kassabaum (HOK) ini merupakan proyek kerjasama Gabungan Koperasi Batik Indonesia dan Muliacemerlang Dianpersada, dan dibangun oleh Total Bangun Persada pada tahun 1994 sampai 1996, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Agustus 1996. Sebelum dibangun, di lahan gedung ini berdiri bekas gedung GKBI yang lama. Gedung tersebut sudah menjadi bagian dari Grup Mulia sejak akuisisi penuh Muliacemerlang Dianpersada pada pertengahan 1996. 

Wisma GKBI memang terlihat sangat menonjol tak hanya karena menjulangnya, melainkan karena prestisiusnya lokasi gedung ini. Bergaya pascamodern, gedung ini memiliki dua pintu masuk di Jalan Bendungan Walahar dan Jalan Jenderal Sudirman, dan memiliki desain yang cukup menarik, setback atau tonjolan perluasan lantai di sisi barat dan timur, dan elemen lengkung oval, menjadikan gedung tersebut memiliki banyak ruang kantor, yang diklaim oleh pihak Mulia, memiliki rasio pemanfaatan (usability ratio) 95 persen.

Pada tanggal 15 September sampai 23 September 1996, saat Wisma GKBI baru berusia setahun, gedung ini menjadi saksi dari pemasangan dasi terbesar di Indonesia, karya Nasruddin Daud, seorang pengusaha dasi, dengan panjang 117 meter dan lebar 6,3 meter. Panjang tersebut tidak ada apanya dibanding dasi yang dibuat penenun dasi cravat (dasi khas Kroasia) di kota Pula, Kroasia, pada tahun 2003 yang diakui Guinness World of Record sebagai dasi terpanjang di dunia, dengan panjang 808 meter.

Selain ditempati GKBI Investment dan anak usahanya, tenant yang tercatat menempati gedung ini per 2020 adalah Sony, pusat R&D Samsung Indonesia, Sugar Group Companies, konsultan bisnis McKinsey, hingga Kedubes Afrika Selatan. Wisma GKBI di masa lalu pernah menjadi pusat switching jaringan dari Excelcom sebelum disatukan di Grha XL (7).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman No. 28 Jakarta
  • Arsitek: Hellmuth, Obata & Kassabaum
  • Pemborong: Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: 1994 - 1996 (asumsi)
  • Jumlah lantai: 37 + 3 basement (asumsi)
  • Tinggi gedung: 131 meter (CTBUH)
  • Signifikasi: Pariwisata (landmark Semanggi)

Referensi

  1. Web resmi Mulialand, diakses 7 Juni 2020 (arsip)
  2. Arsip web resmi Total Bangun Persada, diarsip 27 Oktober 2018
  3. "Presiden Resmikan Wisma GKBI Jakarta". ANTARA, 2 Agustus 1996. Diakses via Soeharto.co, 7 Juni 2020 (arsip)
  4. gun (1996). "Mulialand Akuisisi Pemilik Gedung GKBI". KOMPAS, 1 Juni 1996, hal. 2
  5. "Digelar, Dasi Terpanjang di Dunia: Makna dari Sebuah Dasi....." Media Indonesia, 16 September 1996
  6. Situs resmi: Sony, Samsung Indonesia, Gulaku, McKinsey & Company, Pemerintah Afrika Selatan
  7. Excelcomindo Pratama (2000). "Excelcom Bersatu di GrhaXL dan Tampil Dengan Logo Baru". Excelcomindo Pratama, 16 Agustus 2000. Diarsip pada 29 Januari 2001, diakses 21 September 2019.

Lokasi

Comments