Mall Taman Anggrek

Apartemen Taman Anggrek
Foto DBG, Creative Commons License

Mall Taman Anggrek adalah sebuah pusat perbelanjaan super luas, sekaligus apartemen, yang dibangun di bekas taman anggrek (berikut namanya) di Jalan Letjend. S. Parman, Grogol Petamburan, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek Altoon + Porter dari Los Angeles, AS, dan dikembangkan oleh Grup Mulia bekerjasama dengan kelompok bisnis Peter Gontha dan Titiek Soeharto, kompleks Mall Taman Anggrek ini memiliki tinggi 151 meter, 8 tower dan keseluruhannya memiliki 36 lantai belum termasuk 10 lantai ritel dan perparkiran. Pembangunannya dilakukan oleh Totalindo Eka Persada dan proyeknya dilakukan mulai 1994 hingga 1997 (data Altoon + Porter, mulai tahun desain, hingga perampungan), sementara pusat perbelanjaannya baru dibuka pada Agustus 1996.

Mall Taman Anggrek
Atriumnya sangat lega. Jelang Tahun Baru 2013. Foto DBG, Creative Commons License

Altoon + Porter merancang mall kelas atas ini dengan ciri khas Indonesia dan dengan memahami masa lalu lahan eks MTA sebagai kebun anggrek. Simbolisasi anggrek diberikan pada 8 menara apartemen yang berbentuk seperti bunga, sementara ciri khas Indonesianya diterapkan pada podium yang saat pertama dibangun berlapis keramik. Kini lapis tersebut ditutupi LED iklan. Apartemen tersebut memiliki 2800 unit, atau 700 unit per menaranya di setiap 36 lantai apartemen. Untuk pusat perbelanjaan dengan luas lantai total mencapai 360 ribu meter persegi, MTA memiliki sebuah atrium berukuran giga, dan bahkan menyediakan arena luncur es (ice skate).

Mal Taman Anggrek
Dengan reklame LED. Foto DBG, Creative Commons License

Per 2019, Mall Taman Anggrek ditempati oleh pasar swalayan dan department store kelas kakap seperti Metro Department Store, bioskop XXI, supermarket Hero, toko buku Gramedia, hingga Uniqlo yang ngetren di kalangan Dilanowcy dan generasi medsos. Tenant-tenant lama yang pernah mewarnai 6 lantai podium dan 1 basement MTA terdiri dari Rimo Department Store, Galeria milik Matahari yang berganti nama menjadi Parisian, dan kemudian jadi Matahari dan tutup 3 Desember 2017, dan Timezone. Diklaim oleh Mulialand, Mall Taman Anggrek dikunjungi oleh 340 ribu pengunjung per minggunya, sayangnya tidak ada informasi mendetail mengenai kapan kunjungan 340 ribu tersebut didapat.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Letjen S. Parman Jakarta
  • Arsitek: Altoon + Porter Associates
  • Pemborong: Totalindo Eka Persada
  • Lama pembangunan: 1994 - 1997
  • Jumlah lantai: 44 + 2 basement (keseluruhan 8 tower)
  • Tinggi gedung: 151 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 750 milyar (1994, setara Rp 6,8 triliun nilai 2020)
  • Signifikasi: Pariwisata, pop culture

Referensi

  1. Bambang (1994). "Menghadirkan Mega Shopping Mall di Asteng". Media Indonesia, 18 April 1994, hal. 19
  2. sk/rus (1994). "Mulialand Gandeng Ny. Siti Hediati dan Peter Gontha Bangun Apartemen". KOMPAS, 9 April 1994, hal. 3
  3. Website resmi Totalindo Eka Persada, diakses 8 Mei 2020 (arsip)
  4. Website resmi Mulialand, diakses 8 Mei 2020 (arsip)
  5. Web lama Altoon + Porter, diarsip 24 Juni 1997
  6. Robyn Beaver; Altoon + Porter (2006). "Altoon and Porter Architects: Selected Current Works". Melbourne: Images Publishing. Hal. 186-188
  7. Web resmi Mall Taman Anggrek: 2020 (arsip), 2007-2010, 2001
  8. Hermawan Kartajaya (2013). "KOMPAS 100 Coporate Marketing Cases". Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Halaman 359
  9. Yohana Artha Yuli (2017). "Matahari Tutup di Mall Taman Anggrek, Pengunjung: Memang Sudah Sepi". Okezone, 3 Desember 2017. Diakses 29 Juni 2020. (arsip)

Lokasi

Comments