Graha Pena Surabaya

Graha Pena adalah sebuah gedung perkantoran setinggi 138 meter, atau 88 meter di luar antena radio, milik konglomerasi media Jawa Pos di Jalan Ahmad Yani No. 88, Surabaya.

Kompleks Graha Pena Jawa Pos
Foto DBG, Creative Commons License

Awal pembangunan

Sejarah awal dari Graha Pena Jawa Pos di Surabaya ini didasari alasan klasik. Kantor lama di Jalan Karah Agung No. 45, yang dirancang berkonsep office park, sudah kelebihan beban karena ditempati oleh puluhan anak perusahaan koran asuhan Dahlan Iskan ini (1). Dengan alasan inilah pihak Jawa Pos memutuskan membangun gedung tinggi baru di dekat Polda Jatim, selain untuk memodernisasi sistem kewartawanan Jawa Pos melalui operasional gedung 24 jam (1). Rencana ini sempat tertunda karena masih gantungnya rencana pelebaran Jalan Ahmad Yani, tetapi pada akhirnya proyek tersebut mau tidak mau harus dijalankan (2).

Pemancangan tiang pertama pembangunan Graha Pena Jawa Pos pun dilakukan pada 16 Desember 1997, dihadiri oleh pejabat Provinsi Jawa Timur termasuk Gubernur Basofi Soedirman, jajaran direksi Jawa Pos, masyarakat, dan para pedagang koran (loper koran). Dalam pemberitaan di harian Jawa Pos, peresmian itu diwarnai pelepasan balon berisi hadiah, dan pidato Gubernur Jatim yang sedikit humor soal loper koran dan pembangunan Graha Pena (2).

Topping off dan peresmian

Pembangunan Graha Pena bisa dikatakan cukup lancar: 9 bulan kemudian, pada 30 Oktober 1997, Graha Pena tutup atap, yang kembali dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Basofi dan diwarnai dengan doorprize. Dengan kondisi gedung yang masih setengah jadi dan sedang memasang cladding kacanya, Jawa Pos sepertinya kurang sabar menempati kantor baru mereka, terbukti, dua minggu kemudian (19 November 1997), mereka secara terburu-buru pindah kantor ke lantai terendah Graha Pena. Pengumuman pemindahan kantor redaksi tersebut terbit di harian Jawa Pos sehari kemudian (4), disusul penggantian nomor telepon (5).

Karena Jawa Pos mulai operasional di gedung yang sejatinya liftnya saja belum dipasang apalagi sebagian pemasangan eksterior dan mekanikal/elektriknya, beberapa celoteh muncul di dalamnya. Mulai dari beberapa figur daerah yang mencari lokasi Graha Pena, beberapa yang tertipu dengan belum selesainya pembangunan Graha Pena yang tinggal menyisakan cladding. Dengan tiadanya lift, beberapa orang penting mau tidak mau harus naik tangga ke kantor redaksi Jawa Pos di lantai 4 (6).

Akhir bulan November 1997 diwarnai dengan pemasangan elemen pena pada bagian bangunan yang miring (7). Gedung yang biaya pembangunannya menghabiskan biaya Rp. 62 milyar ini diyakini sudah selesai dibangun per Januari 1998 melalui sebuah iklan Jawa Pos bulan Desember 1997, dan merupakan pionir kantor sewa yang dipungut dalam nilai tukar rupiah, saat kebijakan itu berlaku sejak Desember 1997 akibat dari krisis moneter yang menimpa Indonesia (8).

Arsitektur dan struktur

Seperti yang disinggung di bagian awal artikel ini, Graha Pena Jawa Pos memiliki tinggi 88 meter, dengan 76 meter bila dihitung dari permukaan tanah hingga atap bangunan (7)(9). Ditambah dengan tinggi menara telekomunikasi di atasnya, Graha Pena memiliki tinggi total 138 meter (9). Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Sarana Rancang Bangun Persada pimpinan Ir. FX Suwardi Legowo, dan strukturnya dilakukan oleh Benjamin Gideon & Associates (7)(10).

Graha Pena
Sebelum ada ekstensi, Desember 2008. Terlihat tonjolan bentuk pena yang dibuat miring. Foto DBG, Creative Commons License

Rancangan Graha Pena sengaja dibuat untuk mengakomodasi status pemilik gedungnya yang berjalan di bidang media (7). Saat perancangan dilaksanakan, FX Suwardi Legowo melakukan banding ke Jakarta untuk mencari inspirasi. Karena tidak ada obyek bangunan di Jakarta yang bisa dijadikan contoh, saat pulang ke Surabaya dengan pesawat, Suwardi mencoret-coret pas penerbangannya, menggambar konsep desain Graha Pena (7).

Untuk mengakomodasi elemen pena seberat 300 ton tersebut, perancang struktur Graha Pena menggunakan 33 jangkar beton pratekan (prestressing strand) yang diposisikan di tiga tendon. Pucuk elemen pena dan jangkar beton diberikan wedge. Keberadaan elemen pena tersebut menegaskan Graha Pena sebagai kantor jurnalistik, dan memberi ruang kantor tambahan bagi gedung berlapis kaca tersebut (7).

Gedung setinggi 88 meter ini memiliki luas lantai kasar 25 ribu meter persegi dengan jumlah lantai mencapai 20 lapis sudah termasuk lantai dasar (9).

Selain ditempati perusahaan yang bernaung di bawah grup Jawa Pos, tenant ternama lain yang menempati gedung ini adalah cabang Surabaya dari jaringan radio Gen FM dan Hard Rock FM, berikut pemancarnya di atas gedung.

Graha Pena Extension

Pada tahun 2013-2014 (berdasarkan gambar Google Earth Historical Imagery) Jawa Pos membangun gedung perluasan Graha Pena yang memiliki luas lantai (asumsi) 19.100 meter persegi. Gedung tersebut digunakan untuk perkantoran sewa dan 3 lantai terbawahnya merupakan parkiran (9).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Raya Ahmad Yani No. 88 Surabaya
  • Arsitek:
    • Ir. FX Suwardi Legowo (Sarana Rancang Bangun Persada, arsitektur)
    • Benjamin Gideon & Associates (struktur)
  • Lama pembangunan: Desember 1996 - Januari 1998
  • Jumlah lantai: 20
  • Tinggi gedung: 88 meter arsitektural
  • Biaya pembangunan: Rp 62 milyar (1997, setara Rp 447 milyar rupiah nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. ari (1996). "Pagi Ini Graha Pena Dipancangkan Loper". Jawa Pos, 16 Desember 1996, hal 9
  2. mf (1996). "Opo Bedane Loper Karo Developer". Jawa Pos, 17 Desember 1996, hal 9
  3. rit/rin/nov (1997). "Basofi Nyanyi di Topping Off Graha Pena". Jawa Pos, 31 Oktober 1997, hal 9
  4. Jawa Pos, 20 November 1997, hal. 8 (pengumuman pindah alamat Redaksi Jawa Pos)
  5. Jawa Pos, 21 November 1997, hal. 10 (perubahan nomor telepon)
  6. Redaksi Jawa Pos (1997). "Kacanya Belum Penuh, AC-nya Sudah Dingin". Jawa Pos, 23 November 1997, hal. 9
  7. beka (1997). "Beratnya 300 Ton, Miring, Nggak Apa-Apa". Jawa Pos, 28 November 1997, hal. 9
  8. nov (1997). "Sewa Graha Pena Rp 50 Ribu/M2". Jawa Pos, 19 Desember 1997, hal. 16
  9. Web resmi Graha Pena Jawa Pos, diakses 9 Juli 2020 (arsip 2013, arsip 2020)
  10. Web resmi Benjamin Gideon & Associates, diakses 9 Juli 2020 (arsip)
  11. Web resmi: Gen 103.1 FM, Hard Rock FM

Lokasi

Comments