Kementerian Pertanian RI (terbaru 2 September 2020)

DICARI: FOTO GEDUNG KEMENTAN BESERTA DATA LENGKAP MENGENAI GEDUNG-GEDUNGNYA.

Kawasan Perkantoran Kementerian Pertanian yang berada di Ragunan, Jakarta Selatan, telah menjadi kantor dari Kementerian Pertanian sejak 1985. Dirancang oleh tim arsitek Gubah Laras pimpinan Soejoedi Wirjoatmodjo, pembangunan kompleks ini dilakukan oleh Waskita Karya mulai 1979 sampai gedung terakhirnya selesai dibangun setidaknya sekitar 1997. Sebelum kawasan ini dibangun, Departemen Pertanian menempati sangat banyak bangunan. Secara arsitektur nama kawasan ini masih memakai nomenklatur lama.

Pembangunan kawasan Kementan ini berlangsung lambat dan bertahap. Pada tahun 1979, pembangunannya dianggap sangat lambat, sementara kantor Departemen Pertanian rancangan A.W. Gweling Mejling di Jalan Imam Bonjol, sudah tidak muat, bahkan tidak memiliki balai sidang untuk mengadakan acara-acara Deptan. Saat proyek didesak untuk diselesaikan secepatnya sebelum April 1985, pada Oktober 1984, gudang peluru Marinir TNI-AL Cilandak meledak, merusak proyek Deptan yang sedang dibangun.

Berkat turunnya anggaran perbaikan yang cepat dan peran Sekjen Deptan Sjarifudin Baharshjah dalam memuluskan proyek Kementan, gedung paling pertama Deptan rampung dan dapat digunakan per April 1985. Tidak ada data gedung mana yang disebut dalam buku Sjarifudin Baharsjah tersebut yang dibangun, tetapi dalam buku Daftar Nama dan Alamat Pejabat RI tahun 1985, Gedung E sudah ditempati salah satu dirjen Deptan, sehingga gedung E secara eksplisit bisa divonis sebagai bangunan pertama yang dibangun di kawasan Kementan Ragunan.

Per 1989, pembangunan kawasan ini masih terasa lambat. TEMPO mengabarkan bahwa baru ada 3 gedung yang dibangun di kawasan ini, yaitu gedung A, B dan E, sementara beberapa ditjen lain berada di seputaran Jakarta, mulai dari Jalan Salemba Raya, di Slipi dan Jalan Cut Meutiah. Gedung A dan B sendiri, menurut data Gubah Laras karena mereka merancang gedung tersebut, masing-masing dibangun 1984-1986 dan 1987-1988.

Pembangunan kantor pemerintah pusat saat itu dihentikan oleh Menko Ekuin Radius Prawiro. Kemungkinan proyek Kementan ini selesai sepenuhnya pada 1997; saat itu, gedung C Kementan baru selesai dibangun, membuat Direktorat Bina Perbibitan punya kantor sendiri setelah gedung Deptan di Salemba dibakar massa saat Peristiwa 27 Juli 1996 dan menumpang di sasana kebugaran Gedung B Kementan. Sayangnya, riwayat hidup Soejoedi mangkat sebelum keseluruhan pembangunan kompleks Kementan tamat.

Tidak ada informasi lain yang didapat dari gedung ini selain fakta bahwa kawasan lima gedung Kementan ini jarang didokumentasikan sejarah pembangunan gedungnya, bahkan di dunia maya justru didominasi wedding organising.

Semirip apapun eksteriornya Soejoedi masihlah Soejoedi

Secara arsitektural, tampak gedung A masih mirip gedung-gedung rancangan tim arsitek Arkonin ataupun PRW, tetapi ciri khas Soejoedi dengan letter Y masih didapat di gedung B, C, D dan E. Alasannya jelas, Jalan Tol Lingkar Luar Selatan belum dibangun sampai tahun 1993. Pemandangan pinggiran yang luas pun cukup mudah didapat di kawasan Ragunan, sehingga tidak heran Soejoedi dan tim Gubah Laras pimpinannya menempatkan ciri khas tersebut untuk keempat gedung tersebut.

Formasi Gedung A, B, C, dan D membentuk lapangan pusat berbentuk "segi lima", sementara lanskap sendiri sangat mirip dengan konsep Tower in the Park (Kota taman) ide Le Corbusier, arsitek Swiss yang dikagumi Soejoedi, untuk mengeksploitasi suasana pemandangan pinggiran saat itu. Desain gedung A yang cenderung "sama kayak gedungnya Arkonin tuh...." karena Soejoedi menjadikannya pintu masuk bagi tamu undangan dan para pejabat Kementan. Gedung A Kementan digunakan sebagai kantor Setjen Kementan dan Menteri Pertanian, berikut balai nikah berkapasitas 1600 orang. Itu kata Budi A. Sukada dalam buku "Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi".

Di mata orang biasa, konsep "tower in the park" dan letter Y sepertinya tidak banyak dipahami, bahkan terlihat hanya merupakan perkantoran biasa.

Struktur tenant Gedung Kementan (tidak 100 persen lengkap dan benar)

Gedung Geocode  Direktorat/Personal  Jumlah lantai 
-6.296262
106.823064
Menteri Pertanian
Staf Ahli
Sekretariat Jenderal 
-6.296847, 106.822170
Pusat Perlindungan Varietas
Inspektorat Jenderal
-6.297439,
106.822667
Ditjen Peternakan & Kesehatan Hewan
Ditjen Perkebunan 
-6.297188,
106.823551
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Dirjen Prasarana & Sarana
-6.296387,
106.82417
Badan Karantina Pertanian
7

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Harsono R.M. No. 3 Jakarta
  • Arsitek:
    • Soejoedi Wirjoatmodjo (Gubah Laras, masterplan kompleks)
    • Gubah Laras (Gedung A dan B)
  • Pemborong:
    • Waskita Karya (asumsi saat ini)
  • Lama pembangunan:
    • Kompleks keseluruhan: 1979-1997
    • Gedung A: 1984-1986
    • Gedung B: 1987-1988
    • Gedung C: selesai dibangun 1997
    • Gedung E: 1979-1985
  • Jumlah lantai:
    • 8 (A dan C)
    • 9 (B dan D)
    • 7 (E)
  • Signifikasi: Arsitektur (karya Soejoedi), Wedding

Referensi

  1. Sukada, Budi A. 2012. "Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi." Jakarta: Gubah Laras. Halaman 194-205
  2. Abdullah Sjarief (2006). "Sjarifudin Baharsjah: Bekerja Menurut Keyakinan". Jakarta: Sinar Harapan. Halaman 25-27
  3. Budi Kusumah; Tri Budianto Soekarno (1989). "Silahkan Sewa Atau Tukar Tambah". TEMPO, 21 Januari 1989
  4. Arsip web resmi Waskita Karya, diarsip 4 Februari 2011
  5. Sejarah Direktorat Perbibitan Ternak, diakses 1 Juli 2020 (arsip)
  6. Pernikahan 123, diakses 1 Juli 2020 (arsip)
  7. Laman resmi Gubah Laras, diarsip 7 Januari 2007
  8. "Daftar nama dan alamat pejabat-pejabat negara Republik Indonesia". Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia, hal. 208-210

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 11 Agustus 2020
  • 2 September 2020: Penambahan detil mengenai gedung A dan B dan E dari beberapa sumber, terutama Gubah Laras

Comments