Griya Bina Artha

Gedung Griya Bina Artha, atau dikenal juga sebagai Gedung Bank Jawa Tengah, adalah sebuah bangunan berlantai 9 yang berlokasi di Jalan Pemuda di Semarang, Jawa Tengah.

Griya Bina Arta
Dari Jalan Pemuda. Megah.
Foto DBG, Creative Commons License

Gedung kelolaan Griyapondok Binasejati (karena nama Griya Bina Artha sudah diambil PT lain) tersebut selesai dibangun pada tahun 1993 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah H.M. Ismail, pada tanggal 19 Agustus 1993. Belum diketahui kapan gedung Griya Bina Artha mulai melakukan pembangunan. Griyapondok Binasejati dibentuk guna mengelola gedung tersebut, karena BPD Jawa Tengah sendiri dilarang memiliki dan mengelola gedung tersebut.

Griya Bina Artha dirancang oleh tim arsitek dari Pola Dwipa, firma arsitek lokal yang juga punya pengaruh tiada taranya di kancah arsitektur di Kota Semarang, dan diperkirakan dibangun oleh J.O. Sarana Dwipa dan Jaya Konstruksi - bila merujuk pada iklan di harian Suara Merdeka tertanggal 19 Agustus 1993; hari H peresmian gedung ini. Pembangunan Grinatha menghabiskan biaya Rp 22,87 milyar nilai 1993.

Terselip Diantara Midrises
Foto oleh DBG, Creative Commons License

Gedung yang bertapak panjang tersebut, pada 6 bulan pertamanya, memang sempat   kesulitan merekrut calon tenant, bahkan sempat berencana mengalokasikan lantai 1 sebagai supermarket. Pihak DPRD Jawa Tengah, pada saat itu, mengritik rencana tersebut karena dianggap melanggar aturan tata ruang kota Semarang. Saat itu, tenant gedung berwarna putih dan berjendela biru ini baru Bank Papan Sejahtera dan Semen Nusantara. Per 2020, tenant yang menempati gedung ini semakin bervariasi, mulai dari Garuda Indonesia, Universitas Bina Nusantara (BINUS) hingga Schneider Electric. Bank Jateng menempati 3 lantai Grinatha.

Data dan fakta

  • Nama lama: Gedung BPD Jawa Tengah
  • Alamat: Jalan Pemuda No. 142 Semarang
  • Arsitek: Pola Dwipa
  • Pemborong: Jaya Konstruksi - Sarana Dwipa J.O.
  • Lama pembangunan: selesai dibangun 1993
  • Diresmikan: 19 Agustus 1993
  • Jumlah lantai: 9
  • Biaya pembangunan: Rp 22,87 milyar (1993, setara Rp 230 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. bud-23 (1993). "Total Aset BPD Jateng Sampai Juli Meningkat Menjadi Rp 828,7 Milyar". Suara Merdeka, 20 Agustus 1993, hal. 11
  2. Budi Surono (1993). "Konsep Lima M Digunakan Dalam Kelola BPD". Suara Merdeka, 21 Agustus 1993, hal. 11
  3. Suara Merdeka, 19 Agustus 1993, hal. 16 (iklan)
  4. Web resmi Griya Bina Artha, diakses 30 Juli 2020 (arsip)
  5. Ahmad Rif'an Hanifudin (2015). "Perencanaan Pembangunan Gedung Bank BNI Cabang Serang". Bab II, hal. 21-29. (arsip, mirror arsip)
  6. Pemprov Jawa Tengah (1994). "Himpunan Sambutan Gubernur KDH TK I Jawa Tengah". Semarang: Pemprov Jawa Tengah. Halaman 152-153.
  7. oko (1994). "Amannya, BPD Jateng Patuhi Aturan". Jawa Pos, 28 Februari 1994.

Lokasi

Comments