Gedung Kementerian Perdagangan

Gedung Kementerian Perdagangan di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, sudah ditempati oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sejak sekiranya akhir 1981. Kawasan ini terdiri dari tiga gedung, masing-masing (dari depan jalan) gedung berlantai 16 "Denton Corker Marshall", 12 "Pertamina" dan 12 "point".

Kawasan Patung Pak Tani
Kiri, gedung 16 lantai alias Gedung Utama dan kanan, gedung "Pertamina" yang sedang menerima penambahan tulangan.
Foto DBG, Creative Commons License

12 "Pertamina"

Tahun-tahun awal

Gedung pertama yang dibangun di kawasan Kemendag saat ini adalah gedung berlantai 12, untuk kepentingan identifikasi di blog ini, disebut sebagai "Pertamina" karena akar sejarahnya. Dibangun mulai pada tahun 1973, gedung ini awalnya dirancang untuk Perbekalan Pertamina, tetapi sekitar setahun kemudian proyek tersebut macet di lantai 8 karena kesulitan keuangan yang membelit Pertamina. Untuk menanggulangi kesulitan keuangan tersebut, pada tahun 1979, Pemerintah melanjutkan pembangunan gedung Perbekalan tersebut, sebagai kantor Departemen Perdagangan & Koperasi.

Sialnya, saat Pemerintah menentukan struktur gedung Depdagkop, rancang bangun Perbekalan Pertamina hilang, sementara IMB tertera berlantai 12 dan struktur bangunan sudah mencapai lantai 8. Hal itu membuat pihak pemborong dan perencana ragu soal struktur gedung tersebut. Hal ini yang membuat pihak Yodya Karya, perancang Gedung Depdagkop, mengontrak Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk melakukan pengecekan struktur bangunan. Uji pengecekan struktur dengan rongten ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa struktur bangunan mangkrak sesuai dengan rancangan dari Yodya Karya, dan memperbaiki kekurangan dan kelemahan struktur bangunan yang menurut arsitek F.G. Tilaar dari Yodya Karya, sangat jelek.

Konstruksi bangunan Depdagkop, yang digarap oleh Handara Graha, kemungkinan sudah selesai per akhir 1981, menghitung finishing interior bangunan dan lanskap gedung yang menghabiskan Rp 13 milyar tersebut (nilai 1981). Tidak ada data mengenai tahun peresmian bangunan.

Perbaikan segera

Saat mulai digunakan pada akhir 1981, kekhawatiran awal pihak Yodya Karya pun terbukti, gedung Depdagkop dikabarkan goyang saat dihembus angin.

Pada tahun 1985-1991, pemborong negara Adhi Karya dan konsultan Ingenium turun tangan menstabilkan gedung setinggi 50 meter tersebut, yaitu dengan mengganti lapis lantai dan memperkuat struktur gedung. Namun upaya tersebut, dilaporkan menghabiskan biaya Rp 3 milyar, sepertinya kurang berhasil. Beberapa rumor beredar mengenai kemungkinan Gedung Kemendag "Pertamina" ini terancam roboh, yang menjadi penyebab Kemendag membangun gedung barunya (lihat subbab 16 lantai). Namun, dari pemantauan penulis selama 10 tahun terakhir, gedung lama Kemendag masih digunakan dan rutin direnovasi karena masalah struktur tersebut. Apakah renovasinya bersifat struktural atau hanya dekoratif, masih tidak diketahui.

Arsitektur

Gedung Kemendag "Pertamina" ini dirancang menghadap ke arah kantor pusat Pertamina (memanjang ke belakang). Dengan orientasi memanjang ini, pemakaian AC bisa dihemat. Secara eksterior, bangunan ini hanya berlapis tegel keramik dan didominasi susunan jendela horisontal.

16 "Denton Corker Marshall"

Kementerian Perdagangan RI
Foto DBG, Creative Commons License

Rumor miringnya gedung Kemendag "Pertamina" tersebut menyebabkan pihak Kementerian Perdagangan bergerak cepat membangun gedung baru di depannya. Pertama kali sejak jatuhnya Orde Baru, sebuah bangunan pemerintah dirancang oleh konsultan asing, yaitu oleh Denton Corker Marshall dari Australia, melalui sayap lokalnya Duta Cermat Mandiri. Pembangunan dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan mulai tahun 2005 dan kelar pada tahun 2008, dan diresmikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pada 8 Agustus 2008. Untuk identifikasi dalam blog ini, Gedung Utama Kemendag, nama resmi gedung ini, disebut sebagai "Denton Corker Marshall"

Rancang bangun Kemendag "DCM" ini bertujuan menghilangkan kesan birokratis bangunan kementerian di Indonesia, dan menyimbolkan tugas kerja Kementerian Perdagangan. Berbentuk seperti tumpukan kontainer, gedung baru Kemendag dirancang ramah lingkungan, hemat energi dan berorientasi pada aliran pergerakan manusia dan membentuk citra layanan publik yang baik. Gedung Kemendag seluas 34.600 meter persegi ini juga memiliki karakteristik sama dengan gedung Kemendag "Pertamina" yang juga memanjang, demi menghemat AC. Tetapi, dengan fitur lapis komposit dan jendela anti-UV, membuat Gedung Kemendag lebih hemat energi.

12 "Point"

Gedung Kementerian Perdagangan
Gedung ini berlantai 12 juga, dan kotak. Tidak ada detail arsitek dan pemborong bangunan ini, termasuk kapan gedung ini dibangun. Estimasi penulis adalah pertengahan 1980an. Foto DBG, Creative Commons License

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan M.I. Ridwan Rais No. 5 Jakarta
  • Arsitek:
    • Ir. F.G. Tilaar (Yodya Karya, "Pertamina")
    • Ir. Budiman Hendropurnomo (Denton Corker Marshall, "Denton Corker Marshall")
  • Pemborong:
    • Handara Graha ("Pertamina", 1979-1981)
    • Pembangunan Perumahan ("Denton Corker Marshall")
  • Lama pembangunan:
    • 1973-1981 ("Pertamina")
    • 2005-2008 ("Denton Corker Marshall")
  • Jumlah lantai:
    • 12 ("Pertamina")
    • 16 ("Denton Corker Marshall")
  • Tinggi gedung:
    • 50 meter ("Pertamina")
  • Biaya pembangunan:
    • Rp 12 milyar (1981, setara Rp. 308 milyar nilai 2020 - "Pertamina")
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. "Konstruksi Bangunanpun Dirontgen". Majalah Konstruksi, Maret 1981, hal. 22-27
  2. "Gedung Itu Suka Bergoyang". TEMPO, 11 Februari 1989
  3. Arsip web Denton Corker Marshall, diarsip 4 Maret 2016
  4. Arsip web Kemendag, diarsip 24 Oktober 2012
  5. ddn/qom (2008). "Mendag Resmikan Gedung Baru Depdag". Detikcom, 8 Agustus 2008. Diakses 4 Juli 2020. (arsip)

Lokasi

Comments