Menara Sudirman

Gedung perkantoran berlantai 26 dan 3 basement ini merupakan gedung perkantoran yang dikembangkan oleh Lippoland Development, salah satu cabang properti Lippo Group yang sekarang sudah dilebur menjadi Lippo Karawaci. Dirancang oleh tim arsitek Airmas Asri bersama dengan RTKL Associates dari Baltimore, AS, Menara Sudirman menganut gaya pascamodernisme yang konon diilhami oleh arsitektur art deco di negara adidaya Amerika Serikat, dengan penyesuaian tuntutan zaman untuk kebutuhan perkantoran abad 21. Dihimpit Summitmas, Plaza Asia dan Graha Niaga, Menara Sudirman cukup menonjol dengan elemen membundar di sisi bangunan menghadap Jalan Jenderal Sudirman yang dihiasi oleh mahkota/spire setinggi 17 meter, dan gapura masuk alias porte cochere yang besar. Finishing eksterior bangunan menggunakan granit warna rose grey (abu-abu mawar Brasil), lapis kaca biru reflektif dan aluminium.
 
Menara Sudirman
Foto DBG, Creative Commons License

Menara Sudirman, pada saat pertama dicetuskan, menarik perhatian media massa karena berani memasarkan sebuah gedung perkantoran ibarat sebuah apartemen, atau dalam bahasa pasarannya, strata title. Hal ini terjadi ditengah banjir ruang perkantoran yang melanda Jakarta pada tahun 1992. Penjualan ruangan Menara Sudirman dimulai pada akhir Oktober 1992, dan pada awal 1993, majalah mingguan Warta Ekonomi menyebut 82 persen dari ruang perkantoran Sudirman Tower, nama lama Menara Sudirman, ludes terjual calon tenant.

Pembangunan gedung dengan luas lantai 20 ribu meter persegi ini dilakukan oleh Total Bangun Persada mulai April 1991 sampai Agustus 1993. Pondasi yang digunakan adalah pondasi rakit berkedalaman 3,25 meter; superstruktur alias struktur atas memanfaatkan frame perimeter dengan shear wall pada core bangunan dan plat lantai berpratekan post-tensioning slab. Detail struktur lain, penulis tidak jelaskan lebih banyak. Konstruksi utama bangunan tersebut selesai pada 30 April 1993. Lippoland dikabarkan menggelontorkan biaya 60 juta dolar AS untuk pembangunan gedung ini, setara dengan Rp 126,5 milyar nilai 1993.

Sejak 1994 gedung ini dikelola mandiri oleh para tenantnya dibawah PPKP (Perhimpunan Penghuni Kondominium Perkantoran) Menara Sudirman. Sialnya, pada 9 Agustus 2007, kantor pengelola di lantai basement 2 kecurian uang tunai dan surat-surat berharga.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Kav. 60 Jakarta
  • Arsitek:
    • RTKL Associates (arsitektur desain)
    • Airmas Asri (architect of record)
    • HRT Consulting Engineers (Indonesia) (struktur)
  • Pemborong:
    • Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: April 1991 - Agustus 1993
  • Jumlah lantai: 26 + 3 basement
  • Biaya pembangunan: Rp. 126,5 milyar (1993, setara Rp. 1,3 triliun nilai 2020)
  • Signifikasi: tidak ada

Referensi

  1. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati (1993). "Sudirman Tower: Membentuk Identitas Melalu Olahan Puncak dan Dasar Bangunan". Majalah Konstruksi No. 187, November 1993, hal. 54-60 & 110.
  2. Novri Handi (1992). "PT Lippoland Development: 'Penular Wabah' Strata Title." Warta Ekonomi, 26 Desember 1992, hal. 21
  3. Prawito (1992). "Tak Lagi Hanya Menyewa". Warta Ekonomi, 26 Oktober 1992, hal. 30
  4. ast (1992). "Lippoland Tawarkan Gedung Perkantoran Sudirman Tower". KOMPAS, 23 Oktober 1992, hal. 3
  5. pp (1993). "Lippoland Selesaikan Pembangunan Sudirman Tower". KOMPAS, 5 Mei 1993, hal. 3
  6. aan/sss (2007). "Pengelola Gedung Menara Sudirman Dirampok Rp 60 Juta". Detikcom, 9 Agustus 2007. Diakses 11 Mei 2020 (arsip).

Lokasi

Comments