Hotel St. Regis Jakarta

Hotel St. Regis Jakarta, sebelumnya bernama Hotel Regent dan Hotel Four Seasons, memiliki 16 lantai dan 365 kamar dengan dua lantai podium, berlokasi di bagian paling utara kawasan bisnis Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta. Dirancang oleh Skidmore, Owings & Merrill bersama dengan Parama Loka Consultant (1), Hotel St. Regis menjadi bangunan kedua di Indonesia yang dirancang oleh firma asal San Francisco, Amerika Serikat tersebut setelah Hotel Bumi Hyatt Surabaya pada tahun 1979.

Eks Four Seasons Hotel
Foto DBG, Creative Commons License

Sejarah konstruksi dan operasional

Konstruksi hotel yang awalnya dimiliki oleh kelompok Kodel tersebut dilaksanakan oleh Total Bangun Persada (13), dengan konstruksi dimulai pada 25 Mei 1988 (1), dan awalnya direncanakan dibuka pada tahun 1991 (1). Pada tahun 1992, konstruksi Hotel Regent, yang sudah mencapai tahap penyelesaian akhir, macet, karena kebijakan uang ketat yang mempersulit perusahaan properti mendapat kredit. Hal ini diperberat dengan tingginya suku bunga pinjaman kala itu (7).

Pada bulan Februari 1993, Grup Kodel hampir mendapatkan modal segar dari perusahaan asing maupun lokal (2)(3), tetapi rencana itu kemungkinan tak terwujud. Empat bulan kemudian, Kodel dan Bank Dagang Negara, kreditur proyek, menego cara penyelesaian pembayaran utang Kodel terkait Hotel Regent (7). Pada akhirnya, proyek tersebut jalan kembali dengan mengonversi utang Kodel ke BDN, menjadi saham BDN. Guyuran dana BUMN perbankan inilah jalan kilat menuju pembukaan Hotel Regent Jakarta (4).

Hotel Regent Jakarta mulai membuka operasional hotelnya (soft opening) pada 15 Juli 1995, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto, bersama ibu negara Tien Soeharto pada tanggal 10 Oktober 1995 (5)

Baru 7 tahun operasional, pada bulan Februari 2002, hotel Regent kebanjiran (6). Akibat banjir tersebut, lobi dan ballroom kebanggaan hotel ini rusak, dan menghabiskan waktu setahun merenovasi pintu masuk hotel tersebut dan baru dibuka kembali pada tanggal 4 Agustus 2003 (8). Sayangnya, nama Regent hanya bertahan singkat, karena mulai 14 Juli 2004, nama The Regent pensiun dan nama baru Four Seasons Jakarta pun diperkenalkan (9).

Tiga tahun berikutnya, pemodal dari Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal, melalui Kingdom Hotel Investment, membeli 82 persen saham Hotel Four Seasons Jakarta senilai 48 juta dolar AS (10), tetapi baru terealisasi di bulan Juli 2011, dengan banderol 48 juta dolar jua (12). Kepemilikan Arab di Four Seasons berlangsung sebentar saja; enam bulan kemudian, pada Januari 2012, Grup Rajawali membeli hotel ini dari Kingdom Hotel Investment (11)(12).

Keberadaan Grup Rajawali justru menjadi penutup dari eksistensi Four Seasons di bilangan Rasuna Said. Pada 28 Desember 2014 (14), dalam rangka renovasi, Hotel Four Seasons ditutup setelah 19 tahun dibuka di tempat ini, dan 10 tahun operasional sebagai Four Seasons. Tanpa diduga, sejak 2016, Four Seasons dipindah ke Capital Place (15), dan sebagai penggantinya, St. Regis direncanakan akan beroperasi dari gedung ini (16) mulai 2019, tetapi saat artikel ini ditulis, proyek Rajawali Place yang melibatkan gedung eks Four Seasons ini, sedang dalam tahap pembangunan, dan St. Regis molor hingga 2021 (18).

Arsitektur dan fitur hotel

Ketika gedung ini diresmikan, rilis pers dari Bidang Penerangan KBRI Washington DC menyebutkan bahwa Hotel Regent Jakarta memiliki desain arsitektur yang sangat menarik di masanya. Interior hotel dan lanskapnya disebut memberi suasana yang mewah dan luas, dengan banyaknya penggunaan lapis kayu dan gabungan 10 jenis marmer dan granit (17). Disebutkan juga dalam lobi hotel ini terdapat ukiran Jepara yang menghiasi plafon lobi, menggambarkan elemen alam berupa api, air, bayu dan tanah. Bahkan pemasangan dan penerapan gambarannya wajib memerlukan konsultasi para dukun (17).

Terkait eksterior gedung, bila merujuk penerangan dari KBRI Washington, visi yang diusung Skidmore, Owings & Merrill ke dalam hotel ini adalah "membawa suasana Indonesia ke sebuah gedung niaga modern," termasuk mengambil inspirasi dari Istana Alhambra di Granada (Spanyol) dan puri/keraton di seluruh Indonesia (17). Herman Sudjono, pendamping arsitek dari Permadani Khatulistiwa Nusantara (pengelola gedung ini), mengatakan kepada majalah Konstruksi, untuk membawa ciri khas nusantara dan tropis tersebut, beberapa sayap bangunannya memiliki desain atap yang umum digunakan di Indonesia (1). Gedung utamanya mengotak dan berwibawa, dengan lapis granit yang cukup mewah. Tak ayal Hotel Regent Jakarta kala itu mendapat sambutan positif dari beberapa orang (1).

Saat ditutup, Four Seasons memiliki 365 kamar dan suites dengan luas lantai dimulai dari 55 meter persegi, saat itu tergolong terluas di masanya. Salah satu majalah pariwisata DestinAsian menyebut Seasons CafĂ© dan The Steak House sebagai tempat makan Four Seasons yang paling terkenal, karena salah satunya masuk majalah gaya hidup dan kuliner Jakarta, dan satunya karena menunya yang menarik perhatian (14).

Dalam waktu ke depan, St. Regis Jakarta direncanakan memiliki 280 kamar, empat rumah makan fine dining, deli dan bar khas St. Regis (16).

Data dan fakta

  • Nama lama: The Regent Jakarta; Hotel Regent Jakarta; Hotel Four Seasons Jakarta
  • Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Jakarta
  • Arsitek:
    • Skidmore, Owings & Merrill (arsitek utama)
    • Parama Loka Consultants (architect of record)
  • Pemborong:
    • Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: Mei 1988 - Juli 1995
  • Jumlah lantai: 16
  • Jumlah kamar: 280
  • Biaya pembangunan: USD 220 juta (Rp 455 milyar, 1993 - setara Rp 4,9 triliun nilai 2020)
  • Signifikasi: Pariwisata

Referensi

  1. Urip Yustono (1988). "The Regent Jakarta: Hotel mewah dengan permainan ruang dalam yang hidup". Majalah Konstruksi No. 123, Juli 1988, hal 70-71
  2. Uka (1993). "Kodel lanjutkan bangun The Regent". Media Indonesia, 30 Januari 1993.
  3. Ferry Firdaus (1993). "Napas Baru Untuk The Regent Hotel". Warta Ekonomi, 8 Februari 1993, hal 25
  4. Max Wangkar; Bina Bektiati; Sri Wahyuni (1994). "Mempersoalkan Nasib Likuiditas Pembangunan". TEMPO, 19 Februari 1994, hal 27-28. Kutipan di hal 28. "..... Kodel menghadapi masalah dalam pembangunan hotel mewah The Regent di pojok segi tiga emas Kuningan, Jakarta. .... Kredit macet itu akhirnya diubah menjadi saham bagi BDN."
  5. yk (1995). "Hotel The Regent Diresmikan". Jawa Pos, 11 Oktober 1995, hal 5
  6. Hendy Bernadi; Satya Pandia (2002). "Akibat Banjir, Tamu Hotel Regent Dievakuasi". Liputan 6 SCTV, 3 Februari 2002. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)
  7. awsj/kim (1993). "Kodel Kurang Modal Untuk Selesaikan Regent". Republika, 2 Juni 1993, hal 3
  8. jup (2003). "Info Jabotabek: Hotel Regent Kembali Beroperasi". KOMPAS, 1 Agustus 2003, hal 18
  9. Rilis pers Four Seasons (2004). "After More Than Eight Years of Successful Management, The Regent Jakarta Becomes Four Seasons Hotel Jakarta." Hotels Online, 14 Juli 2004. Diarsip 12 Agustus 2004.
  10. Rilis pers (2007). "Kingdom Hotel Investments Beli Hotel Four Seasons Senilai US$48 Juta". ANTARA, 27 Juli 2007. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)
  11. dnl/hen (2012). "Pangeran Arab Penggagas Menara 1000 Meter Jual Four Seasons Jakarta". Detikcom, 15 Januari 2012. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)
  12. Gloria Haraito (2012). "Grup Rajawali membeli Four Seasons Jakarta". KONTAN, 17 Januari 2012. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)
  13. Website resmi Total Bangun Persada, diarsip 29 Juni 2019.
  14. "Hotel Four Seasons Jakarta Tutup". DestinAsian, 29 Desember 2014. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)
  15. Rilis pers (2016). "Rajawali Property Group dan Four Seasons Umumkan Lokasi Baru Four Seasons Hotel Jakarta". Website Resmi Grup Rajawali, 27 Januari 2016, diakses 17 Maret 2020 (arsip)
  16. Rilis pers (2016). "Rajawali Property Group Bersama Starwood Hotels & Resorts Menghadirkan Brand St. Regis di Jakarta". Website Resmi Grup Rajawali, 4 Februari 2016, diakses 17 Maret 2020 (arsip)
  17. "Architectural Triumph, Jakarta's Regent Hotel". Indonesia News & Views No. 79, November 1995, hal 8
  18. Diyah (2020). "Rajawali Property Group Rampungkan St. Regis Medio 2021." Housing Estate, 22 Januari 2020. Diakses 17 Maret 2020. (arsip)

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

City Plaza Klender

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)