Gedung CTC

Soal gedung 1950an yang mulai diidam-idamkan pecinta arsitektur lokal, penulis menemukan bahwa diantara gedung yang ada, Gedung CTC adalah gedung yang jarang sekali dibahas dalam segi sejarahnya, tapi lebih dibahas nuansa mistisnya.


Gedung CTC
Foto DBG, Creative Commons License
Gedung CTC adalah gedung berlantai 5 yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Kwitang, Jakarta Pusat. Didapuk sebagai "pencakar langit" oleh wartawan Sin Po pada tahun 1958, gedung bergaya modern abad pertengahan ini diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Soekarno pada 1 Agustus 1958 dalam rangka 10 tahun Central Trading Company. Seperti namanya, Gedung CTC menjadi kantor pusat dari perusahaan perdagangan milik negara, Central Trading Company. Ketika awal dibangun, sebagian gedung CTC masih ada yang berlantai 4, penulis menduga penambahannya dilakukan sebelum 1968 (berdasarkan buku Djakarta Djaja, lihat referensi)

Saat ini gedung CTC, yang sebelumnya juga bernama Gedung Pantja Niaga sampai pindah kantor sekitar 1993, hanya diisi oleh Bank Mandiri dan PT PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) di lantai 1. Tenant lama yang penulis ketahui terdiri dari Bank BNI (sebelum 1990), PN Pantja Niaga dan beberapa perusahaan komersil, terutama pada masa jayanya di era Orde Baru.

Tidak ada catatan mengenai siapa perancang dan pemborong di balik "pencakar langit" pertama di Indonesia ini. Menurut data PT PPI, Gedung CTC memiliki luas lantai 15 ribu meter persegi, dan berdiri di atas lahan seluas 5.485 meter persegi. PT PPI disebut berencana memanfaatkan gedung tersebut sebagai ruang ritel dan perkantoran, tetapi tidak ada informasi untuk pemanfaatan kembali bangunan berlantai 5 hingga saat ini.

Dengan kondisi yang cukup menyedihkan, lantai teratas Gedung CTC saat ini berubah menjadi tempat syuting film dan uji nyali para penjelajah urban.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Kramat Raya No. 69-71 Jakarta
  • Lama pembangunan: selesai dibangun 1958
  • Diresmikan: 1 Agustus 1958
  • Jumlah lantai: 5
  • Signifikasi: Pop culture (tempat uji nyali)

Referensi

  1. F. Bodmer; R. Mohamad Ali S.S. (1969). "Djakarta Djaja Sepandjang Masa". Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta
  2. "CTC Resmi 10 Tahun". Harian Sin Po, 29 Juli 1958, hal. 1
  3. "CTC, Tetaplah Djadi Alat". Harian Sin Po, 1 Agustus 1958, hal. 1
  4. Web resmi PT PPI, diakses 18 Juni 2020 (arsip)
  5. Contoh dominasi budaya pop Gedung CTC:
    1. Rivan Yuristiawan (2017). "Nicky Tirta Banyak Permisi Saat Syuting Petak Umpet Minako". Fimela, 26 Juli 2017. Diakses 18 Juni 2020 (arsip)
    2. Video penjelajah urban di YouTube sebagai contoh. Catatan, penulis menemukan pembuat video yang membolak-balikkan gedung eks CC PKI dengan gedung CTC.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Ratu Plaza (terbaru 6 Juli 2020)