Hotel Orchid Palace (terbaru 6 Juni 2020)

Hotel Taman Anggrek - Kompas, 13 Agustus 1977
Iklan Hotel Orchid Palace, menampilkan gedung utamanya yang berlantai 4. Sumber: KOMPAS, 13 Agustus 1977

Hotel Orchid Palace adalah sebuah hotel berlantai 4, berbintang 3 yang berlokasi di kawasan Jalan Letjend S. Parman di Jakarta bagian barat, yang sekarang ditempati Mall Taman Anggrek.

Kisah perjalanan lahan ini dimulai pada tahun 1963. Saat itu Presiden Republik Indonesia Soekarno, dikabarkan membeli lahan di kawasan Grogol Petamburan untuk selanjutnya dibangun sebuah istana untuk istri keenamnya Hariyati (7). Istana tersebut kemudian diberi nama Istana Slipi (7). Tidak ada data terkini mengenai sejarah istana yang dilaporkan seluas 11 hektar ini sebelum Februari 1969.

Pada tanggal 5 Februari 1969 (1), sebuah kerjasama antara PT Palace Hotel (milik Induk Koperasi AD RI (8)) dengan waralaba hotel Amerika Holiday Inn untuk membangun sebuah hotel di Istana Slipi dengan kapasitas 300 kamar diteken (1). Kerjasama tersebut memang berlangsung cukup baik; setahun kemudian, pada Januari 1970, pihak PT Palace Hotel, Indo Pacific Limited, DPRD DKI Jakarta, Holiday Inn dan arsitek Belanda F.J. de Pinero melakukan tinjauan langsung ke lokasi pembangunan di Istana Slipi (2). Rencananya, Hotel Holiday Inn memiliki 300 kamar, terdiri dari gedung 4 lantai dengan 83 kamar dan gedung 12 lantai dengan 217 kamar (2)(3). Rencana gedung 12 lantai batal dilaksanakan. Gedung baru tersebut dipadukan dengan rumah Hariyati (1)(2)(3). Versi Udo Kultermann dan Yayasan Aga Khan, arsitek kenamaan Hong Kong Tao Ho merancang gedung empat lantai tersebut sebagai "gedung perluasan" (9).

Rencananya konstruksi hotel dimulai pada medio bulan Maret 1970 (2). Tetapi, pada 1974, ketika wartawan KOMPAS kembali melaporkan proyek Palace Hotel, nama Holiday Inn sudah tidak ada, sementara pembangunan hotel sudah berjalan per Mei 1974 (3) hingga rampung pada tahun 1977 (untuk keperluan pendataan blog, awal konstruksi tahun 1974 dianggap asumsi). Hotel tersebut dibuka pada tanggal 15 Agustus 1977 (5). Keseluruhan proyek dibangun oleh Nindya Karya (10).

Pada tahun 1991, pihak Hotel Orchid Palace, menandatangani kesepakatan dengan pihak swasta lain untuk meningkatkan status hotel tersebut menjadi hotel bintang lima (6). Entah bagaimana, hotel tersebut dibongkar sekitar tahun 1994-1995 (ada yang tahu?), dan kini lahannya sudah dibangun blok apartemen Taman Anggrek Residence.

Deskripsi singkat

Hotel Orchid Palace, seperti yang dijelaskan sebelumnya, memiliki 4 lantai, dan hanya 85 kamar menurut laporan majalah Progress terbitan September 1977. Lokasinya tergolong sangat strategis kala itu; di iklannya, diklaim bisa ditempuh selama 10 menit ke pusat kota dan 20 menit ke Halim Perdanakusuma dari Hotel Orchid Palace (4).

Interior hotel dikabarkan mengekor gaya Inggris dan arsitekturnya lanskapnya dipengaruhi nuansa Romawi dan Yunani (5), menawarkan pemandangan yang asri dipadu dengan Taman Anggrek Slipi yang indah. Hotel ini memiliki lima kelas: standard, moderate, superior, suite standard dan suite superior (5). Selain taman yang asri, hotel ini awalnya dikabarkan memiliki lapangan tennis, dan lapangan squash (5), tetapi belakangan mereka membuat kolam renang (video The Lens ada di bawah ini).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Letjend. S. Parman, Jakarta
  • Pemborong: Nindya Karya
  • Lama pembangunan: 1974 - 1977
  • Diresmikan: 15 Agustus 1977
  • Dibongkar: 1994
  • Jumlah lantai: 4
  • Jumlah kamar: 83
  • Signifikasi: Sejarah (elemen kediaman keluarga Presiden Soekarno)

Referensi

  1. ANTARA (1969). "Holiday Inn Akan Dibangun di Slipi". KOMPAS, 6 Februari 1969, hal. 2
  2. Wr (1970). "Holiday Inn - 1076". KOMPAS, 30 Januari 1970, hal. 2 & 7
  3. Mk (1974). "Bekas Istana Haryati Diubah Jadi Hotel Internasional". KOMPAS, 16 Mei 1974, hal. 2
  4. Iklan Hotel Orchid Palace. KOMPAS, 13 Agustus 1977
  5. ank (1977). "Orchid Palace Hotel Telah Dibuka". Majalah Progress No. 126, September 1977, hal. 61-62
  6. djp (1991). "Kilas Ekonomi: Hotel Bintang Lima". KOMPAS, 10 Desember 1991, hal. 2
  7. Banu Adikara (2013). "Soekarno Bangun Istana Slipi Untuk Hariyatie". Warta Kota, 16 Agustus 2013. Diakses 29 April 2020 (arsip)
  8. Sukardi Rinakit (2005). "The Indonesian Military After the New Order". Kopenhagen: NIAS Press. ISBN 978-8-79-111406-9. Halaman 175
  9. Udo Kultermann (1986). "Architecture in South-East Asia 2: Indonesia". MIMAR: Architecture in Development No. 21, Juli-September 1986, hal. 45-52. Kutipan di hal. 51 (arsip)
  10. Arsip web Nindya Karya, diarsip 6 Juli 2004

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 1 Mei 2020
  • 2 Mei 2020: Memang sedikit bingung. Beberapa versi mengatakan Hotel Orchid Palace sekarang dibangun di Mall Taman Anggrek sekarang, tetapi Google Street View tahun 2013 menampilkan lahan dengan pagar "PT Palace Hotel", yang kini menjadi bagian dari Taman Anggrek Residence. Tahun pembongkaran misterius. lokasi dikoreksi.
  • 3 Mei 2020: pemilik PT Palace Hotel ditambah
  • 19 Mei 2020: Arsitek di balik Hotel Orchid Palace menurut KOMPAS dan MIMAR berbeda. Untuk mencegah keambiguan, penulis menarik kolom arsitek.
  • 6 Juni 2020: Pemborong Hotel Orchid Palace teridentifikasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Ratu Plaza (terbaru 6 Juli 2020)