Gran Meliá Jakarta dan Graha Surya Internusa (terbaru 17 Juni 2020)

Kompleks Gran Meliá Jakarta, sebuah kawasan bisnis yang dibangun dan dimiliki oleh TCP Internusa, anak perusahaan Surya Semesta Internusa. Seluruh kawasan ini, dari hotel Gran Meliá hingga perkantoran Graha Surya Internusa, dirancang oleh arsitek Spanyol Emilio Nadal de Olives dari Nadal Arquitectos (1)(2) bersama dengan tim arsitek Kreativa Cipta Artistika, dengan struktur diurus oleh Wiratman & Associates (8), dan dibangun oleh Nusa Raya Cipta mulai tahun 1994 hingga selesai keseluruhan pada tahun 1996 (3)(5). Rancang desainnya baru dibuat pada tahun 1989 (2).

Hotel Gran Meliá dan Graha Surya Internusa sudah mulai digunakan sekitar Juli 1996 (1), dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Joop Ave pada 8 April 1997 (1).

Gran Meliá Jakarta

Desember 2014. Foto DBG, Creative Commons License

Sebagai salah satu gedung dengan rancangan cukup unik ini, penulis sedikit menyayangkan absennya nama arsitek Emilio Nadal de Olives dalam khazanah arsitektur modern Indonesia sebelum blog ini bergerilya mencari sumbernya di dunia maya. Kemungkinan, namanya kurang keinggrisan (Abel Sorensen dan Paul Rudolph entah bagaimana lebih sering disebut bila menyinggung arsitek asing di Indonesia) atau masih terlalu selektifnya orang Indonesia dalam mendokumentasikan khazanah arsitektur modern Indonesia menjadi alasan.

Mengutip web arsitek Emilio Nadal yang sayangnya hanya dijabarkan dalam bahasa Spanyol, desain Gran Meliá dirancang agar menjadi tetenger kawasan Rasuna Said, dengan memanfaatkan bentuk gedung (alias massa, bahasa orang teknik) yang ringan dan memadukan bentuk kubus dan lengkung bola (2). Soal tetengeran di Rasuna Said, Gran Meliá harus beradu dulu dengan si tutup botol Menara Gama alias Gama Tower yang karena tingginya lima kali Gran Meliá, menjadi kesayangan media-media Indonesia.

Bentuk tak umum inilah yang menciptakan sebuah atrium lobi besar, sementara perpaduan kubus dan lengkung lainnya menjadi platform kaca dengan ruang hotel tersendiri. Di lantai atas adalah kamar hotel eksklusif dengan pemandangan kota (2). Cukup menarik untuk sebuah gedung yang perancangnya justru tidak pernah diperbincangkan di kalangan akar rumput, praktisi dan penggemar arsitektur di Indonesia.

Di balik gedung yang sangat menarik dan super luas (16 lantai dengan 67 ribu meter persegi GFA (3)) ini, Gran Meliá memiliki 407 kamar (7) yang terdiri dari 9 jenis kamar yang memadukan ciri khas Indonesia dan kontemporer, selain juga 2 rumah makan khas Jepang dan Tionghoa, sebuah lounge lobby dan patisserie El Bombon (6).

Saat dibuka pada tahun 1997, Gran Meliá Jakarta adalah yang keempat di dunia setelah di Don Pepe Marbella dan Gran Bahia del Duque Tenerife (keduanya dari Spanyol; Gran Bahia sudah tak lagi bagian dari Sol Meliá), dan Gran Meliá Cancun (Meksiko, berganti nama menjadi Paradisus) (1).

Graha Surya Internusa

Graha Surya Internusa
Foto DBG, Creative Commons License

Rancangan Emilio Nadal yang sudah wafat di tangan excavator adalah Graha Surya Internusa. Gedung dengan luas lantai 21.500 meter persegi dan 17 lantai plus 2 basement parkir ini dirancang agar selaras dengan bagian samping Hotel Gran Melia agar terikat secara spasial (2)(4).

Graha Surya Internusa dibongkar pada tahun 2014 dan lenyap tak berbekas pada tahun 2015. Usia GSI hanya berusia 18 tahun saat dibongkar. Rencananya, di lahan eks GSI akan dibangun sebuah gedung baru berlantai 40 lebih.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kav. X-0 Jakarta
  • Arsitek:
    • Emilio Nadal de Olives (Nadal Arquitectos, desain)
    • Kreativa Cipta Artistika (architect of record)
    • Wiratman & Associates (struktur)
  • Pemborong:
    • Nusa Raya Cipta
  • Lama pembangunan: 1994 - Q3 1996
  • Diresmikan: 8 April 1997
  • Dibongkar:
    • 2014 - 2015 (Graha Surya Internusa)
  • Jumlah lantai:
    • 16 (Gran Meliá)
    • 17 + 2 basement (Graha Surya Internusa)
  • Jumlah kamar: 407 (Gran Meliá)
  • Signifikasi: Pariwisata

Referensi

  1. jsk (1997). "Minister Joop Ave opens 5-star Gran Melia Hotel". The Jakarta Post, 10 April 1997, via jawawa.id, diakses 4 Maret 2020. (arsip)
  2. Website resmi Nadal Arquitectos, diakses 4 Maret 2020, dalam bahasa Spanyol. (arsip, arsip 2)
  3. Arsip website Nusa Raya Cipta, 6 Agustus 2004 (ps: Flash, gunakan desktop dan aktifkan mode Flash bila diminta. Cek Project -> Hotel & Resorts atau Office Buildings)
  4. Arsip website PT TCP Internusa, 25 Januari 2001
  5. Arsip website Surya Semesta Internusa, 23 Mei 2002
  6. Website resmi Hotel Gran Meliá Jakarta, diakses 4 Maret 2020
  7. Profil Anak Perusahaan Surya Semesta Internusa, diakses 4 Maret 2020 (arsip)
  8. Arsip website Wiratman & Associates, 20 Februari 2002

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 15 Mei 2020
  • 17 Juni 2020: Detil arsitek lokal ditambah

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Ratu Plaza (terbaru 6 Juli 2020)