Tunjungan Plaza

Tunjungan Plaza Abad 21
Skyscrapers Galore. Gedung lebih barunya akan dijelaskan lain bagian. Foto DBG, Creative Commons License

Tunjungan Plaza, atau sekarang bekennya bernama Tunjungan City, adalah kompleks perbelanjaan, hunian, dan bisnis di Surabaya milik pengembang putra daerah, PT Pakuwon Jati Tbk. Mall yang sangat familiar bagi Dilanowcy Suroboyoan karena konsep lifestyle dan "instagrammable" ini memiliki lebih dari 250 ribu meter persegi luas lantai total dan 103 ribu meter persegi luas lantai yang bisa disewakan, melingkupi lahan seluas 76 ribu meter persegi dan 6 tahap pembangunan.

Tunjungan Plaza
Sebelum 2014. Foto DBG, Creative Commons License

Secara keseluruhan, masterplan Tunjungan Plaza dirancang masterplannya oleh Parama Loka Consultant bekerjasama dengan Peddle Thorp dari Australia, namun desain arsitektur kompleksnya dilakukan firma yang berbeda-beda per tahapannya dan pengembangannya telah berjalan selama lebih dari 30 tahun.

Tulisan ini meliputi bagian Tunjungan Plaza yang dibangun dari 1986 sampai 2001. Untuk gedung terbaru bia dilihat di bagian kedua Tunjungan Plaza. Untuk melihat daftar tenant lengkapnya, silakan lihat bagian Referensi (17).

Tunjungan Plaza I (1985-1986)

tunjungan plaza sejarah
Sebelum renovasi. Foto: Majalah Konstruksi ed. Agustus 1988

Salah satu potongan tersenior dari Tunjungan City, Tunjungan Plaza I dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada 15 Desember 1986 (1)(2). Perencanaan dan pembangunan blok pertama cikal bakal superblok ketiga di Indonesia ini dimulai sejak September 1982 dengan lahirnya Pakuwon Jati (5). Pembangunan berlangsung setahun dari 1985 dan selesai 1986, dan dilaksanakan oleh pemborong Kadi Internasional (3).

Sebagai salah satu pusat perbelanjaan yang dibangun di pertengahan 1980an, sebelum Plaza THR dan Plaza Surabaya (d/h Delta) berdiri, Tunjungan Plaza diklaim merupakan mall termodern yang dibangun di Surabaya pada masanya, dengan luas lantai 25 ribu meter persegi dan kapasitas 560 kendaraan (2), namun menjadi pesaing besar bagi Toko Nam, Go-Skate dan Wijaya Plaza yang berada cukup dekat dengan TP.

Atrium TP 1. Foto Ronniecoln

Ketika pertama dibuka, tenant Tunjungan Plaza 1 diisi oleh supermarket lokal mulai Varia Supermarket (1), Rimo hingga Matahari Department Store (masih bertahan hingga saat ini) dan diskotek Top Ten (2), bila mengikut berita di harian Jawa Pos terbitan 16 Desember 1986 dan iklan di harian yang sama sehari sebelumnya, yang memperlihatkan eksterior gedung. Desain Tunjungan Plaza pra-renovasi ini bisa dikatakan tidak trendi lagi bagi Dilanowcy.

Selain Matahari, tenant utama yang kini tercatat menempati TP 1 adalah ACE Hardware, Gramedia, hingga bioskop XXI yang berada lantai teratas bersama dengan food court.

Wujud lama yang tersembunyi

Tunjungan Plaza II (1990-1991) (6)

Bank Mandiri Tunjungan
Foto DBG, Creative Commons License

Tahun 1989, ruang kosong di Tunjungan Plaza sudah ludes terisi tenant. Hal ini yang menyebabkan Pakuwon Jati memperluas Tunjungan Plaza dengan membangun Tunjungan Plaza II, yang dibangun dengan tambahan 10 lantai gedung perkantoran di atas 7 lantai pusat perbelanjaan. Perluasan tersebut tercapai lewat kerjasama Build-Operate-Transfer dengan bank BUMN Bank Bumi Daya, yang kebetulan memiliki lahan yang diincar Pakuwon dan sama-sama ingin membangun gedung baru. Hasilnya, di TP II, Bank Bumi Daya menempati tiga lantai pertama gedung 7 lantai, yang kini diteruskan ke Bank Mandiri selaku pewaris Bank Bumi Daya.

Tunjungan Plaza II dirancang oleh tim arsitek Team 4 Architects untuk desain bangunan dan Ketira Engineering untuk strukturnya, dan pembangunan dilaksanakan oleh pemborong swasta Jaya Konstruksi mulai Juli 1990 dan selesai Desember 1991. Perluasan ini memiliki luas lantai 21.595 meter persegi ritel, 10.175 meter persegi ruang kantor dan parkiran yang menampung 320 mobil. Belum diketahui pasti lengkapnya grand opening TP II, namun di Majalah Konstruksi No. 172, edisi Agustus 1992, salah satu alinea menyebutkan bahwa terdapat ide membangun diskotek di TP II "sebelum soft opening pada Agustus 1991".

Atrium TP 2 saat ini. Foto Ronniecoln

Saat penulis terakhir mengunjungi mal ini, mal ini kini tak seramai seri TP lainnya dan tenant banyak yang tutup (kalaupun ada, biasanya tenant kecil), sebuah ironi bila dibandingkan dengan kondisi saat selesai dibangun. Saat ini ditempati oleh food court di lantai terbawah, Mr. D.I.Y, Informa, hingga pusat gaya hidup Muslim TAJ.

Hotel Sheraton, Kondominium Regensi d.h. Royal Regency dan Tunjungan Plaza III dan IV (1993-2001)

Kondiminium Regensi dan Sogo Tunjungan
Sebelum renovasi dan ekspansi. Foto DBG, Creative Commons License

Tahap berikutnya dari pengembangan Tunjungan Plaza adalah perluasan mall dan pembangunan apartemen Kondominium Regensi dan Hotel Sheraton Tunjungan. Penulis tidak menemukan data apapun mengenai mall TP III dan IV, tetapi di annual report Pakuwon Jati menyebutkan rentang perampungan ekspansi mall dengan luas lantai total 188 ribu meter persegi ini selesai dibangun masing-masing 1996 untuk TP III dan 2001 untuk TP IV (7). Bagian depan TP IV direnovasi untuk menyokong pembangunan Four Points dan pembangunan TP V dan VI, dimana Hotel Four Points mulai dibangun tahun 2013 dan selesai dibangun pada tahun 2016; Four Points diresmikan pada tanggal 20 Juni 2016 (14). Sebelumnya TP IV memang direncanakan memiliki gedung tinggi (16).

Hotel Four Points Tunjungan
Hotel Four Points. Foto DBG, Creative Commons License

Hotel Sheraton Tunjungan, dengan 325 kamar dan 23 suites ditempatkan pada ke-28 lantai (7)(9)(10) gedung berlapis gelap tersebut, dibangun mulai bulan Oktober 1993, selesai dibangun pada akhir tahun 1995 (9)(10), dan dibuka Menparpostel Joop Ave, pada tanggal 5 Januari 1996, untuk mengakomodasi program ASEAN Tourism Forum di Surabaya pada awal Januari 1996 (10). Kontrak manajemen antara Pakuwon Jati dengan ITT Sheraton (sekarang Marriott International) sudah berjalan sejak Maret 1994 (8).

Atrium TP 3. Foto Ronniecoln

Atrium TP 4. Foto Ronniecoln

Hotel Sheraton Tunjungan
Hotel Sheraton sebelum dicat ulang.
Foto DBG, Creative Commons License
Desain bangunannya dirancang oleh David T. Gourlay dari Pakuwon Jati Design Studio, mengusung langgam pascamodernisme. Biaya pembangunan hotel ini mencapai Rp 175 milyar (setara Rp 1,45 triliun nilai 2020) (9). Penulis tidak menemukan detil mengenai pemborong Hotel Sheraton.

Apartemennya sendiri, detailnya lebih sedikit, Royal Regency diduga juga dirancang oleh David Gourlay dari Pakuwon Jati Design Studio dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 1994 dan selesai dibangun 1996 (11). Luas lantai gedung ini adalah 58.260 meter persegi dan memiliki 23 lantai, termasuk lantai ritel dan parkir (11)(12). Kondominium Regensi, nama sekarang, memiliki 111 unit apartemen dan termasuk unit-unit milik Pakuwon Jati untuk staf dan tamu perseroan (7).

Pakuwon juga berencana membangun kembaran Kondominium Regensi bernama Regal Regency (15), sayangnya rencana tersebut tidak terlaksana.

TP 3 dan TP 4 didominasi oleh tenant fesyen kelas atas, juga sedikit kafe. Adapun tenant utama yang tercatat menempati TP 3 adalah supermarket Hero (sering dikira bagian dari TP 1 karena basemen yang tersambung), Matahari (lanjutan dari TP 1), Uniqlo, hingga Zara, serta ruang rapat dan balai sidang di dua lantai teratas. Sedang TP 4 didominasi tenant seperti Sogo dan H&M. Bioskop XXI juga membuka kembali jaringannya di TP 3.

Kondominium Regensi saat ini. Foto Ronniecoln

Hotel Sheraton saat ini. Foto Ronniecoln

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Basuki Rachmat No. 8-12 Surabaya
  • Arsitek:
    • Parama Loka Consultant (TP1 dan masterplan)
    • Peddle Thorp (masterplan)
    • Team 4 Architects (TP2)
    • David T. Gourlay (Pakuwon Jati Design Studios - Hotel Sheraton dan kemungkinan Kondominium Regensi)
    • Aedas (Four Points by Sheraton)
    • Bule Antz (Four Points by Sheraton, architect of record)
  • Pemborong:
    • Kadi Internasional (TP1)
    • Jaya Konstruksi (TP2)
    • Total Bangun Persada (Kondominium Regensi)
  • Lama pembangunan:
    • 1985 - 1986 (TP1)
    • Juli 1990 - Desember 1991 (TP2)
    • Oktober 1993 - akhir tahun 1995 (Hotel Sheraton)
    • 1994 - 1996 (Kondominium Regensi)
    • selesai dibangun 1996 (TP3)
    • selesai dibangun 2001 (TP4)
    • 2012 - 2016 (renovasi TP4 dan Four Points)
  • Jumlah lantai:
    • Mall: 7 + 1 basement
    • TP2 dan Menara Mandiri: 17 + 1 basement
    • Kondominium Regensi: 23 + 1 basement
    • Hotel Sheraton: 28
  • Jumlah unit:
    • Kondominium Regensi: 111
    • Hotel Sheraton: 348
  • Biaya pembangunan:
    • TP1: Rp 30 milyar (1986, setara Rp. 497 milyar nilai 2020)
    • TP2: Rp 42 milyar (1991, setara Rp. 479 milyar nilai 2020)
    • Hotel Sheraton: Rp 175 milyar (1995, setara Rp. 1,45 triliun nilai 2020)

Referensi

  1. iwa (1986). "Varia Supermarket Dilengkapi Alat Perekam Kegiatan". Jawa Pos, 15 Desember 1986.
  2. iwa/dh (1986). "Pertumbuhan Plaza Jangan Hilangkan Citra Surabaya". Jawa Pos, 16 Desember 1986.
  3. Website resmi Kadi Internasional, diarsip 2 Oktober 2010
  4. "PT Parama Loka Consultant: Perlu peningkatan pribadi untuk meningkatkan profesionalisme". Majalah Konstruksi No. 124, Agustus 1988.
  5. Annual Report Pakuwon 2018 (arsip)
  6. Dwi Ratih (1992). "Memadu Yang Lama Dengan Yang Baru". Majalah Konstruksi No. 172, Agustus 1992.
  7. Annual Report Pakuwon 2011 (arsip)
  8. Dwi Ratih (1994). "Sheraton siap beroperasi di Surabaya". Majalah Konstruksi No. 193, Mei 1994.
  9. dwi (1995). "Sheraton Selesai November". Jawa Pos, 23 September 1995.
  10. mf (1996). ""Jangan Anggap Enteng Arek-Arek Suroboyo": Menparpostel Joop Ave Resmikan Hotel Sheraton". Jawa Pos, 6 Januari 1996.
  11. Website resmi Total Bangun Persada (arsip)
  12. Website resmi Pakuwon Jati (arsip)
  13. Website resmi Sheraton Tunjungan Plaza Surabaya (arsip)
  14. Atiqa Hanum (2016). "Sheraton Kembangkan Bisnis Hotel di Surabaya". Bisniscom, 20 Juni 2016. Diakses 19 Januari 2020. (arsip)
  15. Jawa Pos, 6 Mei 1994 (iklan Regal Regency Condominium)
  16. Jawa Pos, 25 April 1997 (iklan Tunjungan Plaza IV dan Supermall Pakuwon Indah)
  17. Website resmi Tunjungan Plaza

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Ratu Plaza (terbaru 6 Juli 2020)