Hotel Grand Preanger (terbaru 28 September 2020)

Hotel Preanger
Keindahan gedung lamanya menyihir mata banyak orang. Foto DBG, Creative Commons License

Hotel Prama Grand Preanger adalah sebuah hotel bersejarah yang berlokasi di Jalan Asia Afrika, Bandung. Berlokasi di daerah strategis, Prama Grand Preanger kaya akan sejarah, dan gedung rancangan C.P. Wolff Schoemaker, guru arsitektur Presiden masa depan Indonesia Soekarno, inilah yang sering dibahas oleh bumi Internetsentris Indonesia dan Dilanowcy fanatik arsitektur era kolonial. Maka tulisan blog untuk bagian sejarah, karena menurut penulis dianggap merupakan reinventing the wheel, akan penulis hindari dalam pembuatan blog ini.

Bila anda ingin membacanya, bacalah referensi nomor (1)(2) untuk informasi lengkap tentang gedung era kolonialnya (foto atas).

Sejarah gedung ekspansi

Grand Hotel Preanger ditutup pada 1 Juni 1987 (7), dalam rangka ekspansi dan renovasi hotel.

Hotel Preanger Annex
Gedung berlapis emas era Dilan. Foto DBG, Creative Commons License

Pembangunan ekspansi vertikal Hotel Grand Preanger, bersama dengan renovasi gedung lamanya, dimulai pada bulan November 1987 (6) dan selesai dibangun pada akhir tahun 1989; pada bulan Februari 1990, Wakil Presiden Republik Indonesia, Sudharmono, meresmikan pembukaan kembali Hotel Grand Preanger hasil renovasi tersebut, dan dibuka penuh sejak 17 Maret 1990 (3)(4). Renovasi ini menghabiskan biaya 18 milyar rupiah (setara Rp. 225 milyar nilai 2019) (5).

Gedung baru bergaya pascamodernisme ini dirancang oleh tim arsitek dari Atelier 6 dan dibangun oleh Total Bangun Persada (5). Memiliki 10 lantai, desain gedung dibuat selaras dengan desain hotel lama, seperti aksen horisontal dan ornamen art-deco. Sedikit perbedaannya adalah keberadaan lapisan kaca berwarna emas ciri khas arsitektur modern (5).

Dengan penambahan gedung baru tersebut, Grand Hotel Preanger menerima tambahan 142 kamar, menjadi 198 kamar, pada masanya (4)(5). Saat ini, per Januari 2020, Prama Grand Preanger, nama sekarang, memiliki 187 kamar (8). Nama hotel "Prama Grand Preanger" tersebut diadopsi mulai 25 April 2014 sampai awal Mei 2020, bersama dengan hotel Aerowisata lainnya (10). Di tengah rebranding, beberapa kamar hotel telah direnovasi, mengurangi jumlah kamar (9).

Aerowisata mengembalikan hotel Grand Preanger kepada Pemprov Jawa Barat sejak 2 Mei 2020 (11)

Data dan fakta (ekspansi ketiga)

  • Nama lama: Grand Hotel Preanger
  • Alamat: Jalan Asia-Afrika No. 81 Bandung
  • Arsitek:
    • Ir. Zarwin Nizar (Atelier 6, arsitektur)
    • Atelier 6 (interior dan struktur)
  • Pemborong:
    • Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: November 1987 - Februari 1990
  • Dibuka: 17 Maret 1990
  • Jumlah lantai: 10
  • Jumlah kamar: 187 kamar (keseluruhan)
  • Biaya pembangunan: Rp. 18 milyar (1990, setara Rp. 225 milyar nilai 2019)

Referensi

  1. Eko Bagus Prasetyo; Bambang Setia Budi (2017). "Grand Hotel Preanger dari Waktu ke Waktu, Sebuah Montase Sejarah". Bandung: Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia, 2017. ISBN 978-602-17090-5-4. (arsip)
  2. Asep Kambali (2017). "Romantisme Sejarah di Grand Preanger". Komunitas Historia Indonesia, 17 Maret 2017. Diakses 7 Januari 2020. (arsip)
  3. ary (1990). "Wapres Sudharmono: Pemugaran Bangunan Jangan Mengabaikan Makna Sejarah". KOMPAS, 19 Februari 1990.
  4. Solichin Gunawan (1990). "Grand Hotel Preanger Bandung". Mimar No. 36: Architecture in Development. London: Concept Media/Aga Khan Trust for Culture. (pdf/arsip pdf)
  5. Urip Yustono; Dwi Ratih (1990). "Renovasi dan perluasan Grand Hotel Preanger: Tetap mempertahankan ciri arsitektur yang ada". Majalah Konstruksi No. 143, Maret 1990. Jakarta: PT Tren Pembangunan.
  6. "Tonggak Sejarah Kota di Kilometer Nol". Majalah Konstruksi No. 117, Januari 1988. Jakarta: PT Tren Pembangunan.
  7. dmu (1987). "Hotel Preanger Ditutup, 120 Karyawan Terkatung-Katung". KOMPAS, 5 Juni 1987.
  8. Website resmi Grand Hotel Preanger, diakses 28 September 2020 (arsip 7/1/2020, arsip 28/9/2019).
  9. "Prama Grand Preanger Bandung Rebranding Sebagai Tahun Transformasi". Republika, 16 Mei 2014. Diakses 7 Januari 2020 (arsip)
  10. Ni Luh Made Pertiwi F. (editor) (2014). "Hotel-Hotel dari Aerowisata Ganti Nama". Kompascom, 25 April 2014. Diakses 7 Januari 2020 (arsip)
  11. Rilis pers (2020). "Anak Usaha Aerowisata Melepas Pengelolaan Prama Grand Preanger Hotel". Aerowisata, 11 Mei 2020. Diakses 28 September 2020. (arsip)

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 24 Maret 2020
  • 28 September 2020: Perubahan pengelolaan per Mei 2020

Comments