Plasa Simpang Lima

Plaza Simpang Lima
Besar dan modern di masanya. Foto DBG, Creative Commons License

Plasa Simpang Lima (bukan Plaza, karena Plasa berarti Pelataran Serba Ada) adalah mal pertama di kawasan Simpang Lima Semarang, dibangun dalam dua tahap, mulai 1988-1990 untuk tahap pertama, dan 1998-2002 untuk tahap kedua. Untuk tahap pertama Plasa Simpang Lima dirancang bersama oleh tim arsitek dari Pola Dwipa dan Tripanoto Sri Konsultan dan dibangun oleh Jaya Konstruksi dan Sarana Dwipa.

Plasa Simpang Lima dibuka pada rentang Maret dan April 1990, diawali dengan pembukaan toko-toko lokal seperti Toko Sepatu Virgo dan Matahari Department Store yang pembukaannya diumumkan lewat harian Suara Merdeka. Saat ini, Plasa Simpang Lima memiliki beberapa tenant beragam seperti toko ponsel, kedai teh, toko komputer hingga rumah makan siap saji. Plasa Simpang Lima memiliki bangsal konvensi di lantai 6 bernama Yudhistira, dibangun sebagai pengganti Wisma Pancasila yang dibongkar sebelumnya (foto di bawah).

Wisma Pancasila yang dibongkar untuk proyek Plasa Simpang Lima.
Foto: Majalah Konstruksi, September-Oktober 1978

Secara arsitektural, Plasa Simpang Lima dirancang dengan gaya arsitektur modern, dan terkenal karena terdapat jendela untuk memiliki pemandangan kota dari dalam pusat perbelanjaan, yang sayang sudah tertutup ruang toko atau reklame. Selain itu, terdapat sebuah "tower" bulat yang juga berisi toko dan, awalnya, rumah makan di lantai puncak, yang sayangnya tidak digunakan.

Pihak pengembang yaitu PT Argamukti Pratama menghabiskan biaya 20 milyar rupiah - nilai 1989 - untuk membangun mall berlantai 11 ini. Luas lantai mall tahap pertama Plasa Simpang Lima adalah sekitar 30 ribu meter persegi net, 50 ribu gross. Pada tahun 1998, Plasa Simpang Lima diperluas dan dibangun sebuah Hotel Horison, di atas lahan bekas Dinas Parpostel Jawa Tengah. Hotel Horison Semarang, dengan 165 kamar, dibuka pada tanggal 22 November 2002. Di tahap perluasan inilah sebuah jembatan penghubung Mal Ciputra dengan Plasa Simpang Lima dibangun pada tahun 2005. Total lantai bersih kedua mall tersebut (belum termasuk Hotel) adalah sekitar 39.500 meter persegi.

Dengan waktu yang berjalan, Hotel Horison Semarang berganti nama menjadi Hotel Grand Arkenso tepat pada 20 November 2017, dua hari menjelang HUT ke-15 hotel tersebut. Sementara kontrak pengelolaan Plasa Simpang Lima antara PT Argamukti Pratama dan Pemkot Semarang yang dimulai Maret 1989, sudah diperpanjang untuk tahun 2029.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Ahmad Yani No. 1 Semarang
  • Arsitek:
    • Pola Dwipa (tahap 1)
    • Tripanoto Sri Konsultan (tahap 1)
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi (tahap 1)
    • Sarana Dwipa (tahap 1)
  • Lama pembangunan:
    • 1988 - Maret 1990 (tahap 1)
    • 1998 - 2002 (tahap 2)
  • Jumlah lantai: 12
  • Biaya pembangunan: Rp. 20 milyar (1989, setara Rp. 271 milyar nilai 2020)

Referensi

  1. "Gedung Pertokoan "Plasa Semarang" Telah Sarat Pemesan". Suara Merdeka, 4 Oktober 1989.
  2. Urip Yustono (1989). "Gedung Pertokoan 'Simpang Lima Plasa'." Majalah Konstruksi No. 139, November 1989.
  3. Iklan Toko Sepatu Virgo dan Miko Fashion. Suara Merdeka, 30 Maret 1990.
  4. Website resmi Plasa Simpang Lima. (arsip)
  5. Faisal Affan (2017). "Hotel Horison Semarang Tinggal Kenangan, Kini Resmi Berubah Nama Grand Arkenso". Tribun Jateng, 20 November 2017. Diakses 3 Januari 2020. (arsip)
  6. Eka Yulianti Fajlin (2019). "Masa Kontrak Plasa Simpanglima Semarang Habis, Ini Rencana Pemkot Semarang". Tribun Jateng, 22 Maret 2019. Diakses 3 Januari 2020. (arsip: 1, 2, 3, 4)

Lokasi

Comments