Plaza Blok M

Tempat ngeceng anak 90an. Foto oleh Google, 2015, tak bisa diulang lagi. SUMBER

Plaza Blok M, mall yang bersebrangan dengan Blok M Square ini mulai dibangun pada tanggal 15 September 1988 lewat pemancangan tiang pertama oleh Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto, selesai dibangun sekitar 1990 (menghitung keterlambatan pembangunan) dan diresmikan oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada tanggal 30 Mei 1991. Sebelumnya, Plaza Blok M dibangun di atas bekas bioskop New Garden Hall (dibuka Desember 1972) yang sudah dahulu dibongkar. Pakuwon Subentra Anggreini (sekarang Pakuwon Sentosa Abadi), pemilik kompleks ini, merogoh biaya investasi sekitar Rp. 85 milyar (nilai 1988, setara 1,2 triliun rupiah) untuk membangun mall yang asetnya mencapai Rp 1 triliun ini. Mall ini dirancang oleh Denton Corker Marshall dan sayap lokalnya Duta Cermat Mandiri, pimpinan Budiman Hendropurnomo.

Mall berbentuk modis ini dirancang dengan gaya pascamodern, menempati seluruh blok seluas 11.355 meter persegi. Dengan 8 lantai dan 1 mezzanin dan luas lantai kasar (GFA) mencapai 52.800 meter persegi ditambah sebuah atrium berukuran besar, hal ini jelas bukan tandingan tetangganya Aldiron Plaza yang luas lantainya cukup 14.051 meter persegi, atau kurang dari seperempat luasnya Plaza Blok M - atau dalam bahasa budaya pop, membuat kawula muda pindah tempat ngeceng dari Aldiron ke Plaza Blok M. Per Januari 2020, Plaza Blok M didominasi tenant utama Matahari Department Store, supermarket Giant (sebelumnya Hero), Toko Gunung Agung, dan bioskop 21.

Plaza Blok M
Atrium Plaza Blok M dibuat memutar seperti spiral. Foto DBG, Creative Commons License

Plaza Blok M konon sempat sepi akibat pergeseran tren ritel dan persaingan antar mall, dan kini kembali ramai dengan keberadaan stasiun MRT (angkutan massal cepat) Blok M dan transit yang mengarah ke Blok M Plaza. Pihak Pakuwon Jati selaku pemilik Plaza Blok M melalui laporan tahunan tahun 2018 dan web resmi mall tersebut juga mengatakan bahwa Blok M Plaza sedang dalam tahap renovasi untuk mendorong daya tarik pengunjung, seperti perlampuan, perbaikan akses jalan dan integrasi ke stasiun angkutan cepat MRT, yang saat ini menjadi satu-satunya pusat perbelanjaan yang tersambung ke layanan metro tersebut. Alhasil, dengan terintegrasinya angkutan metro, kunjungan melonjak sampai dua kali lipat dan tenant kembali membanjiri ruangan di Plaza Blok M.

Data dan fakta

  • Nama lain: Blok M Plaza (nama "Inggris", masih digunakan)
  • Alamat: Jalan Bulungan No. 76 Jakarta
  • Arsitek:
    • Denton Corker Marshall (arsitektur)
    • Duta Cermat Mandiri (architect of record)
  • Lama pembangunan: September 1988 - Mei 1991
  • Dibuka: 30 Mei 1991
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Rp. 85 milyar (1988, setara Rp. 1,2 triliun nilai 2019)
  • Signifikasi:
    • Peristiwa terkini (integrasi dengan stasiun MRT)
    • Pop culture (tempat berkumpul kawula muda era 1990an)

Referensi

  1. Esti Susanti (1988). "Blok M Plaza, pusat perbelanjaan modern". Majalah Konstruksi No. 126, Oktober 1988.
  2. Annual Report Pakuwon Jati 2018, diakses 26 November 2019. (arsip)
  3. Web resmi Plaza Blok M, diakses 26 November 2019. (arsip)
  4. Dani Prabowo (2017). "Plaza Blok M Mulai Ditinggalkan Pengunjung." Kompascom, 16 September 2017. Diakses 26 November 2019. (arsip)
  5. Fadhly Fauzi Rachman (2019). "MRT Jakarta Bikin Blok M Plaza Bangkit Lagi". Detikcom, 3 April 2019. Diakses 26 November 2019. (arsip: 1, 2, 3, 4)
  6. cp (1988). "Membangun di Blok M, "Developer" Harus Sediakan Lapangan Parkir". KOMPAS, 16 September 1988.
  7. Saptiwi Djati Retnowati; Dwi Ratih (1992). "Pusat Perbelanjaan Atrium: Kejelasan Tata Letak Unsur Penentu Keberhasilan". Majalah Konstruksi No. 174, Oktober 1992. Kutipan, hal 54 par. 9: ".....menurut Budiman yang juga menangani perencanaan arsitektur Blok M Plaza bersama DCM HongKong......"

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

Grha BNI

Mal Ciputra Jakarta

City Plaza Klender

Intiland Tower Surabaya