Hotel Ibis Slipi

Hotel Ibis Slipi
Foto SGPC, Creative Commons License
Hotel Ibis Slipi adalah hotel berlantai 16 dan berketinggian 58 meter yang dikelola oleh Grup Accor asal Perancis di bilangan Jalan Letjend S. Parman, Kelurahan Slipi, Jakarta Barat. Gedung berlanggam pascamodern ini dirancang oleh arsitek asal Perancis, Guillaume Cochin, bersama dengan tim arsitek dari Wiratman & Associates (1). Hotel yang dari atas berbentuk L ini dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM) mulai Desember 1992 hingga selesai dibangun pada September 1994, dan dibuka pada tanggal 17 September 1994 (1)(5). Investor lama yaitu PSP Inti Utama yang membangun hotel ini merogoh 82 milyar rupiah (setara Rp 740 milyar rupiah nilai 2019) untuk perencanaan, pembangunan dan investasi hotel ini (2).

Secara arsitektural, Hotel Ibis Slipi yang membawa langgam pascamodernisme, mengadaptasi kedinamisan arsitektural selaku Jakarta sebagai kota metropolitan. Konsep serasi tersebut, menurut Patricia Rosilawati dari Wiratman & Associates di dalam Laporan Perencanaan seperti yang dituang majalah Konstruksi, konsep keserasian tersebut dicapai dengan memanfaatkan lanskap koridor Jalan Letjen S. Parman. Selain itu, bila dilihat dari lapis luar, Hotel Ibis Slipi dirancang dinamis (1). Finishing bangunan menggunakan perpaduan lapis glass curtain unities yang lebih ringan dan anti-bocor, dan lapis beton (1).

Secara struktural, pondasi menggunakan Frankipile dan struktur atas menggunakan gabungan beton bertulang biasa dengan beton pra-tekan (5).

Hotel Ibis Slipi memiliki 338 kamar dengan 3 jenis kamar tidur (4). Fasilitas pada podium Hotel Ibis Slipi terdiri dari dua rumah makan, satu bar minuman, kolam renang, pusat kebugaran dan 11 balai sidang, yang semuanya dinamai setelah nama gunung (4).

Posko Lion Air

Hotel Ibis memiliki peran penting dalam perjalanan penyelesaian tragedi pesawat Lion Air Penerbangan 610, sebuah pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh pada 29 Oktober 2018. Salah satunya adalah Hotel Ibis Slipi yang menjadi tempat menginap keluarga korban pesawat jatuh dan posko pers kecelakaan pesawat Lion Air. Posko Lion Air pindah ke hotel ini pada 24 Januari 2019 setelah 3 bulan Lion Air membuka posko khusus untuk korban dan media massa di Hotel Ibis lain di Cawang (3). Tidak diketahui kapan posko tersebut ditutup, kemungkinan seusai investigasi kecelakaan selesai.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Letjen S. Parman No. 59 Jakarta
  • Arsitek:
    • Guillaume Cochin (arsitek utama)
    • Wiratman & Associates (architect of record)
  • Pemborong:
    • Decorient Indonesia
  • Lama pembangunan: Desember 1992 - September 1994
  • Dibuka: 17 September 1994
  • Jumlah lantai: 16
  • Tinggi gedung: 58 meter
  • Jumlah kamar: 338
  • Biaya pembangunan: Rp 82 milyar (1994, setara Rp. 740 milyar nilai 2019)

Referensi

  1. Retnowati, Saptiwi Djati; Dwi Ratih (1994). "Hotel Ibis Slipi, Diselesaikan 6 minggu lebih cepat dari skejul". Majalah Konstruksi No. 200, Desember 1994.
  2. Fry/Irm (1994). "Accor Perluas Jaringan Hotel di Indonesia". Media Indonesia, 19 September 1994.
  3. Martha Warta Silaban (2019). "Per Hari Ini Posko Lion Air JT 610 Pindah ke Hotel Ibis Slipi". Tempo, 24 Januari 2019. Diakses 7 November 2019. (arsip)
  4. Website resmi Hotel Ibis Slipi, diakses 7 November 2019. (arsip)
  5. Arsip website BAM Internasional, 18 Agustus 2013.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mal Ciputra Jakarta

City Plaza Klender

Gedung Sekretariat ASEAN

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)