Aldiron Plaza (update 31 Januari 2020)

Tempat kawula muda ngeceng. Foto: Majalah Konstruksi ed. September-Oktober 1978

Setiap orang yang hidup di gemerlap dekade 1970an akhir, 1980an dan 1990an di Jakarta akan mudah mengenal Aldiron Plaza. Pusat perbelanjaan di kawasan Blok M ini konon menjadi tempat berkumpul kawula anak muda di dekade tersebut, terbukti dari beberapa tulisan di dunia maya yang membahas mall tersebut (10).

Berdesain futuristis, pusat perbelanjaan rancangan PRW Architects ini mulai dibangun Mei 1977 dan selesai dibangun pada bulan Juli 1978 (lebih cepat 6 bulan dari rencana) (1)(8) menurut pengumuman iklan di harian KOMPAS, dan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo (bukan Ali Sadikin seperti yang diklaim beberapa media daring) pada tanggal 23 Desember 1978 (2). Pembangunan dilaksanakan oleh Ekatana Konstruksi (1). Mall ini dimiliki dan dikelola oleh Aldiron Hero melalui kerjasama dengan Pemda DKI selama 25 tahun, mulai 1976 sampai 2001 (9).

Memorabilia masa lalu

Aldiron Plaza menjadi populer dikalangan generasi 1970an, 1980an dan 1990an, bila menghitung beberapa tulisan yang penulis dapatkan dari sumber-sumber daring. Sumber non-daring akan penulis carikan lain hari (10).

Sosialitas pemburu barang mewah, pada era tersebut, menjadikan Aldiron Plaza rujukan karena toko-toko yang banyak menjual barang-barang mahal seperti jam, alas kaki bermerek dan perabotan mewah di lantai 1 hingga toko aparel dan tas di lantai 2 dan 3.

Bagi para penggemar video Betamax seperti penulis sendiri, rental video disebut berada di lantai 4 atau lantai 5, bersama dengan sebuah toko buku yang bangkrut setelah Gramedia Blok M berdiri.

Salah satu hal yang menjadi perhatian beberapa kalangan nostalgia generasi tersebut adalah komunitas sepatu roda Happy Day dan Lipstik yang sama-sama bermarkas disini, dan memiliki pangsa pasar yang berbeda, yaitu Happy Day untuk kalangan umum dan keluarga, sementara Lipstik lebih kepada dewasa. Di masa yang sama Aldiron Plaza, terkhusus untuk klub Lipstik, menjadi tempat berkumpulnya para penggemar breakdance alias tari kejang, terutama kompetisi tari kejang yang diadakan Radio Prambors.

Lagu Lintas Melawai karangan Hari Moekti dan Jalan-Jalan Sore karangan Guruh Soekarnoputera dan dilantunkan Denny Malik, memperteguh stereotipe "tempat ngeceng" kawula muda. Sayangnya, masa keemasan Aldiron Plaza tak bertahan lama.

Akhir zaman

Dengan perluasan Pasaraya Blok M dan dibangunnya Plaza Blok M menjadikan Aldiron Plaza semakin kehilangan citranya sebagai mallnya tempat ngeceng kaum pemuda metropolitan. Tahun 1991-1992, dikabarkan sudah ada dua kali pengosongan kios-kios mall di Aldiron Plaza untuk penataan kembali dan karena tidak mematuhi kewajiban membayar iuran (3)(4). Pada tanggal 10 Mei 1994, lantai 3 Aldiron Plaza hangus terbakar (5).

Kemerosotan Aldiron Plaza juga dituturkan salah satu blogger yang pernah berkunjung ke tempat tersebut, menyebutkan bahwa lift dan escalator Aldiron Plaza sudah bermasalah (10). Laporan yang didapat wartawan harian KOMPAS pada bulan Agustus 2000 menemukan bahwa fasilitas AC Aldiron Plaza sudah kurang dingin dan sering mati listrik (9). Puncaknya, pengelola mall, Aldiron Hero, memutuskan untuk tidak melanjutkan perawatan mall tersebut dengan alasan merugi (6).

Ajal bagi Aldiron Plaza sudah diketok mulai September 2005. Pasca kebakaran Pasar Melawai pada bulan Agustus 2005, sementara dijadikan tempat berdagang sementara korban kebakaran, Aldiron Plaza, bersama dengan Bowling Centre, direncanakan akan dibongkar untuk dijadikan proyek Pasar Melawai yang baru, direncanakan memiliki 24 lantai (7). Realitanya, hanya dibangun mall berlantai 9 bernama Blok M Square dan dibuka pada tahun 2008, dan Aldiron Plaza dan Bowling Centre sudah dibongkar pada tahun 2006 (11).

Arsitektur dan struktur

Dimensi mall rancangan Rusdi Hatamarrasjid dari PRW Architect ini, terutama tingginya yang mencapai 26 meter, memiliki panjang dan lebar masing-masing 59 dan 41 meter, dirancang dengan gaya modern (1). Luas lantai total gedung tersebut adalah 14 ribu meter persegi (1).

Salah satu fitur yang paling menonjol dari Aldiron Plaza adalah struktur kaca miringnya yang mencapai 65 derajat (1). Setyo Sunu dari PRW Architects mengatakan kepada majalah Konstruksi, struktur tersebut berfungsi meneduhkan seisi gedung dari sinar matahari. Tetapi bagi sebagian orang biasa yang tidak begitu mendalami ilmu arsitektur, desain tersebut membawa kesan futuristik (10).

Aldiron Plaza dibangun dengan sistem struktur shallow beam and slab (balok dangkal), dengan pondasi frankipile (1).

Secara fungsional, Aldiron Plaza pada saat itu juga terkenal dengan tiga pasang escalator dan dua buah lift yang mengokohkan citra tempatnya para ngeceng anak muda (1).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Melawai V Jakarta
  • Arsitek:
    • PRW Architects
  • Pemborong:
    • Ekatana Construction
  • Lama pembangunan: Mei 1977 - Juli 1978
  • Dibuka: 21 Desember 1978
  • Jumlah lantai: 5
  • Signifikasi: Pop culture (tempat berkumpul kawula muda era 1980an)

Referensi

  1. Ir. Komajaya et. al. "Aldiron Plaza, pusat perdagangan dengan pemasangan kaca yang miring 65 derajat". Majalah Konstruksi, September-Oktober 1978.
  2. HW (1978). "Tempat baru untuk pedagang lemah blok M dan Melawai". KOMPAS, 21 Desember 1978.
  3. USH; ARY (1991). "Pengosongan Kios-kios Aldiron Plaza Dinilai DPRD DKI Tidak Manusiawi". KOMPAS, 5 Juli 1991.
  4. LTH (1992). "Kios Aldiron Diambil Alih". KOMPAS, 4 Juli 1992.
  5. KSP; WE (1994). "Aldiron Plaza Dilalap Api". KOMPAS, 11 Mei 1994.
  6. p26 (2000). "Plaza Aldiron Ditelantarkan". KOMPAS, 8 Agustus 2000.
  7. nwo; naw (2005). "Pascakebakaran: Pasar Melawai Akan Dibangun Menjadi 24 Lantai." KOMPAS, 8 September 2005.
  8. KOMPAS, 10 Juni 1978 (iklan).
  9. ans (2000). "Aldiron Plaza: Dulu Termasyhur, Kini Ditelantarkan". KOMPAS, 19 Agustus 2000.
  10. Sumber-sumber berita daring mengenai Aldiron Plaza di masa lalu:
  11. Blog oleh masdoyok (Jepang), diakses 31 Januari 2020. (arsip)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 28 Januari 2020
  • 31 Januari 2020: penambahan sumber

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

Grha BNI

Mal Ciputra Jakarta

City Plaza Klender

Intiland Tower Surabaya