Sequis Center

Gedung Sequis - aka S Widjojo Centre
Pionir arsitektur hijau dan tropis. Foto pribadi, Creative Commons License

Sequis Centre, atau Sequis Center atau dahulu bernama S. Widjojo Centre, adalah bagian tak terpisahkan dari kompleks Sequis yang sarat dengan nuansa arsitektur hijau dan gaya arsitektur yang tidak konvensional. Gedung yang dewasa ini dipegang oleh Farpoint Realty, dirancang oleh tim arsitek lokal dibawah tampuk PT International Design Consultant bersama dengan Hasan Vegel dari Intaren Architects asal Thailand (sayangnya, biodata arsitek dan firma asal Bangkok ini tidak terdokumentasi), dan dibangun swadaya oleh S. Widjojo, sebuah perusahaan pembuat panel GRC yang memasok panel-panel beton ke beberapa proyek.

Pembangunan gedung berlantai 13 plus 1 basement dengan luas lantai bersih 16.300 meter persegi (net) selesai eksteriornya sejak Februari 1980, dan keseluruhan gedung belum selesai sampai pada akhir 1980, tetapi saat pertama dibangun, British Council (diresmikan 2 Oktober 1979 dan pindah 2005), Bank Susila Bhakti (pada awalnya adalah banknya kelompok Subud), Shell dan S. Widjojo sudah menempati 3 lantai pertama sejak sekitar 1977-1980, dan BSB sudah berkantor di gedung ini terlebih dahulu, saat gedungnya masih dalam tahap pembangunan awal. Pusat Kebudayaan Inggris Raya baru dibuka pada 15 September 1980 di lantai 11; sama seperti British Council, pusat kebudayaannya pindah ke Gedung BEI per 2005, dan sekarang berkantor di Office 8.

S. Widjojo Centre menghabiskan biaya Rp. 6 milyar belum termasuk biaya tanah dimana pembeliannya diklaim hasil dari pra-kontrak tenant BSB dengan S. Widjojo.

Farpoint Realty membeli gedung ini tahun 2008 yang lalu; Sequis Centre meraih gelar emas Bangunan Hijau dari Dewan Bangunan Hijau Indonesia (Indonesia Green Building Council) pada bulan Oktober 2015, menimbang efisiensi Sequis Centre mencapai hampir 30 persen.

S Widjojo Centre
Walau sekarang terlihat kecil, namun lihatlah indahnya. Foto pribadi, Creative Commons License

Arsitektural dan struktur

S. Widjojo Centre sering dibahas oleh beberapa penggemar arsitektur nasional karena penggunaan panel pelindung sinar matahari (sunscreen/tabir surya) yang efektif mengurangi penggunaan AC dan lampu, dan sesuai dengan kaidah arsitektur tropis. Penggunaan tabir surya tersebut mengondisikan udara dan panas matahari diolah secara alamiah.

Tabir surya inilah yang semakin spesial karena berbahan dasar glass-reinforced concrete, yang merupakan spesialisasi S. Widjojo. Struktur bangunan tidak terlalu istimewa: beton bertulang dengan portal dua arah, dan core gedung sebagai penahan gempa, dan pondasi rakit dengan tebal 1 meter.

Tabir surya tersebut adalah rancangan dari Hasan Vegel, dan elemen ini bersifat arsitektural, tidak mempengaruhi gedung keseluruhan.

Data dan fakta

  • Nama lama: S. Widjojo Centre
  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Kav. 57 Jakarta
  • Arsitek:
    • Intaren (Bangkok)
    • International Design Consultants (Jakarta)
  • Lama pembangunan: selesai dibangun akhir 1980
  • Jumlah lantai: 13 + 1 basement
  • Tinggi gedung: 49 meter
  • Biaya pembangunan: Rp. 6 milyar (1980, setara Rp. 171 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Arsitektur (penerapan arsitektur tropis dan hijau)

Referensi

  1. NN (1980). "S. Widjojo Centre, Gedung perkantoran yang "Berswasembada". Majalah Konstruksi, Februari 1980.
  2. Hilda B. Alexander (2015). "Sequis Center Raih Peringkat "Gold" Bangunan Hijau". KOMPAScom, 22 Oktober 2015. Diakses 22 Agustus 2019. (Arsip)
  3. Komunitas Subud tentang Bank Susila Bhakti dan S. Widjojo Centre. Diakses 22 Agustus 2019. (Arsip)
  4. Web resmi British Council, diakses 31 Agustus 2019. (arsip)
  5. ANTARA (1979). "Menteri P&K Resmikan Gedung British Council". KOMPAS, 4 Oktober 1979.
  6. NN (1980). "Ruang Kesenian Pusat Kebudayaan Inggris". KOMPAS, 15 September 1980.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI