Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia

YTKI & CityPlaza
Bloknya lebih kecil dari gedung di sekitarnya di masa kini.
Foto pribadi, Creative Commons License

Gedung YTKI dengan plot gedungnya kecil dan ramping dengan desain arsitektur modern ala salah satu gedung di Angola - mulai dibangun pada tanggal 19 Desember 1973 dengan bantuan Yayasan Friedrich Ebert (Friedrich Ebert Stiftung, FES) dari Jerman (1). Gedung yang resminya bernama Pusat Pembinaan Tenaga Kerja ini adalah hasil kerja sama antara FES dengan YTKI yang terjalin sejak 1967, termasuk pembinaan ketenagakerjaan untuk angkatan kerja di Indonesia (2)(3).

Pembangunannya disebutkan berasal dari pemborong-pemborong Jerman, sayangnya penulis sampai saat ini belum menemukan siapa saja arsitek maupun pemborong gedung yang biayanya konon diatas 11 juta Deutschemark (3), tetapi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo, menyebut bahwa Prof. Gunawan, dosennya, adalah arsitek gedung YTKI (4). (Penulis perlu bukti lebih sahih yaitu Konstruksi dan koran Merdeka atau Sinar Harapan untuk memperkuat atau membuang first-hand view Agus Prabowo)

Gedung yang luas lantainya hanya 9.037 meter persegi dan berlantai 15 ini selesai dibangun akhir 1976 dan diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 24 Februari 1977 (2)(5). Saat itu Gedung YTKI memiliki 271 yang terdiri dari asrama peserta diklat, kantor, perpustakaan, dan podiumnya memiliki auditorium (2). Saat awal operasional, Gedung YTKI sepenuhnya dikelola Stiftung, sebelum pada 21 Oktober 1980 FES akhirnya menyerahkan kepemilikan dan pengurusan Pusat Pembinaan Tenaga Kerja kepada Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (3). Kerjasama YTKI dengan Friedrich Ebert Stiftung bubar pada tahun 1992 (6).

Saat ini, Gedung YTKI dikenal sebagai tempat untuk pernikahan dengan kapasitas 1000 orang, juga tersedia penginapan di gedung ini yang berkapasitas 79 kamar.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 44 Jakarta
  • Arsitek: Prof Gunawan
  • Lama pembangunan: Desember 1973 - Februari 1977
  • Diresmikan: 24 Februari 1977
  • Jumlah lantai: 15
  • Biaya pembangunan: > 11 juta deutschmarks (1977, setara > 13 juta euro/Rp 205 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Wedding

Referensi

  1. KOMPAS, 20 Desember 1973
  2. Franz F. Harahap (1977). "YTKI Bukan Penyalur Tenaga Kerja". Sinar Harapan, 5 Maret 1977
  3. aj (1980). "Harapan Presiden, Agar Diperhatikan Pendidikan Bagi Pengusaha Kecil". KOMPAS, 21 Oktober 1980.
  4. LKPP (2017). "Membangun Dengan Hati dan Passion". Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah RI, 4 Oktober 2017. Diakses 17 Agustus 2019. (arsip)
  5. Arsip web resmi YTKI, 2 Maret 2011
  6. Web resmi YTKI, diakses 17 Agustus 2019 (arsip).
  7. Penginapan PPSM YTKI di Traveloka. Diakses 28 Oktober 2019 (arsip)
  8. Paket Pernikahan Gedung YTKI. Mantenan. Diakses 28 Oktober 2019 (arsip)

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)