Posts

Showing posts from November, 2019

Plaza Warly (terbaru 19 Juli 2020)

Image
Gedung yang sebelumnya merupakan kantor pusat dan supermarket Dwima adalah rancangan firma lokal Nusa Arte Politan, dan pemborongnya adalah Hammer Sakti untuk pondasi dan Binareka Sarana Ageng untuk struktur utama. Plaza Dwima 1, begitu nama awalnya, dibangun mulai September 1989, selesai pada bulan Desember 1990 (14 bulan), dan diresmikan 30 Mei 1991 oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto. Soal rancangan, diklaim mengikuti citra korporasi Grup Dwima dan finishingnya tipikal gedung berlanggam pascamodern era 1980an, lapis kaca dengan komposit.

Gedung Dwima I hanya berlantai 7, tinggi sekitar 27 meter dan memiliki luas lantai awal 10.891 meter persegi, yang diperkirakan sudah bertambah seiring renovasi.
Penulis tidak mengetahui nasib dari Grup Dwima pasca krisis moneter 1998. Sebelum direnovasi menjadi sebuah hotel dengan 98 kamar dan kedai kopi kelas atas, gedung ini juga diisi kedai donat Dunkin' Donuts. Tenant awal yang pernah masuk ke Plaza Warly saat masih di tangan Grup…

Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta (terbaru 16 Mei 2020)

Image
Hotel Grand Sahid Jaya di Jalan Jenderal Sudirman adalah satu dari sedikit bangunan di Jalan Jenderal Sudirman yang dibangun pada dekade 1970an, yang tetap bertahan hingga kini. Dirancang oleh tim arsitek PRW Architects, gedung ini dibangun mulai 8 Juli 1970 (1) dan selesai pada awal 1974 oleh Waskita Karya (19). Hotelnya sendiri diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 23 Maret 1974 (6).
Sejarah 1970-1986 Proyek Hotel Sahid Jaya didasari oleh kurangnya hotel bertaraf internasional di Indonesia, spesifiknya Jakarta saat itu (19); di tahun 1969, KOMPAS mewartakan bahwa hanya ada 2000 kamar hotel berstandar internasional yang beroperasi di Indonesia (20). Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi PATA (Pacific Asia Tourism Association) 1974 turut mendorong pembangunan lebih banyak ruang hotel (19).
Tetapi, awal dari proyek ini diwarnai masalah sengketa tanah. Akhir Mei 1970, tanah yang awalnya merupakan rumah-rumah, tempat usaha dan dua toko batik digusur untuk pembangunan Hotel …

Sequis Center

Image
Sequis Centre, atau Sequis Center atau dahulu bernama S. Widjojo Centre, adalah bagian tak terpisahkan dari kompleks Sequis yang sarat dengan nuansa arsitektur hijau dan gaya arsitektur yang tidak konvensional. Gedung yang dewasa ini dipegang oleh Farpoint Realty, dirancang oleh tim arsitek lokal dibawah tampuk PT International Design Consultant bersama dengan Hasan Vegel dari Intaren Architects asal Thailand (sayangnya, biodata arsitek dan firma asal Bangkok ini tidak terdokumentasi), dan dibangun swadaya oleh S. Widjojo, sebuah perusahaan pembuat panel GRC yang memasok panel-panel beton ke beberapa proyek.

Pembangunan gedung berlantai 13 plus 1 basement dengan luas lantai bersih 16.300 meter persegi (net) selesai eksteriornya sejak Februari 1980, dan keseluruhan gedung belum selesai sampai pada akhir 1980, tetapi saat pertama dibangun, British Council (diresmikan 2 Oktober 1979 dan pindah 2005), Bank Susila Bhakti (pada awalnya adalah banknya kelompok Subud), Shell dan S. Widjojo s…

Hotel Acacia Jakarta

Image
Perkenalkan Hotel Acacia Jakarta. Penulis pernah masuk di hotel ini baru-baru ini (Juli 2019, dua kali dalam jangka waktu singkat) dan mendapatkan kamar yang kenyamanannya bervariasi. Ya, hotel milik Grup Guntur Madu Tama ini dibangun oleh pemborong PT Budi Agung Wibawa dan dirancang desainnya oleh tim arsitek dari PT Inti Era Cipta (1). Interior dirancang oleh tim dari Bent Severin & Associates dari Singapura (1). Saat pembangunan, hotel ini direncanakan bernama Park Inn International Hotel sejak Mei 1994 (1). Entah bagaimana hotel ini berganti nama menjadi Acacia.
Pembangunan hotel dengan 208 kamar (3) ini dibangun mulai November 1993 (1) dan selesai dibangun pada sekitar Oktober 1995 sampai awal 1996, menghitung kemungkinan keterlambatan penyelesaian pembangunan. Hotel Acacia yang mengusung gaya arsitektur pascamodern dibuka penuh pada tanggal 21 Juni 1996 (2).
Tidak banyak yang bisa ditilik dari hotel bisnis yang berlokasi lebih dekat dengan Komisi Yudisial dan Kemensos RI di…

Apartemen Amartapura

Apartemen Amartapura, satu dari tiga apartemen yang dibangun di kawasan kota mandiri Lippo Karawaci, adalah apartemen tertinggi di Tangerang sebelum Apartemen U dibangun di sebelah Supermal Karawaci. Dikembangkan secara kerjasama antara Lippo Karawaci dengan Hyundai Engineering & Construction Co. (Korea Selatan), gedung rancangan Richard "Randy" Dalrymple (5)(7) dan tim arsitek Pacific Adhika Internusa (1) memiliki ketinggian masing-masing tower berlantai 52, 163 meter dan tower berlantai 41 lantai, 158 meter (6). (Sayangnya, Majalah Konstruksi, yang meliput proyek Amartapura, menegasikan peran Dalrymple dari laporan mereka, sebaliknya Pacific Adhika dihilangkan dari advertorial Apartemen Amartapura di KOMPAS edisi 16 Mei 1997)



Pemborong proyek Amartapura, Duta Graha Indah, bekerjasama dengan Hyundai E&C (1)(4), memulai pembangunannya pada tanggal 8 Februari 1995 (1). Lippoland pada 1994 sudah melakukan penawaran unit pra-penjualan (2) dan penjualan apartemen Amartap…

The Sultan Residence

Image
Untuk hotelnya, sabar menanti ya.......

Kembar, blocky, mewah. Begitulah yang bisa penulis jelaskan dari Apartemen Sultan Residences yang sekawasan dengan Hotel Sultan. Saat pertama dibangun, apartemen eksekutif yang awalnya bernama Hilton Residence ini memulai pembangunannya pada tanggal 23 September 1985 (3), dengan pemborong dilakukan bersama antara Handara Graha dengan Shimizu Construction (1). Tower pertama Apartemen Sultan Residences mulai dipasang panel precast-nya pada bulan Juli 1986, topping-off 25 Februari 1987 dan selesai dibangun pada tanggal 23 September 1987 (1)(3)(4).

Kemudian pada tanggal 15 April 1988 precast pertama untuk kembarannya mulai dipasang, juga dilakukan oleh pemborong yang sama (2)(3). Tower kedua Apartemen Sultan Residence topping-off pada 27 Desember 1988 dan resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1989 (3)(5). Bangunan kembar tersebut memiliki total 260 unit, 30 lantai dengan 2 basement dan tinggi bangunan 91,5 meter (bila menghitung shaft elevator yang penuli…

Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (terbaru 28 Februari 2020)

Image
Gedung YTKI dengan plot gedungnya kecil dan ramping dengan desain arsitektur modern ala salah satu gedung di Angola - mulai dibangun pada tanggal 19 Desember 1973 dengan bantuan Yayasan Friedrich Ebert (Friedrich Ebert Stiftung, FES) dari Jerman (1). Gedung yang resminya bernama Pusat Pembinaan Tenaga Kerja ini adalah hasil kerja sama antara FES dengan YTKI yang terjalin sejak 1967, termasuk pembinaan ketenagakerjaan untuk angkatan kerja di Indonesia (2)(3).

Pembangunannya disebutkan berasal dari pemborong-pemborong Jerman, sayangnya penulis sampai saat ini belum menemukan siapa saja arsitek maupun pemborong gedung yang biayanya konon diatas 11 juta Deutschemark (3), tetapi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo, menyebut bahwa Prof. Gunawan, dosennya, adalah arsitek gedung YTKI (4). (Penulis perlu bukti lebih sahih yaitu Konstruksi dan koran Merdeka atau Sinar Harapan untuk memperkuat atau membuang first-hand view Agus Prabowo)

Gedung yan…

Graha Merah Putih

Image
Graha Merah Putih, gedung bernama nasionalis ini dirancang, awalnya, oleh tim arsitek Ciriajasa dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 12 Januari 1987 dan selesai dilaksanakan sekitar awal kuartal pertama tahun 1989. Dengan luas kasar gedung 36 ribu meter persegi dan tinggi gedung mencapai 78 meter, gedung yang awalnya merupakan kantor Wilayah Telekomunikasi IV Perumtel ini dibangun di bekas gudang kabel telepon.

Desain Graha Merah Putih memang dirancang harmonis dengan Widya Graha LIPI. Kata Ir. Wibowo Iman, orang nomor satu di PT Ciriajasa kepada kru majalah Konstruksi Rahmi Hidayat dan Esti Susanti, "karena letaknya berdampingan dengan gedung LIPI yang sudah lebih dulu hadir dengan bentuk ellips, maka kami mencoba mengadaptasi dengannya [Graha Merah Putih] agar tercipta keharmonisan lingkungan." Iman juga menyinggung respek antar gedung yang sayangnya terabaikan saat Telkom malah menunjuk arsitek Australia Woods Bagot merancang ekstensinya di belakang.

Pondasi yang…

Gedung Temas Line

Image
Berlokasi di Sunter, Gedung Temas Line tergolong kurang signifikan, hanya berlantai 5 dan GFA 8.440 meter persegi (2) dengan gaya arsitektur modern. Awalnya gedung berkelir komposit aluminium dan kaca ini merupakan kantor pusat dan pabrik perusahaan kosmetika asal Jepang, Tancho, di Indonesia mulai 1995-2001. Tancho berubah nama menjadi Mandom Indonesia sejak 2001 hingga pindah kantor pusat ke kawasan industri MM2100 Bekasi medio 2015 lalu. Mandom kini berkantor di Wisma 46 dan di kawasan industri MM2100 Bekasi berikut pabriknya (6).

Mandom mengumumkan bahwa Temas Line telah menebus mahar Rp 500 milyar (2015, setara Rp 585 milyar nilai 2020) untuk tanah dan kompleks bekas Mandom Sunter. Mandom beralasan karena daerah Sunter rawan banjir dan kemacetan (3)(4) - peristiwa banjir pada Februari 2015 yang memaksa Mandom menunda produksi mereka selama dua hari, membuktikan kekhawatiran Mandom (7). Temas Line resmi berkantor dari gedung ini efektif sejak 21 September 2015 (5).

Gedung Temas L…

Kedutaan Besar Perancis

Image
Pembangunan Kedutaan Besar Perancis memang sangat berkaitan erat dengan hubungan bilateral Indonesia dengan Perancis yang dimulai sejak 1951. Belum diketahui lokasi kedutaan besar Perancis antara 1951 hingga 1973, tetapi sejak 1973 hingga sekarang, Kedubes Perancis berada di Jalan M.H. Thamrin Nomor 30, Jakarta.
Sejarah gedung Soejoedi (1973-2012)Arsitek: Soejoedi Wirjoatmodjo (Gubah Laras)Pemborong:Pembangunan Jaya (struktur)PT Taman Tropik (lanskap)Lama pembangunan: selesai dibangun September 1973Dihancurkan: Sebelum 2013Tinggi Gedung: 19 meterJumlah lantai: 5Biaya pembangunan: Rp 200 juta (1972, setara Rp 25,3 milyar nilai 2020)Signifikasi: Arsitektur (salah satu mahakarya Soejoedi) Gedung berlantai 5 ini merupakan gedung lama Kedutaan Besar Perancis yang dirancang oleh arsitek legendaris nasional Soejoedi Wirjoatmodjo dari Gubah Laras, yang terkenal dengan karyanya seperti Gedung CONEFO (sekarang DPR/MPR/DPD RI) dan berikutnya adalah Manggala Wanabhakti dan Gedung Sekretariat ASEA…

Gedung Jaya (1996)

Image
Video oleh Outger.com, karena penulis memang belum pernah memfoto gedungnya
Gedung berlantai 17 ini memang bernama Gedung Jaya (tidak ada kaitannya dengan Gedung Jaya di Thamrin milik Jayaland, kebetulan segrup dengan Jaya Property), dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan Bintaro Jaya, dan ide dari pendiri Bank Bali, Djaja Ramli, yang ingin membangun kantor Bank Bali yang dekat dengan kediaman karyawan mereka.

Gedung rancangan Arkonin ini menjalani konstruksi mulai 5 Mei 1995 dan selesai dibangun sekitar November 1996, dengan divisi kredit Bank Bali, sekarang menjadi Bank Permata, menempati Gedung Jaya Bintaro sebagai tenant perdana sejak Januari 1997. Foto gedungnya yang sudah rampung tersebut sudah terlihat di Iklan Bintaro Jaya yang terbit di harian KOMPAS tertanggal 4 Desember 1996. Jaya Konstruksi membangun gedung ini.

Gedung Jaya seluas 23.850 meter persegi ini menganut gaya modernisme akhir, dengan rangka prisma sebagai spire alias pucuknya. Lapis gedung didominasi k…

Distorsi fakta? Menara Saidah dalam media

Image
22 Mei 2019 yang lalu tim penulis dari Suar.id menerbitkan artikel tentang "fakta" Menara Saidah "milik suami Inneke Koesherawati yang terkenal angker" (arsip). Pemberitaan basi tentang subyek yang sama, dengan fakta yang menurut penulis hanya mengulang "narasi" yang ada di Internet di luar blog Setiap Gedung Punya Cerita yang mengandalkan publikasi dari tahun-tahun sebelumnya (bahkan dari tahun saat gedung tersebut dibangun) hingga akhirnya dianggap sebagai fakta. Fatalnya artikel tersebut ditulis 6 bulan setelah blog Setiap Gedung Punya Cerita menerbitkan tulisan tentang Menara Saidah (1 Desember 2018). Mari kita runut satu-per-satu isi artikel dan fakta cetaknya di koran dan majalah.

Yang pertama...... tahun pembangunan. Kebanyakan media-media termasuk dari Suar.id menyebutkan bahwa tahun pembangunan Menara Saidah berlangsung dari 1995-1998, hal ini faktual bila merujuk pada pemberitaan KOMPAS tertanggal 26 Mei 1997. Versi majalah Konstruksi edisi Des…

Perdiknas Denpasar (Jalan Tukad Yeh Aya)

Image
Perdiknas - lengkapnya Perkumpulan Pendidikan Nasional - adalah yayasan pendidikan yang menaungi SD, SMP, SMK dan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di ibu kota provinsi Bali, Kota Denpasar. Yayasan Perdiknas didirikan 1968 (4), sementara sayap universitasnya, Undiknas, berdiri sejak 17 Februari 1969 sebagai AKABA - Akademi Bank. Undiknas sebelumnya bernama Akademi Keuangan dan Perbankan AKABA (1976-1980) dan Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan (STIK) (1980-1984) (3).

Perdiknas memiliki 3 lokasi untuk sekolah dan kampus: Kampus I di Jalan Bedugul, Kampus II di Jalan Waturenggong (Pascasarjana) dan Kampus III di Jalan Tukad Yeh Aya (Yayasan dan SD/SMP/SMK Nasional). Karena keterbatasan sumber, penulis di blog ini hanya menulis Kampus III di Jalan Tukad Yeh Aya. Bila penulis menemukan sumber lain, akan ditambahkan.


Gedung PERDIKNAS di Kawasan Tukad Yeh Aya dirancang oleh tim arsitek lokal dari "CV Amertha Denpasar" dan pemborongnya dilakukan oleh pengusaha ekonomi lemah di ba…

Gedung Nindya Karya

Image
BUMN Karya memang membangun kantornya secara mandiri.

Gedung Nindya Karya yang berlokasi di Jalan M.T. Haryono Kav. 22, Jakarta ini merupakan kantor pusat BUMN pemborong Nindya Karya sejak 1987, kantor lama berada di sebelah kompleks gedung baru. Gedung Nindya Karya dirancang oleh PRW Architects dengan Ir. Warman Anwar sebagai perancang utama, sementara strukturnya dirancang oleh tim dari Jata Nurman dan dibangun sendiri oleh Nindya Karya selaku pemilik bangunan, mulai Maret 1985 dan selesai dibangun per Maret 1987.

Berlantai 8 (Nindya awalnya berharap gedung mereka berlantai 13 tetapi tidak diizinkan Pemprov DKI), dengan luas lantai 7.616 meter persegi dan tinggi 33 meter dari tanah ke atap gedung (arsitektural diestimasi 35 meter), Gedung Nindya Karya dirancang dengan gaya internasional, hanya menonjolkan struktur gedung yang kokoh dan fungsional. Lapis luar yang digunakan saat dibangun menggunakan keramik putih dan lapis hitam; pejabat Nindya Karya pada 2016 mengganti penampilan l…

Menara Topas (terbaru 2 Mei 2020)

Image
Dahulu bernama Thamrin Building, Wisma Bank Industri, Wisma Bank Surya dan Menara Eksekutif selama hayat hidupnya. Gedung yang terjepit diantara Sungai Cideng dan Jalan M.H. Thamrin ini merupakan gedung campuran kantor dan hotel dengan 16 lantai dan luas lantai total 13.478 meter persegi (2), dengan gaya arsitektur modern yang sangat elegan, dirancang oleh tim arsitek Kajima Design dengan Armekon Reka Tantra sebagai architect of record-nya (1). Pembangunan gedung yang dibangun di atas lahan sempit ini dilakukan oleh J.O. Waskita Kajima dan Kajima Corporation, mulai September 1988 dan selesai dibangun Maret 1990 (1).

Tercatat Bank Industri, Bank Surya dan Bank Eksekutif, selanjutnya Bank Pundi pernah menempati gedung ini. Mulai September 2015 hingga Agustus 2016, dua lantai terbawah dan lantai 6-11 dialihfungsikan menjadi Hotel Four Points by Sheraton, berkapasitas 164 kamar (3)(4) - menyisakan lantai 12-16 untuk kantor (3).

Sejak 24 April 2020, kepemilikan gedung Menara Topas, eks Wi…