World Trade Centre Jakarta (terbaru 5 Juli 2020)

World Trade Centre Jakarta

World Trade Centre Jakarta, begitulah nama resminya dengan penulisan Inggris Raya (19), kebanyakan media massa menulis World Trade Center. Kompleks perkantoran yang ditempati banyak perusahaan kelas dunia ini berada di pojokan Jalan Prof. Dr. Satrio dan Jenderal Sudirman, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 29-31 di Jakarta. Kompleks WTC ini dimiliki dan dikembangkan oleh PT Jakarta Land, perusahaan kerja sama Central Cipta Murdaya (sebelumnya dipegang PT Metropolitan Kentjana) dan perusahaan properti asal Hong Kong, Hongkong Land.

Tiga blok pertama, WTC 1, WTC 5 dan WTC 6 keseluruhan dirancang oleh Palmer & Turner bersama dengan partner lokal Perentjana Djaja. Dua tower terbarunya, WTC 2 dan WTC 3 sudah tidak lagi melibatkan Palmer & Turner dan Perentjana Djaja, sebaliknya kedua gedung berlapis kaca tersebut dirancang Aedas bersama dengan partner lokal yang berbeda.

Selain perkantoran sewa, WTC Jakarta juga dilengkapi instalasi seni permanen (24), ruang ritel (termasuk perbankan, kafe, dan restoran), hingga ajang pernikahan Mercantile Penthouse Wedding di lantai penthouse WTC 1 (23).

Lisensi Creative Commons dapat anda lihat di halaman Flickr masing-masing foto.

World Trade Centre 5 (1976)

WTC5 - Wisma Metropolitan 1
Gedung yang pertama dibangun
dengan formwork kayu ......

Inilah gedung pertama yang dibangun di kompleks World Trade Centre, dengan gaya internasional dan dirancang oleh Palmer & Turner bersama dengan Perentjana Djaja.

Sebelumnya bernama Wisma Metropolitan dan selanjutnya diberi nomor 1 setelah Wisma Metropolitan 2 dibangun, WTC 5 yang merupakan gedung pertama di Indonesia dengan pratekan post-tensioning ini dibangun mulai 1973 (1) dan selesai dibangun 1976, karena menurut pewarta majalah bulanan Southeast Asia Building, karena formwork-nya hanya berupa kayu, memperlambat lama kerja pembangunan (1). Versi Majalah Konstruksi memberi tanggal pembangunan mulai 1974 dan selesai 1976 (2).

Jalan Jenderal Sudirman pada tahun 1977, dengan Wisma Metropolitan di depannya, di belakang adalah Hotel Sahid Jaya dan Arthaloka
Wisma Metropolitan I, sendiri di tahun 1977.
Sumber: Majalah Konstruksi ed. Juli-Agustus 1977.

Wisma Metropolitan 1, yang pernah ditempati IBM, Sun Life Financial, FWD, Sun Microsystems, dan Metrodata ini diborong pembangunannya oleh joint operation Tiwa Muda Contractors dengan Koninklijke Nederlandsche Maatschappij voor Havenwerken (Royal Netherlands Harbour Works) (16). WTC 5 memiliki luas lantai (semi gross) 18 ribu meter persegi yang bisa disewakan untuk umum. Gedung berlantai 19 ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 15 Maret 1977 (16). Sebelum Grup Salim membangun Wisma Indocement, Indocement dan Bogasari sempat berkantor di gedung ini.

Kini, tenant yang tercatat menempati gedung ini salah satunya Simon Elektrik.

Pada 14 Mei 1986, parkiran Wisma Metropolitan 1 diserang bom mobil oleh teroris (4).

Data dan fakta

  • Nama lama: Wisma Metropolitan, Wisma Metropolitan 1
  • Arsitek:
    • Palmer & Turner (arsitek desain)
    • Perentjana Djaja (architect of record)
  • Pemborong:
    • J.O. Koninklijke Nederlandsche Maatschappij voor Havenwerken dan Tiwa Muda Contractors
  • Lama pembangunan: 1973 - 1976
  • Dibuka: 15 Maret 1977
  • Jumlah lantai: 19 + 1 basement
  • Tinggi gedung: 70 meter
  • Signifikasi: Tidak ada

World Trade Centre 6 (1985)

WTC6 - Wisma Metropolitan 2
..... dan adiknya dibangun
dengan metode yang
lebih efisien.

Karena Jakarta Land menganggap Wisma Metropolitan dengan konsep dan rancangan berlanggam internasionalnya berhasil, akhirnya Wisma Metropolitan 2 pun dibangun sesuai dengan rancangan besar yang dibuat Palmer & Turner/Perentjana Djaja (1)(2). Tak hanya itu, manfaat memiliki gedung kembar adalah memangkas ongkos jasa ke arsitek, mengingat desainnya kembar identik (1).

Wisma Metropolitan 2, begitu nama lama World Trade Centre 6, dibangun oleh Jaya Konstruksi mulai Mei 1983 dan selesai dibangun Mei 1985 (1)(2), memakan 24 bulan penuh. Pembangunan gedung ini dilanda musibah dua kali: pada malam tanggal 10 Agustus 1983, saat struktur lantai mencapai lantai 3, proyek terbakar habis termasuk crane yang tumbang dan gudang yang ikut tersambar api (1)(2)(20). Diduga, kebakaran terjadi karena korsleting listrik (20). Khawatir struktur tidak stabil, struktur yang terbakar tersebut akhirnya dihancurkan dengan penggaruk dan dinamit (1). Proyekpun diulang November 1983 (2), dan tak lama berselang, 4 Januari 1984, salah satu buruh bangunan tewas terpleset dari lantai 2 proyek Wisma Metropolitan 2 (5). Gedung berkelir putih tersebut diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto pada tanggal 19 Oktober 1985 (16).

Gedung yang dibangun bebas kolom dan berpratekanan ini memiliki atap penghubung yang berfungsi menghubungkan kedua gedung.

Saat selesai dibangun, WTC 6 menjadi kantor HSBC yang pindah dari Wisma Hayam Wuruk, sampai pada 1992 HSBC pindah ke WTC 1, dan Bank Indonesia Raya (Bank BIRA) sebelum runtuh oleh krisis ekonomi (25). Kini, WTC 6 merupakan kantor pusat Commonwealth Bank of Australia di Indonesia sejak 2 Juli 2001 (menyusul pembukaan cabang di gedung ini yang terlebih dahulu dilakukan pada Desember 2000) (18) dan FWD Insurance.

Data dan fakta

  • Nama lama: Wisma Metropolitan 2
  • Arsitek:
    • Palmer & Turner (arsitek desain)
    • Perentjana Djaja (architect of record)
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi
  • Lama pembangunan: Mei 1983 - Mei 1985
  • Dibuka: 19 Oktober 1985
  • Jumlah lantai: 19 + 1 basement
  • Tinggi gedung: 70 meter
  • Signifikasi: Tidak ada

World Trade Centre 1 (1992)

Barangkali inilah gedung yang perlu diklarifikasi dari segi "kapan gedung ini selesai". Emporis dan Skyscraperpage sama-sama mengutip 1985 sebagai tahun penyelesaian World Trade Centre 1; tahun 1985 adalah tahun dimana Wisma Metropolitan 2 selesai, bukan WTC 1.

WTC Jakarta
Aku dikira lahir 1985.

Ketika Majalah Konstruksi pada tahun 1985 mewawancarai Ir. Julianto Mudjiprawiro, Leasing Manager PT Jakarta Land kala itu, mereka sudah menyimpan rencana membangun gedung ketiga berlantai 30 (2), yang menjadi bakalnya WTC 1. Realitasnya, WTC 1 hanya memiliki 20 lantai, dengan luas lantai lettable 40 ribu meter persegi (3).

Tim arsitek Palmer & Turner dan Perentjana Djaja yang bersama-sama merancang WTC 5 dan WTC 6, kembali berkolaborasi dalam perancangan WTC 1 (3). Pemborongnya nyaris sama, andai Jaya Konstruksi tidak mengadakan J.O. dengan Dimensi Engineering (3). Pembangunan WTC 1 dilakukan mulai April 1990, dan selesai pembangunannya pada Januari 1992 (3). Ya, 1992, bukan 1985. Dan dibuka 31 Januari 1992 oleh Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto (16).

Desain yang diusung gedung ini cukup sedikit variatif walau masih manut dengan gaya internasional agar harmonis dan berbaur dengan gaya arsitektur WTC 5 dan WTC 6 (3). Variasi yang diberikan adalah bidang lengkung (3) di lantai teratas gedung dengan ketinggian 90 meter ini (6). Finishing menggunakan aluminium cladding dan podium memakai granit (3).

Instansi dan perusahaan yang berkantor di gedung ini terdiri dari Kedutaan Besar Kanada, Irlandia, Panama dan Ekuador (7), HSBC sejak 1992, Walt Disney Indonesia (17), Colliers International, serta pelbagai perusahaan lainnya.

Data dan fakta

  • Arsitek:
    • Palmer & Turner (arsitek desain)
    • Perentjana Djaja (architect of record)
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi-Dimensi Engineering J.O.
  • Lama pembangunan: April 1990 - Januari 1992
  • Dibuka: 31 Januari 1992
  • Jumlah lantai: 20
  • Tinggi gedung: 90 meter
  • Signifikasi: Tidak ada

World Trade Centre 2 (2012)

WTC2 - Menara Bank Permata
"PermataBank is here"

Setelah 16 tahun tidak ada perkembangan baru di World Trade Centre Jakarta, terutama setelah tumbangnya ekonomi Indonesia di masa krismon, baru pada 2008 Jakarta Land membangun gedung barunya di kawasan WTC. Desain gedungnya dirancang oleh Aedas dari Singapura (10)(11), bekerja sama dengan PTI Architects (10)(11) dengan dominasi lapis curtain wall di sekujur tembok gedung, bertolak belakang dengan khittah arsitektural gaya internasional yang diusung Perentjana Djaja dan Palmer & Turner.

Pemborong World Trade Centre 2 adalah Balfour Beatty Sakti (10)(11)(12), patungan Berca alias CCM (satu dari pemilik Jakarta Land) dan pemborong asal Inggris Raya Balfour Beatty. Belakangan Balfour Beatty Sakti sudah ganti baju menjadi BB Sakti atau Berca Buana Sakti. WTC 2 dibangun dari 2008 hingga 2012 (12).

Gedung berlantai 30 lantai dengan luas lantai 60 ribu meter persegi ini (9) menjadi kantor pusat dari Bank Permata sejak 18 Maret 2013 dan menyewa 21 ribu meter persegi ruang kantor, meninggalkan gedung lamanya yaitu Gedung Bank Permata (8). World Trade Centre 2 bersertifikat BCA Green Mark karena diklaim sangat irit listrik dan air, dan proteksi lingkungan yang baik. Biaya pembangunannya tergolong fantastis, yaitu Rp 3 triliun rupiah (2013) (16). Gedung ini pada saat 2014 disewakan dengan harga USD 48 per meter persegi (setara USD 52,94 atau Rp. 769 ribu nilai 2020) (22).

Selain menjadi kantor pusat dan cabang utama Bank Permata, gedung ini juga menjadi kantor dari Apple (22), SAP, dan UNICEF di Indonesia (pindah dari WTC 6), juga Pertamina Hulu Mahakam, Total, Societe Generale, hingga Asahimas Chemical.

Bicarakan kenapa akhirnya banyak gedung baru di Jakarta dipenuhi golongan lapis kaca.

Data dan fakta

  • Arsitek:
    • Aedas (arsitek desain)
    • PTI Architects (architect of record)
  • Pemborong:
    • Balfour Beatty Sakti/Berca Buana Sakti
  • Lama pembangunan: 2008 - 2012
  • Jumlah lantai: 30
  • Tinggi gedung: 160 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 3 triliun (2013)
  • Signifikasi: Tidak ada

World Trade Centre 3 (2018)

World Trade Centre 3
Tinggi dan menjulang.

Ini merupakan tambahan baru dari World Trade Centre. Masih merupakan rancangan dari Aedas, yang untuk gedung ini dirancang bersama dengan Anggara Architeam (13), koil pemanas jalanan Jakarta ini memiliki tinggi 209 meter (14) dan jumlah lantai 44 (14), tertinggi di kawasan WTC Jakarta.

Pemborongnya masih tidak jauh-jauh, yaitu Balfour Beatty Sakti (12)(13)(14), mengadakan tugasnya mulai 2013 dan selesai 2018 (14). Koil pemanas seluas 69 ribu meter persegi (13) ini menghabiskan biaya Rp 3,3 triliun (15). Koil pemanas ini bersertifikat BCA Green Mark Gold karena diklaim menerapkan konstruksi yang ramah lingkungan, dan memenangkan Indonesia Property Awards 2015 dalam kategori arsitektur perkantoran terbaik (15).

Adapun perusahaan yang berkantor adalah PricewaterhouseCoopers, ANZ yang berpindah dari kantor lamanya, ABB Sakti Industri (sebelumnya di WTC 1), hingga Pfizer.

Data dan fakta

  • Arsitek:
    • Aedas (arsitek desain)
    • Anggara Architeam (architect of record)
    • Davy Sukamta & Rekan (struktur)
  • Pemborong:
    • Balfour Beatty Sakti/Berca Buana Sakti
  • Lama pembangunan: 2015 - 2018
  • Jumlah lantai: 44 + 5 basement
  • Tinggi gedung: 209 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 3,3 triliun (2015)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Rama Slamet; Angelina Lim; Andrew YC Loh (editor) (1985). "Wisma Metropolitan II: A Reflection of Success". Southeast Asia Building, April 1985
  2. Muhammad Zaki; Urip Yustono; Ir. Santoso Sutrisno (editor) (1985). "Wisma Metropolitan II, meningkatkan fasilitas". Majalah Konstruksi, Agustus 1985
  3. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati; Urip Yustono (1992). "Gedung World Trade Centre: Satu Ekspresi Dengan Wisma Metropolitan I dan II". Majalah Konstruksi No. 168, April 1992
  4. WE; J; NUG; DS; DN (1986). "Diusut Terus, Rangkaian Ledakan di Tiga Tempat. Pangdam Jaya: Masyarakat Tetap Tenang". KOMPAS, 15 Mei 1986.
  5. y (1984). "Terjatuh dari Lantai II". KOMPAS, 7 Januari 1984.
  6. Skyscraperpage untuk World Trade Centre 1, diakses 6 Agustus 2019.
  7. Info Ekspatriat di Indonesia, diakses 6 Agustus 2019. (arsip)
  8. Dina Mirayanti Hutauruk (2013). "Bank Permata Resmi Pindah Kantor ke WTC II". Okezone, 18 Maret 2013.
  9. Catatan Council on Tall Buildings and Urban Habitat untuk WTC 2, diakses 6 Agustus 2019.
  10. Website resmi WTC 2 - detail (arsip - detail)
  11. PTI Architects (arsip)
  12. Berca Buana Sakti: WTC 2/WTC 3 (arsip: WTC 2/WTC 3)
  13. Website resmi WTC 3 - detail (arsip - detail)
  14. Catatan Council on Tall Buildings and Urban Habitat untuk WTC 3, diakses 7 Agustus 2019.
  15. Hilda Alexander (2015). "WTC 3 Sudirman Dirancang Setara Gedung Perkantoran di New York". KOMPAS.com, 6 September 2015. Diakses 7 Agustus 2019. (arsip)
  16. Plakat gedung
  17. Tasya Simatupang (2017). "7 jenama Indonesia digandeng Disney". Beritagar, 3 Maret 2017. Diakses 1 Oktober 2019 (arsip).
  18. Laporan Tahunan CommonwealthBank Indonesia 2004 (arsip)
  19. Website resmi Jakarta Land (arsip)
  20. J-3; U-2; R-7 (1983). "Bangunan Wisma Metropolitan II Habis Terbakar". Sinar Harapan, 11 Agustus 1983.
  21. eb (1984). "Di Gedung Jangkung, Pembeli Tetap......." TEMPO, 30 Juni 1984.
  22. Tabita Diela (2014). "Apple Indonesia Resmi Berkantor di World Trade Center II". KOMPAS.com, 26 Mei 2014. Diakses 5 Juli 2020. (arsip
  23. Mercantile Penthouse Wedding (arsip)
  24. ART at WTC (arsip)
  25. Profil Bank BIRA. Bloomberg. Diakses 5 Juli 2020 (arsip).
  26. Situs resmi:

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 25 Oktober 2019
  • 30 Desember 2019: penambahan berita kebakaran Wisma Metropolitan II dari harian Sinar Harapan dan foto Metropolitan 1
  • 20 Juni 2020: Perubahan minor; Commlife berganti nama pasca diakuisisi FWD
  • 27 Juni 2020: Penambahan informasi tenant Bogasari dan Indocement
  • 5 Juli 2020: Pergeseran tenant dicocokkan akhir-akhir ini.

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Wisma Bumiputera Bandung (terbaru 25 Mei 2020)

Menara Imperium

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)