Wisma Slipi

Wisma Slipi
Foto pribadi, Creative Commons License

Wisma Slipi, sebelumnya bernama Wisma Bisnis Indonesia, adalah gedung perkantoran sewa pertama di kawasan Jakarta bagian barat (walau Wisma Slipi bukanlah gedung perkantoran yang pertama di Jakarta Barat, karena sebelumnya sudah ada gedung Bank Dewa Rutji dan kantor PUSRI yang lebih dahulu dibangun), dibangun di samping Slipi Jaya Plaza yang disebut-sebut oleh Majalah Konstruksi (ed. November 1990) (2) sebagai "pionir di bidang pertokoan di wilayah Jakarta Barat".

Wisma Slipi dirancang oleh tim arsitek dari Arkonin, segrup dengan pengembang Pembangunan Jaya yang mengembangkan gedung dengan floorplate 22 ribu meter persegi ini (1), dan pembangunannya digarap oleh pemborong satu grup lainnya, Jaya Konstruksi, dan subkontraktornya digarap afiliasi Grup Jaya lainnya, Wisma Slipi dibangun mulai Juni 1990 (2) dan selesai dibangun sekitar November 1991 (1). Pembangunan Jaya merogoh kocek Rp 52 milyar, nilai 1992, untuk membangun gedung berlantai 14 ini (1).

Saat selesai dibangun, Wisma Bisnis Indonesia kala itu menjadi kantor baru harian ekonomi dan bisnis Bisnis Indonesia mulai 18 Februari 1992 (4), pindah dari sebuah rumah sewaan di Jalan Kramat V yang ditempati oleh Bisnis Indonesia dari awal berdirinya pada 1985 (3)(4). Pengelola gedung Wisma Slipi adalah PT Wisma Jaya Artek yang merupakan patungan Pembangunan Jaya dan Bisnis Indonesia. 13 tahun kemudian, tepatnya 1 Januari 2005 (3)(4), Bisnis Indonesia pindah ke gedung baru beserta nama "Wisma Bisnis Indonesia" di Jalan KH Mas Mansyur, dekat kawasan segitiga emas Jalan Sudirman, menjadi awal dari nama "Wisma Slipi". Kini Wisma Slipi menjadi kantor perusahaan dari berbagai sektor bisnis, termasuk sayap pembiayaan Bank Panin, Clipan Finance (5).

Arsitektur dan struktur

Wisma Slipi bisa dibilang merupakan gedung yang "tak begitu istimewa", dengan gaya arsitektur pascamodern-nya yang sangat berkelir kaca berwarna perunggu (1). Sedikit sentuhan variasi cat pada bagian utara dan selatan bangunan yang awalnya dicat berwarna perunggu juga (1), kini berwarna putih. Rancangan bentuk bangunannya sendiri hanya bersifat legibility (mudah terlihat) dan variasi agar bangunan tak monoton (1). Wisma Slipi, dengan 14 lantai, dilengkapi dengan gedung parkir berlantai 6 dengan kapasitas 370 mobil (1).

Secara struktur, Wisma Slipi, baik tower dan gedung parkirnya, menggunakan pondasi tiang pancang berkedalaman mulai 12,5 meter sampai 17 meter diatas tanah keras (1), dan struktur utama berupa open frame dengan kolom dan balok dipratekan dan dipadukan dengan shear wall untuk core dan tembok utara dan selatan bangunan (1).

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Wisma Bisnis Indonesia
  • Alamat: Jalan Letjend. S. Parman Kav. 12 Jakarta
  • Arsitek: Arkonin
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi (struktur dan finishing, manajemen konstruksi)
  • Lama pembangunan: Juni 1990 - November 1991
  • Jumlah lantai: 14 + 1 basement
  • Biaya pembangunan: Rp 52 milyar (1992, setara Rp 550 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1992). "Wisma Bisnis Indonesia: Mengacu Pada Prinsip Desain Efektif". Majalah Konstruksi No. 169, Mei 1992.
  2. Djati Retnowati, Saptiwi (1990). "Gedung Perkantoran Slipi: Dengan konsep 'Semi Post Modern'." Majalah Konstruksi No. 151, November 1990.
  3. Arsip web resmi Bisnis Indonesia, 4 Juli 2014
  4. "Profil Bisnis Indonesia." Bisnis.com, 14 Desember 2012. (Arsip)
  5. Web resmi Clipan Finance (Arsip)

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

City Plaza Klender

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)