Wisma CIMB Niaga Bandung (terbaru 3 Januari 2020)

Gedung CIMB Niaga
Pemanis cakrawala Simpang Lima.
Foto pribadi, Creative Commons License

Wisma CIMB Niaga, dulu bernama Lippo Centre atau Wisma Lippo Bandung, dirancang oleh tim arsitek dari Denton Corker Marshall dari Australia melalui biro Hongkong dan partner lokal Duta Cermat Mandiri, dan dibangun oleh pemborong Total Bangun Persada mulai Februari 1991 dan rampung pada tanggal 2 Maret 1992, saat Wagub Jawa Barat Karna Suwanda meresmikan gedung kaca berlantai 11 ini. Wisma CIMB Niaga konon menjadi gedung perkantoran multitenant pertama di Bandung yang beroperasi, sekaligus proyek pertama Lippo di luar Jakarta.

Secara arsitektural, bangunan ini bersifat fungsional dan simpel (form follow function) dengan sedikit nuansa pascamodernisme pada podiumnya, klaim tim arsitek dari Duta Cermat Mandiri, ingin menyesuaikan model podium dengan nuansa art deco yang mendominasi lanskap arsitektur Jalan Asia Afrika. Selebihnya, gedung berlapis kaca dan granit ini tidak memiliki keistimewaan lain baik dari segi fitur arsitektur maupun strukturnya yang menerapkan pondasi monopile dan struktur atas frame terbuka, tembok geser dan penulangan beton biasa.

Sesuai namanya, gedung berlantai 11 dan 1 semibasement ini ditempati oleh Bank Lippo mulai 1992 hingga melebur ke CIMB Niaga pada 2008.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Lippo Centre Bandung, Wisma Lippo Bandung
  • Alamat: Jalan Gatot Subroto No. 2 Bandung
  • Arsitek:
    • Denton Corker Marshall (arsitek desain)
    • Duta Cermat Mandiri (architect of record)
    • Ketira Engineering Consultants (struktur)
  • Pemborong:
    • Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: Februari 1991 - Maret 1992
  • Jumlah lantai: 11 + 1 semibasemen
  • Biaya pembangunan: Rp 25 milyar (1992, setara Rp 257 milyar rupiah nilai 2020)

Referensi

  1. Rakhidin; Dwi Ratih (1992). "Lippo Centre Bandung: Tampil Sebagai Pelopor di Kota Bandung". Majalah Konstruksi No. 171, Juli 1992.
  2. "Karna Suwanda Resmikan Kantor Lippo Bank Wilayah Jabar Senilai Rp 25 Miliar: Bank Urat Nadi Kehidupan Ekonomi Negara". Pikiran Rakyat, 3 Maret 1992.

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 11 Oktober 2019
  • 3 Januari 2020: penambahan detil peresmian dari harian Pikiran Rakyat

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai