Graha PPI

Wisma Dharma Niaga
Wawasan Nusantara. Foto pribadi, Creative Commons License

Gedung berlantai 5 ini merupakan kantor PT Dharma Niaga atau yang kini menjadi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (sejak 2003) sejak awal 1993. Hanya 5 lantai, gedung bergaya pascamodern dengan aksen wawasan nusantara yang kuat (1) ini merupakan kantor komersil disamping menjadi kantor pusat PT PPI. Graha PPI dirancang oleh tim arsitek dari Atelier 6 (1) dan strukturnya dirancang oleh Decimal Engineering (1), dan pemborongan dilakukan oleh PT Adhi Karya (1). Pembangunan dilangsungkan mulai 24 Juli 1991 (2) dan selesai sekitar November 1992, bila menghitung laporan wartawan KOMPAS yang melaporkan bahwa Wisma Dharma Niaga, nama lama gedung ini, sudah selesai dibangun, per 6 Desember 1992 (2). Dharma Niaga merogoh Rp. 17,5 milyar (nilai 1992) untuk membangun Graha PPI termasuk denda (2).

Graha PPI menjadi aset properti pertama PT Dharma Niaga yang bergerak di bidang ekspor-impor dan distribusi (2). Rencana Dharma Niaga membangun hotel dan perkantoran di kota-kota lain di Indonesia (2) belum jelas, atau kemungkinan batal.

Secara struktur, lokasi gedung yang berada sangat dekat dengan Istana Negara membuat Graha PPI memiliki lapis beton yang tahan peluru dan lantai di atas lantai 4 tak boleh disewakan (1), harus ditempati sendiri. Hal ini adalah konsekuensi dari pelanggaran terhadap larangan dari Pemprov DKI untuk membangun bangunan niaga di ring 1 diatas 4 lantai (1), termasuk denda yang dijatuhkan ke Dharma Niaga oleh Pemprov (2). Pondasi menggunakan pondasi rakit karena keadaan tanah yang kurang stabil (1).

Graha PPI memiliki luas lantai bangunan total 16.005 meter persegi dan memiliki 2 lantai basement dan lahan terbuka untuk parkir keseluruhan 157 mobil (1).

Data dan fakta

  • Nama lama: Wisma Dharma Niaga
  • Alamat: Jalan Abdul Muis No. 6-10 Jakarta
  • Arsitek:
    • Atelier 6 (arsitektur)
    • Decimal Engineering (struktur)
  • Pemborong: Adhi Karya
  • Lama pembangunan: Juli 1991 - November 1992
  • Jumlah lantai: 5
  • Biaya pembangunan: Rp. 17,5 milyar (1992, setara Rp. 180 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Saptiwi Djati Retnowati (1991). "Info Proyek: Gedung PT Dharma Niaga". Majalah Konstruksi No. 160, Agustus 1991.
  2. tat (1992). "PT Dharma Niaga Terjun ke Bisnis Properti". KOMPAS, 7 Desember 1992.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

City Plaza Klender

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)