Wisma Budi (terbaru 30 Desember 2019)

Wisma Budi
Koleksi pribadi - Creative Commons License

Gedung berlapis kaca dan berlantai 9, berada diantara kompleks Wisma Tugu dan Gedung Wirausaha di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek lokal dari PT Perkasa Kharisma Estetika, gedung berlantai 9 dan 1 basement ini murni berlapis kaca dan lapis aluminium Alucobond warna perak anodik dan granit di lantai terbawah. Luas lantai total bangunan sudah termasuk core, adalah 12 ribu meter persegi (1).

Pembangunan dilaksanakan oleh Jaya Konstruksi mulai Maret 1989 (1) dan diperkirakan selesai pada awal Oktober 1990 - hal ini diestimasi penulis, karena Wisma Budi resmi digunakan dan ditempati oleh Sungai Budi Group sejak 29 Oktober 1990 (4).

Per 2019, gedung yang strukturnya beton bertulang pratekan ini diisi oleh variasi perusahaan, mulai dari Bank Tabungan Negara hingga grup-grup dibawah Sungai Budi Group yang beken dengan merek Rose Brand (2)(3).

Begitulah para Dilanowcy, salah satu kisah singkat Wisma Budi yang menjadi legiun lapis kaca era 1990 sekaligus bangunan yang akhirnya hidup dari zaman Dilan.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C6 Jakarta
  • Arsitek: Perkasa Kharisma Estetika
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi (struktur dan arsitektur)
    • Multi Kreasi Indonesia (kelistrikan dan mekanik)
  • Lama pembangunan: Maret 1989 - Oktober 1990
  • Jumlah lantai: 9 + 1 basement
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Zaki, Muhammad (1989). "Gedung Perkantoran Budi Delta Swakarya". Majalah Konstruksi No. 139, Oktober 1989.
  2. Google Maps
  3. Website resmi Sungai Budi Group (arsip)
  4. Bisnis Indonesia, 1 November 1990 (iklan)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 6 September 2019
  • 30 Desember 2019: iklan di harian Bisnis Indonesia memastikan data tahun pembangunan

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Menara Imperium