Duta Merlin (update 19 September 2019)

Artikel ini mengandung bahasa umpatan dan opini yang berlawanan dengan pendapat mayoritas netizen. Bacalah secara bijak, disinilah bagaimana opini berjalan dan berfungsi.

Dilihat dari depan. Sumber: Sinar Harapan, 25 Agustus 1976 (kualitas fotokopi)

Duta Merlin. Dibenci dan dinodai. Dicerca karena tidak punya sejarah sekaya Hotel des Indes, pendahulunya. Sebuah mall berlantai 5 rancangan Raysoeli Moeloek dan Michael Sumarijanto ini hanya dibahas saat media-media daring berbicara sangat keras soal Hotel des Indes. Tahulah, itu hanya hotel sampah tak bertuan yang dibangun para kolonialis penindas bangsa Indonesia, bukan? Beruntung ada Hotel Indonesia yang membunuh Hotel des Indes pelan-pelan hingga tamat di tangan penggaruk (excavator) pada 1971 (A1) lalu. Dan Duta Merlin tidak kalah cantik dan indah dari Hotel des Indes yang tidak berguna tersebut sebelum para seniman urban merias tembok timur Duta Merlin yang sepertinya sudah direnovasi berkali-kali (lihat subbab mural "Off The Wall").

Penulis sudah menyebut perancang gedungnya. Struktur dirancang oleh tim perancang dari Ove Arup & Partners, dan kelistrikan oleh Liu Cheng Consulting Engineers, dan pembangunan diadakan oleh PT Pembangunan Perumahan (A1)(A2) mulai Oktober 1974 (A1) dan selesai sekitar Juli 1976 (A2). Grand opening sendiri dilakukan sekitar Desember 1976. Penulis belum menemukan sumber lain untuk pembukaan resminya selain yang penulis kutip dari advertorial Duta Merlin di harian petang Sinar Harapan tertanggal 25 Agustus 1976.

Sinar Harapan, 25 Agustus 1976 (kualitas fotokopi)

Gedung dengan luas lantai bersih 12.700 meter persegi (A1) ini memiliki 5 lantai yang saat itu keseluruhan ditujukan sebagai gabungan perkantoran dan pertokoan. Di masanya, Duta Merlin diisi supermarket Sarinah Jaya, Optik Tunggal, Duta Electronics, bakul cawat Rider, Revlon hingga perusahaan mobil sewaan yang armadanya hanya terdiri dari mobil Holden (Udatimex) (A1). Lantai teratas, lantai 5, ditempati oleh lounge Jakarta Sky Room International. Tidak ketinggalan salon kecantikan Rudy Hadisuwarno dan Multi Hair dan apparel Tiffany's (bila ingatan penulis benar, karena penulis tak sempat memfotokopi iklannya dari arsip Sinar Harapan di PNRI Salemba) (A1).

Secara retrospektif, penulis mungkin tak bisa membayangkan tenant-tenant tersebut ikut diberitakan dibanding sekarang, dimana Duta Merlin lebih ramai dengan supermarket dari Perancis Carrefour.

Struktural gedung Duta Merlin juga dijabarkan di Sinar Harapan, sehingga untuk detil struktur gedung ini, Setiap Gedung Punya Cerita tak lagi harus menggerebek perpustakaan untuk mencari Majalah Konstruksi. Pondasi tiang pancang beton precast, 685 butir, kedalaman ~16 meter, struktur dan finishing beton bertulang (A1). Finishing interior tergantung tenant (A1). Tinggi bangunan adalah 30 meter, yang artinya tinggi per lantai 6 meter - berdasarkan pemberitaan Detikcom (B6).

Dalam sumber yang sama, memang Duta Merlin direncanakan memiliki gedung perkantoran dan hotel (A1), tetapi dengan waktu terlanjur berjalan - dari masa Scooby Doo hingga Craig of the Creek - Duta Merlin justru membangun ruko, ibarat melempar bensin ke api amarah para fanatik arsitektur yang terlanjur marah soal pembongkaran Hotel des Indes.

Mural "Off The Wall"

Duta Merlin Graffiti
2019. Foto koleksi pribadi, Creative Commons License

Walaupun PT Duta Merlin sebagai perencana dan Moeloek dan Sumarijanto yang merancang mall Duta Merlin dihujat, dicemooh dan dilupakan, bagi kalangan artis jalanan Perancis dan Indonesia yang menjadikan tembok kanvas mereka, tembok polos Duta Merlin adalah kanvas raksasa mereka. Bertepatan dengan gelaran Off The Wall yang diadakan Institut Français d'Indonésie di kantor Kedubes Perancis Thamrin dan Duta Merlin, yang berseberangan dengan Hotel Yello Harmoni yang menjadi sponsor hajatan seni urban ini, mural permanen tersebut dibuat pada tanggal 1 s/d 4 Mei 2019 yang lalu (B1).

Duta Merlin Graffiti
ki-ka: mural buatan Katre, Darbotz, Stereoflow dan L'atlas.
Foto koleksi pribadi, Creative Commons License
Mural tersebut dibuat oleh empat orang, Jules Dedet Granel alias "L'Atlas", "Darbotz", Adi Dharma alias "Stereoflow" dan Antonin Givern alias "Katre" (B1), dengan cirinya masing-masing. Bilamana L'Atlas memperlihatkan kemampuannya membuat kaligrafi urbannya (B3), Stereoflow lebih abstrak, menonjolkan ekspresi seniman dan permainan warna (B4). Sementara lukisan Katre lebih terinspirasi suasana arsitektur urban (B5). Mengingat Darbotz tidak diwawancara media-media daring, penjelasan IFI tentang karya-karyanya yang didominasi warna hitam dan putih yang "meredam warna-warni perkotaan" (B1) - dalam kasus ini kontras dengan abstrak ceria khas Stereoflow - cukup menggambarkan mural yang ada di Duta Merlin.

Kurator Claire Thibaud-Piton, yang mencetuskan ide Off The Wall sejak 2017, memastikan mural tersebut permanen, sebagai hadiah dari seniman urban bagi masyarakat Jakarta (B2). Ia berharap mural tersebut "membuka pikiran dan optik masyarakat" dalam memandang seni urban (B2).

Dengan waktu yang semakin berjalan dan Thibaud-Piton menjanjikan mural ini bagian permanen dari Duta Merlin, jangan terkejut bila nama Raysoeli Moeloek dan Michael Sumarijanto yang membuat gedung ini ada, tetap tidak diketahui publik dibanding Adi Dharma dan Jules Dedet Granel yang hanya merias tembok mall ini, karena budaya pop urban kerap lebih menarik untuk dibahas.

Duta Merlin Graffiti
Tag seniman dan ucapan terima kasih pada sponsor. Foto koleksi pribadi, Creative Commons License

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Gajah Mada No. 3-5 Jakarta
  • Arsitek:
    • Raysoeli Moeloek dan Michael Sumarijanto (desain)
    • Ove Arup & Partners (struktur)
  • Pemborong: PT Pembangunan Perumahan
  • Lama pembangunan: Oktober 1974 - Juli 1976
  • Jumlah lantai: 5
  • Tinggi gedung: 30 meter

Referensi

Biodata gedung (A)

  1. Advertorial (1976). "Pusat Pertokoan Duta Merlin, Megah Dengan Fasilitas Modern". Sinar Harapan, 25 Agustus 1976.
  2. Web resmi PT PP, 22 Desember 2003.

Off The Wall Jakarta (B)

  1. Institut Français d'Indonésie (2019). "Off the Wall Jakarta 2019". Institut Français d'Indonésie, April 2019. Diakses 31 Juli 2019 (arsip)
  2. Tia Agnes (2019). "Jadi Daya Tarik Publik, Mural di Duta Merlin Harmoni Tak Akan Dihapus". Detikcom, 3 Mei 2019. Diakses 31 Juli 2019 (arsip)
  3. Tia Agnes (2019). "Uniknya Kaligrafi dan Seni Urban Bersatu dalam Karya Seniman Prancis L'Atlas". Detikcom, 3 Mei 2019. Diakses 31 Juli 2019 (arsip)
  4. Tia Agnes (2019). "Stereoflow Tampilkan Mural Abstrak di Gedung Duta Merlin Harmoni". Detikcom, 3 Mei 2019. Diakses 31 Juli 2019 (arsip)
  5. Tia Agnes (2019). "Bernuansa Arsitektur, Mural Seniman Prancis Katre Eksis di Gedung Jakarta". Detikcom, 3 Mei 2019. Diakses 31 Juli 2019 (arsip)
  6. Tia Agnes (2019). "Cerita Stereoflow Bikin Mural di Tembok Gedung Setinggi 30 Meter". Detikcom, 3 Mei 2019. Diakses 1 Agustus 2019 (arsip)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 13 September 2019
  • 19 September 2019: Ganti judul, kompleks tersebut memang familiar dengan nama Duta Merlin saja, tanpa embel-embel "pusat perbelanjaan"

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI