Plaza Hayam Wuruk (terbaru 24 Januari 2020)

Plaza Hayam Wuruk
Perkantoran Plaza Hayam Wuruk. Foto milik pribadi, Creative Commons License

Kompleks Plaza Hayam Wuruk terdiri dari pusat perbelanjaan Plaza Hayam Wuruk, perkantoran Plaza Hayam Wuruk dan apartemen Hayam Wuruk. Khusus untuk tulisan di Setiap Gedung Punya Cerita, karena ketersediaan data yang amat terbatas, penulis hanya memberikan informasi mengenai gedung perkantoran dan mallnya saja.

Illigals/Club 108/Pertokoan Plaza Hayam Wuruk

plaza hayam wuruk pada tahun 1970an
Sumber foto: Majalah Konstruksi ed. September-Oktober 1978
Hingga penulis mengangkat sejarah gedung ini, pertokoan Plaza Hayam Wuruk hanya didominasi oleh berita soal diskotik Illigals yang mau digasak oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta di bawah pemerintahan Anies Baswedan. Ketika penulis menemukan Majalah Konstruksi edisi Agustus-September 1978 di onggokan rak buku perpustakaan sebuah perguruan tinggi di Jakarta, kisahnya jauh lebih sederhana dari biasanya.

2015-11-18-6211-hayam-wuruk-plaza-20
Berubah penampilan tiga kali, kedua pada akhir 1980an. Foto: Duta Anggada
Gedung ini merupakan tahap pertama dalam pengembangan proyek Plaza Hayam Wuruk, yang berfungsi sebagai pusat perbelanjaan lokal khusus untuk kalangan kelas menengah ke atas. Berlantai 4 dan luas lantai 14 ribu meter persegi yang saat itu menampung bioskop, supermarket Hero, kios-kios dan restoran Cina (3). Pertokoan Plaza Hayam Wuruk juga memiliki gedung dan lapangan parkir, dengan total 700 kendaraan (3), untuk mengatasi sulitnya parkiran di kawasan Jalan Hayam Wuruk. Gedung ini diresmikan pada 2 Agustus 1978 oleh Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo (3).

Sayangnya, penulis tidak menemukan lama pembangunan pertokoan ini. Pertokoan yang dibangun di atas tanah bekas pabrik besi ini memiliki kelebihan seperti fasilitas khusus disabilitas yang menjadi nilai tambah dari kawasan ini (3). Secara struktural, gedung ini menggunakan beton bertulang konvensional dengan pondasi pelat beton bertulang. Sementara lapis luarnya menggunakan conblock dan bata merah (3), yang amat identik dengan modernisme 1970an. Pertokoan Plaza Hayam Wuruk dirancang oleh tim arsitek Perentjana Djaja (3).

Plaza Hayam Wuruk sempat diteror oleh bom pada pagi 15 April 1999, dengan kerusakan ringan berupa pot tanaman, plafon dan kaca toko rusak. Peristiwa tersebut merupakan salah satu gambaran gelombang terorisme domestik di awal era Reformasi (5).

Tidak ada catatan pasti kapan Hero dan Matahari Plaza Hayam Wuruk tutup, dan hari dimana Illigals Bar and Hotel mengambil alih ruang toko Plaza Hayam Wuruk (disebut 2010 (4)), namun ikatan Plaza Hayam Wuruk terhadap dunia gemerlap di kalangan dunia maya mulai mengikat tebal semenjak keberadaan Illigals.

Perkantoran Plaza Hayam Wuruk

Pengalaman penulis dari gedung ini adalah desain gedungnya yang cukup menarik, masih membawa langgam gaya internasional yang ternyata tidaklah terlalu membosankan, namun membuat penasaran sebagian orang termasuk penulis. Dirancang oleh tim arsitek dari firma lokal PT Kalifa Pratama Engineering, yang nasibnya antah berantah, gedung ini memiliki balkon buat blower AC (1).

Struktur gedung Plaza Hayam Wuruk ditopang oleh pondasi tiang bor berkedalaman rata-rata 35 meter dan struktur utama menggunakan beton bertulang dengan pratekan. Pembangunan dilaksanakan oleh Putra Duta Anggada (yang sekarang banting setir mengelola gedung ini dari aset-aset eks PT Gunung Sewu) mulai sekitar 1984 dan selesai dibangun pada akhir 1987 (1).

Saat ini pelbagai perusahaan dan Bank Rakyat Indonesia berkantor di gedung dengan luas lantai total 28 ribu meter persegi ini, namun perhatian media terbesar datang dari Komisi Pemilihan Umum yang menempatkan kantor biro Sumber Daya Manusia dan Inspektorat di lantai 3 sejak 27 Desember 2016 (2).

Apartemen Hayam Wuruk

Groundbreaking Plaza Hayam Wuruk, Kompas 7 Juli 1994

Gedung ketiga yang dibangun di kawasan Plaza Hayam Wuruk adalah Apartemen Plaza Hayam Wuruk. Apartemen berlantai 24 ini pillingnya sudah dimulai pada tahun 1994 (berdasarkan iklan KOMPAS tertanggal 7 Juli 1994) dan kemungkinan selesai dibangun per Desember 1995 (6) atau awal 1996, bila merujuk ke majalah Properti Indonesia edisi Mei 1994, dan memiliki luas lantai kotor 24 ribu meter persegi (7). Merujuk ke majalah Properti Indonesia di edisi yang sama, apartemen ini memiliki 200 unit apartemen (6).

Sayangnya, penulis tidak menemukan data yang pasti terkait apartemen ini.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Hayam Wuruk No. 108 Jakarta
  • Arsitek:
    • Perentjana Djaja (desain, pertokoan)
    • Kalifa Pratama Engineering (desain, perkantoran)
    • Biro Insinyur Exacta (struktur, perkantoran)
    • Arnan Pratama (kelistrikan dan mekanik, perkantoran)
  • Pemborong:
    • Putra Duta Anggada (pertokoan dan perkantoran)
  • Lama pembangunan:
    • selesai dibangun 1978 (pertokoan)
    • 1984 - 1987 (perkantoran)
    • 1994 - 1996 (apartemen)
  • Jumlah lantai: 22
  • Signifikasi: Pop culture (budaya dugem, pertokoan)

Referensi

  1. Zaki, Muhammad (1988). "Hayam Wuruk Plaza Tower: Balkon untuk menempatkan peralatan AC". Majalah Konstruksi No. 123, Juli 1988.
  2. Tri Kusuma, Septian (2016). "Berada di Plaza Hayam Wuruk, kantor KPU diisi inspektorat dan Biro SDM". Merdeka.com, 27 Desember 2016. (Arsip)
  3. NN (1978). "Hayam Wuruk Plaza dibangun di atas tanah yang memiliki ruang-ruang dan bangunan di bawah tanah". Majalah Konstruksi, Agustus-September 1978.
  4. Jakarta 100 Bars: 1001, Illigals
  5. MSH (1999). "Ledakan Keras di Hayam Wuruk Plaza". KOMPAS, 16 April 1999.
  6. Properti Indonesia, Mei 1994, halaman 89.
  7. Web resmi Duta Anggada, diarsip 2011 dan 2015

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 13 September 2019
  • 24 November 2019: Penggantian gambar dengan gambar warna dan kualitas tinggi
  • 24 Januari 2020: Penambahan data untuk Apartemen Hayam Wuruk

Comments