Apartemen Ascott Thamrin

Ascott Jakarta
Sangat modern di daerah Thamrin. Foto pribadi, Creative Commons License
Apartemen Ascott Thamrin, memiliki gaya arsitektur cukup menarik di bilangan Hotel Indonesia, adalah salah satu dari sedikit apartemen yang dibangun di kawasan Thamrin sebelum 2000an, selain sekumpulan rusun-rusun murah di sekitar Kebon Kacang dan Tanah Abang. Apartemen Ascott dirancang oleh arsitek asal Australia, David A. Sutton (1), dari Regional Design & Research Ltd., bersama dengan partner lokal dari Cipta Mustika, dan dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM Indonesia) mulai Februari 1993 dan selesai sekitar Mei 1995, dengan soft opening sudah dilakukan pada Februari 1995 (1).

Ascott Jakarta
Variansi kulit bangunan. Foto pribadi, Creative Commons License
Apartemen dengan langgam pascamodern ini memiliki 3 blok gedung, terdiri dari blok utara (23 lantai), tengah (20 lantai) dan blok selatan (24 lantai). Blok-blok tersebut memiliki fungsi berbeda, tower utara berfungsi sebagai kondominium, sementara tower tengah dan selatan merupakan serviced apartment (1). Alasan berubahnya model wajah gedung pada blok tengah dibanding fasad pada blok utara dan selatan adalah sebagai variasi, menurut arsitek Sutton, "akan menghasilkan massa yang amat besar" bila fasadnya berbeda (1). Alasan Sutton ini bisa dibilang sebuah kritikan bagi arsitek apartemen masa kini, yang sejujurnya di mata penulis, sangat monoton dan seakan sangat besar.

Apartemen Ascott Thamrin, memiliki 202 kamar yang bersifat sebagai serviced apartment, yaitu apartemen yang menyediakan penginapan jangka pendek seperti hotel (2)(3), dan dilaporkan per Konstruksi edisi Juni 1995, 78 kamar kondominium (1). Ascott Thamrin memiliki fasilitas-fasilitas yang setara dengan hotel, termasuk privasi yang jauh lebih terjamin. Keberadaan Grand Indonesia sejak 2007, diyakini memberi nilai plus untuk Ascott Thamrin yang sudah berdiri tegak terlebih dahulu sejak 1995.

Struktur bangunan yang digunakan dalam pembangunan Apartemen Ascott Thamrin adalah pondasi rakit, pondasi yang sama digunakan pada tetangga Plaza Indonesia, sementara struktur atas berupa beton bertulang dengan lapis luar fasad merupakan lapis beton precast (1).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Kebon Kacang Raya No. 2 Jakarta
  • Arsitek:
    • Regional Design & Research Ltd. (arsitek utama)
    • Cipta Mustika (architect of record)
  • Pemborong:
    • Decorient Indonesia (struktur, kontraktor utama)
  • Lama pembangunan: Februari 1993 - Mei 1995
  • Jumlah lantai: 24
  • Jumlah kamar: 202 serviced apartment, 78 kondominium
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Dwi Ratih (1995). "Ascott Towers and Executive Residences, Warna baru apartemen di Jakarta". Majalah Konstruksi No. 206, Juni 1995.
  2. Website resmi Ascott Jakarta (arsip)
  3. Definisi Serviced Apartment dari Forenom (arsip)

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 13 Juli 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

Menara Imperium