Posts

Showing posts from September, 2019

Hotel Bumi Surabaya (terbaru 19 Mei 2020)

Image
Hotel Bumi Surabaya, sebuah hotel besar dan ternama di pusat Kota Surabaya, dibuka resmi oleh Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin dan Pieter Sondakh, dari PT Bumi Modern  (3) , pengembang dan pemilik hotel yang awalnya bernama Hotel Bumi Hyatt Surabaya  (1) (3) (4) , pada 16 Desember 1979  (3) , setelah blok perdananya yang berlantai 11 (41 meter) menjalani pembangunan mulai bulan Agustus 1976 dan selesai dibangun pada Agustus 1979  (1) , walaupun operasional pre-opening sudah dimulai sejak 30 Mei 1979 dengan lantai 1 dan 2 terbuka penuh, sementara lantai 4, 5, dan 6 dibuka sebagian  (1) . Saat pertama dibuka resmi, Hotel Bumi Surabaya memiliki 270 kamar sudah termasuk 2 presidential suite, kamar junior dan eksekutif  (3) . Di masanya, Hotel Bumi Hyatt adalah satu-satunya hotel di Jawa Timur yang berbintang 5.

Apartemen Ascott Thamrin

Image
Apartemen Ascott Thamrin, memiliki gaya arsitektur cukup menarik di bilangan Hotel Indonesia, adalah salah satu dari sedikit apartemen yang dibangun di kawasan Thamrin sebelum 2000an, selain sekumpulan rusun-rusun murah di sekitar Kebon Kacang dan Tanah Abang. Apartemen Ascott dirancang oleh arsitek asal Australia, David A. Sutton (1) , dari Regional Design & Research Ltd., bersama dengan partner lokal dari Cipta Mustika, dan dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM Indonesia) mulai Februari 1993 dan selesai sekitar Mei 1995, dengan soft opening sudah dilakukan pada Februari 1995  (1) .

Gedung Bumi Asih Jaya

Image
Gedung Bumi Asih Jaya adalah bekas kantor pusat asuransi jiwa Bumi Asih Jaya mulai 10 Juni 1989 (2) hingga dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung sejak 2016  (4) , tiga tahun setelah izin operasional asuransinya dicabut Otoritas Jasa Keuangan  (3) .

Memanusiakan pencakar langit: Tinjauan sebuah paper tahun 1974 dengan perspektif 2019.

Image
Pada 25 Januari 2019, penulis menyempatkan diri kembali ke sebuah perpustakaan di universitas ternama di Bali yang masih menyimpan tumpukan majalah Cipta untuk membaca sebuah tulisan yang terbit 44 tahun yang lalu, sebuah tulisan karya Zainuddin Kartadiwira mengenai interaksi manusia pada pembangunan gedung tinggi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Paper tersebut bernama "Tall buildings on Jalan Thamrin potential for sustaining human contact and interaction". Penulis akan membahas kembali paper usang berusia 44 tahun tersebut sebagai bentuk peninjauan kembali atas penerapan ide-ide yang tertuang pada paper tersebut, ditambah opini penulis pribadi melihat apa yang dipikirkan oleh paper tersebut. Anda bisa membaca paper tersebut disini , tapi harap maklum bahasa Inggrisnya memang berantakan, karena isi papernya memang demikian berantakannya. Sinopsis Jalan M.H. Thamrin dari Hotel Take's. Foto pribadi,  Paper tersebut menyinggung secara jelas permasalahan dari pembang

Panin Life Center

Image
Gedung Panin Life Center (atau penulis lebih suka menyebutnya Panin Life Centre), sebelumnya bernama Gateway, Gapuramas dan Kantor Pusat Perdana Pranata  (1) (4) , hanya memiliki 9 lantai dan 2 basement, tetapi sangat menarik dan sering menjadi bahan pembicaraan di kalangan arsitek saja (amat disayangkan, Google Web Search tidak menghasilkan apa apa tentang gedung ini)  (1) (2) (4) . Gedung ini dirancang oleh Ir. Sunata, SE, MBA IAI dari Team 4 Consultants  (1) (4)  dan dibangun oleh pemborong milik negara PT Pembangunan Perumahan, mulai April 1990 dan selesai pembangunannya pada Februari 1991  (1) , dan resmi digunakan pada April 1991.

Hotel Sari Pacific (terbaru 17 Oktober 2019)

Image
Hotel berlantai 18 ini sering mewarnai cakrawala ibukota Indonesia sejak akhir 1970an namun menurut penulis, banyak yang belum mengetahui sejarah awal dari hotel berbintang lima ini baik dari segi pembangunan hingga pembukaannya.

Hotel Century Park (terbaru 3 Maret 2020)

Image
Hotel Century Park, awalnya berembel-embel Hotel Atlet Century Park, dibangun sebagai pengganti gedung berlantai 3 yang dulunya berfungsi sebagai guesthouse (penginapan) bagi para ofisial Asian Games 1962 yang tidak diberi jatah di kampung atlet, pasca Asian Games menjadi Hotel Asri, dibangun Q2 1960 - sekitar Mei 1962 dan dibongkar sebelum 1989. Pembangunan hotel berbintang empat ini, juga berfungsi sebagai pusat pelatihan atlet nasional, dibangun mulai awal November 1989 dan selesai dibangun pada Oktober 1991 dan mulai digunakan sejak Desember 1991.

Gedung Hin An Hwee Koan

Image
Kadang, dalam kasus tertentu, pewarta Majalah Konstruksi lebih suka meliput bangunan liliput ketimbang melaporkan gedung-gedung besar sehingga Setiap Gedung Punya Cerita pun perlu membahasnya dengan bahasa cukup heran.

Duta Merlin (terbaru 19 September 2019)

Image
Artikel ini mengandung bahasa umpatan dan opini yang berlawanan dengan pendapat mayoritas netizen. Bacalah secara bijak, disinilah bagaimana opini berjalan dan berfungsi.

Plaza Hayam Wuruk (terbaru 24 Januari 2020)

Image
Kompleks Plaza Hayam Wuruk terdiri dari pusat perbelanjaan Plaza Hayam Wuruk, perkantoran Plaza Hayam Wuruk dan apartemen Hayam Wuruk. Khusus untuk tulisan di Setiap Gedung Punya Cerita, karena ketersediaan data yang amat terbatas, penulis hanya memberikan informasi mengenai gedung perkantoran dan mallnya saja.

Wisma Antara

Image
Gedung Wisma Antara, berketinggian k/l 70 meter dan 21 lantai plus basement  (2) , merupakan gedung "semi-swasta" yang menjadi markas besar dari Lembaga Kantor Berita Negara ANTARA - LKBN ANTARA - sejak 29 Juni 1981 (1) . Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Jan Brouwer Associates dari Den Haag, Belanda, bersama dengan tim perancang dari cabang perancang arsitektur di Wiratman & Associates  (2) .

Deutsche Bank Building Jakarta

Image
Gedung Deutsche Bank, atau resminya Deutsche Bank Building, berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 80 Jakarta, dibangun di atas bekas gedung European Asian Bank yang dibongkar pada tahun 1995 lalu. Memiliki 22 lantai  (1) , gedung yang juga dikenal karena logo Mercedes-Benz ini dirancang oleh tim arsitek George Dasic Architects  (2) , dan dibangun oleh pemborong Shimizu Indonesia, selesai dibangun pada bulan Agustus 1997 (3) .

Wisma Budi (terbaru 30 Desember 2019)

Image
Gedung berlapis kaca dan berlantai 9, berada diantara kompleks Wisma Tugu dan Gedung Wirausaha di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dirancang oleh tim arsitek lokal dari PT Perkasa Kharisma Estetika, gedung berlantai 9 dan 1 basement ini murni berlapis kaca dan lapis aluminium Alucobond warna perak anodik dan granit di lantai terbawah. Luas lantai total bangunan sudah termasuk core, adalah 12 ribu meter persegi  (1) .

Gedung Telkomsel Renon

Image
Bekas Gedung Telkom di Renon ini awalnya adalah satu dari empat kantor Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) Wilayah Telekomunikasi VIII selain gedung yang sekarang milik Telkom di lokasi yang sama (dekat dengan BNI Renon), kantor sentral telekomunikasi di Jalan Kaliasem dan gedung kantor di Jalan Teuku Umar seberang Mall Level 21.

Plaza Bank Index

Image
Plaza Bank Index, atau dulunya bernama Plaza Permata dari 1992-2018  (3) , berlokasi diantara Oil Centre dan Wisma Nusantara, di Jalan M.H. Thamrin Kav. 57 Jakarta. Gedung berlantai 13 dan 1 basement ini dibangun di atas bekas gedung kantor pusat PT Pembangunan Perumahan yang lama  (1) (4) , yang dibongkar pada 1990 dalam rangka pembangunan Plaza Permata. Gedung berlapis kaca ini dirancang oleh tim arsitek dari Jepang bernama A&T Associates, bersama dengan mitra lokal Perentjana Djaja  (1) , dan dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan mulai Februari 1991 hingga Juni 1992  (1) .