Posts

Showing posts from September, 2019

Hotel Bumi Surabaya (update 30 September 2019)

Image
Hotel Bumi Surabaya, sebuah hotel besar dan ternama di pusat Kota Surabaya, dibuka resmi oleh Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin dan Pieter Sondakh, dari PT Bumi Modern (3), pengembang dan pemilik hotel yang awalnya bernama Hotel Bumi Hyatt Surabaya (1)(3)(4), pada 16 Desember 1979 (3), setelah blok perdananya yang berlantai 11 (41 meter) menjalani pembangunan mulai bulan Agustus 1976 dan selesai dibangun pada Agustus 1979 (1), walaupun operasional pre-opening sudah dimulai sejak 30 Mei 1979 dengan lantai 1 dan 2 terbuka penuh, sementara lantai 4, 5, dan 6 dibuka sebagian (1). Saat pertama dibuka resmi, Hotel Bumi Surabaya memiliki 270 kamar sudah termasuk 2 presidential suite, kamar junior dan eksekutif (3). Di masanya, Hotel Bumi Hyatt adalah satu-satunya hotel di Jawa Timur yang berbintang 5.

Gedung utamanya dirancang oleh firma arsitek kenamaan Skidmore, Owings and Merrill melalui bironya di Hongkong (3), menjadikan gedung utama Hotel Bumi Surabaya (sejauh ini) gedung karya Skid…

Gedung Bumi Asih Jaya

Image
Gedung Bumi Asih Jaya adalah bekas kantor pusat asuransi jiwa Bumi Asih Jaya mulai 10 Juni 1989 (2) hingga dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung sejak 2016 (4), tiga tahun setelah izin operasional asuransinya dicabut Otoritas Jasa Keuangan (3).

Gedung berlantai 8 dengan 1 basement ini dirancang oleh tim arsitek dari Accasia (1), diawasi oleh tim arsitek Accasia dan dibangun oleh Jaya Ohbayashi sebagai pemborong pelaksana, Nusa Raya Cipta untuk pembangunannya, dan pondasi oleh Indopora (1), dari 10 Juni 1987 dan selesai pembangunannya pada tanggal 5 Desember 1988 (1)(2). 6 bulan kemudian, pada tanggal 10 Juni 1989, Gedung Bumi Asih Jaya diresmikan penggunaannya (2).

Gedung seluas 14.745 meter persegi tidak termasuk luas lantai basement (1) kini disita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah tuntutah hukum oleh Asuransi Bumi Asih Jaya melawan Otoritas Jasa Keuangan memfinalisasi status pailit Bumi Asih Jaya sejak 8 Agustus 2018 (5).
Desain arsitektur dan struktur Bila melihat desain g…

Apartemen Ascott Thamrin

Image
Apartemen Ascott Thamrin, memiliki gaya arsitektur cukup menarik di bilangan Hotel Indonesia, adalah salah satu dari sedikit apartemen yang dibangun di kawasan Thamrin sebelum 2000an, selain sekumpulan rusun-rusun murah di sekitar Kebon Kacang dan Tanah Abang. Apartemen Ascott dirancang oleh arsitek asal Australia, David A. Sutton (1), dari Regional Design & Research Ltd., bersama dengan partner lokal dari Cipta Mustika, dan dibangun oleh Decorient Indonesia (sekarang BAM Indonesia) mulai Februari 1993 dan selesai sekitar Mei 1995, dengan soft opening sudah dilakukan pada Februari 1995 (1).

Apartemen dengan langgam pascamodern ini memiliki 3 blok gedung, terdiri dari blok utara (23 lantai), tengah (20 lantai) dan blok selatan (24 lantai). Blok-blok tersebut memiliki fungsi berbeda, tower utara berfungsi sebagai kondominium, sementara tower tengah dan selatan merupakan serviced apartment (1). Alasan berubahnya model wajah gedung pada blok tengah dibanding fasad pada blok utara dan…

Memanusiakan pencakar langit: Tinjauan sebuah paper tahun 1974 dengan perspektif 2019.

Image
Pada 25 Januari 2019, penulis menyempatkan diri kembali ke sebuah perpustakaan di universitas ternama di Bali yang masih menyimpan tumpukan majalah Cipta untuk membaca sebuah tulisan yang terbit 44 tahun yang lalu, sebuah tulisan karya Zainuddin Kartadiwira mengenai interaksi manusia pada pembangunan gedung tinggi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Paper tersebut bernama "Tall buildings on Jalan Thamrin potential for sustaining human contact and interaction". Penulis akan membahas kembali paper usang berusia 44 tahun tersebut sebagai bentuk peninjauan kembali atas penerapan ide-ide yang tertuang pada paper tersebut, ditambah opini penulis pribadi melihat apa yang dipikirkan oleh paper tersebut.

Anda bisa membaca paper tersebut disini, tapi harap maklum bahasa Inggrisnya memang berantakan, karena isi papernya memang demikian berantakannya.
Sinopsis
Paper tersebut menyinggung secara jelas permasalahan dari pembangunan kawasan bisnis yang didominasi gedung tinggi di Jalan M.H. Tham…

Panin Life Center

Image
Gedung Panin Life Center (atau penulis lebih suka menyebutnya Panin Life Centre), sebelumnya bernama Gateway, Gapuramas dan Kantor Pusat Perdana Pranata (1)(4), hanya memiliki 9 lantai dan 2 basement, namun gedung ini justru bisa dikatakan sangat menarik dan sering menjadi bahan pembicaraan di kalangan arsitek saja (amat disayangkan, Google Web Search tidak menghasilkan apa apa tentang gedung ini) (1)(2)(4). Gedung ini dirancang oleh Ir. Sunata, SE, MBA IAI dari Team 4 Consultants (1)(4) dan dibangun oleh pemborong milik negara PT Pembangunan Perumahan, mulai April 1990 dan selesai pembangunannya pada Februari 1991 (1), dan resmi digunakan pada April 1991.

Panin Life Centre, saat masih bernama Gateway, dinominasikan sebagai bangunan terbaik dari kategori komersial dalam penghargaan Karya Arsitektur Indonesia Terbaik 1991, yang diputuskan pada 7 Desember 1991. Desain Gateway mendapat pujian dari panelis karena pemecahan masalah dalam perancangan bangunan beserta lokasinya (lihat bagia…

Hotel Sari Pacific (update 17 Oktober 2019)

Image
Hotel berlantai 18 ini sering mewarnai cakrawala ibukota Indonesia sejak akhir 1970an namun menurut penulis, banyak yang belum mengetahui sejarah awal dari hotel berbintang lima ini baik dari segi pembangunan hingga pembukaannya.

Sejarah Hotel Sari Pacific bermula dari awal 1972, dimana KOMPAS, pada 29 Januari 1972, mengabarkan Ohbayashi Gumi dan Pembangunan Jaya membentuk sebuah KSO modal bernama Jaya Ohbayashi (2), dengan proyek pertama sebuah hotel milik PT Sarini Tokyu berkapasitas 500 kamar di sebelah Djakarta Theatre (2). PT Sarini Tokyu adalah patungan dari Sarinah (BUMN ritel), PT Konsultasi Pembangunan, Tokyu Hotels dan Nissho Iwai (1)(3). Ketika disebutkan di Januari 1972 bahwa megaproyek senilai USD 3 juta ini akan mulai dibangun pada Juni 1972 (2), laporan KOMPAS pada 26 Agustus 1976, menyebutkan proyek dimulai sedikit terlambat pada akhir 1972 dengan biaya investasi 80 juta dolar AS/Rp 33,2 milyar, setara 352 juta dolar AS/Rp 5,1 triliun per 31 Desember 2018 (3).

Hotel S…

Hotel Century Park

Image
Hotel Century Park, awalnya berembel-embel Hotel Atlet Century Park, dibangun sebagai pengganti gedung berlantai 3 yang dulunya berfungsi sebagai guesthouse (penginapan) bagi para ofisial Asian Games 1962 yang tidak diberi jatah di kampung atlet, pasca Asian Games menjadi Hotel Asri, dibangun Q2 1960 - sekitar Mei 1962 dan dibongkar sebelum 1989. Pembangunan hotel berbintang empat ini, juga berfungsi sebagai pusat pelatihan atlet nasional, dibangun mulai awal November 1989 dan selesai dibangun pada Oktober 1991 dan mulai digunakan sebulan kemudian.
Deskripsi hotel Hotel Century Park, dipasarkan baik secara cetak maupun online sebagai hotel bisnis, memiliki keistimewaan sebagai hotel yang berfungsi ganda sebagai wisma atlet yang sedang menjalani pelatnas. Saat pertama dibangun, lantai 2 sampai lantai 4, sebanyak 120 kamar, digunakan sebagai penginapan bagi atlet dan dirancang untuk menampung maksimal 4 atlet per kamar, sisanya adalah kamar hotel sebanyak 476 buah dengan 6 kategori mul…

Duta Merlin (update 19 September 2019)

Image
Artikel ini mengandung bahasa umpatan dan opini yang berlawanan dengan pendapat mayoritas netizen. Bacalah secara bijak, disinilah bagaimana opini berjalan dan berfungsi.


Duta Merlin. Dibenci dan dinodai. Dicerca karena tidak punya sejarah sekaya Hotel des Indes, pendahulunya. Sebuah mall berlantai 5 rancangan Raysoeli Moeloek dan Michael Sumarijanto ini hanya dibahas saat media-media daring berbicara sangat keras soal Hotel des Indes. Tahulah, itu hanya hotel sampah tak bertuan yang dibangun para kolonialis penindas bangsa Indonesia, bukan? Beruntung ada Hotel Indonesia yang membunuh Hotel des Indes pelan-pelan hingga tamat di tangan penggaruk (excavator) pada 1971 (A1) lalu. Dan Duta Merlin tidak kalah cantik dan indah dari Hotel des Indes yang tidak berguna tersebut sebelum para seniman urban merias tembok timur Duta Merlin yang sepertinya sudah direnovasi berkali-kali (lihat subbab mural "Off The Wall").

Penulis sudah menyebut perancang gedungnya. Struktur dirancang oleh…

Gedung Hin An Hwee Koan

Image
Kadang, dalam kasus tertentu, pewarta Majalah Konstruksi lebih suka meliput bangunan liliput ketimbang melaporkan gedung-gedung besar sehingga Setiap Gedung Punya Cerita pun perlu membahasnya dengan bahasa cukup heran.

Gedung Hin Ann Hwee Koan yang berlantai 5 ini, berlokasi di persilangan Jalan K.H. Hasyim Ashari dan Jalan A.M. Sangaji di kawasan Petojo, DKI Jakarta. Awalnya, gedung ini adalah milik PT Kaliraya Sari, yang merancang dan memborong pembangunan gedungnya sendiri sans (selain) pondasinya yang dilakukan Frankipile Indonesia, mungkin menjadikan gedung ini pelopor konsep design & built di Indonesia sejauh ini. Pembangunan dilakukan dari 1976 dan selesai 1977, menghabiskan biaya Rp 276 juta (USD 665 ribu) nilai 1977 (kini setara USD 2,7 juta/Rp 40 milyar per 31 Desember 2018).

Dengan tinggi 18 meter, dan tinggi per lantai 3,6 meter gedung ini jelas tidak signifikan dan mungkin tak akan ditulis oleh Setiap Gedung Punya Cerita (sama dengan Gedung Putera, Gedung Bank Ganesh…

Wisma Antara

Image
Gedung Wisma Antara, berketinggian k/l 70 meter dan 21 lantai plus basement (2), merupakan gedung "semi-swasta" yang menjadi markas besar dari Lembaga Kantor Berita Negara ANTARA - LKBN ANTARA - sejak 29 Juni 1981 (1). Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Jan Brouwer Associates dari Den Haag, Belanda, bersama dengan tim perancang dari cabang perancang arsitektur di Wiratman & Associates (2).

Perancangan gedung berlanggam modernis ini sudah dicanangkan sejak 1970, tetapi pembangunannya baru dimulai 26 September 1973, melalui upacara pemancangan perdana oleh Menteri Penerangan Mashuri (13), dan karena tersendat oleh hal-hal tertentu, terutama kebijakan ekonomi di tahun 1973-1975, krisis Pertamina dan Kenop 15 (2), Wisma ANTARA baru selesai dibangun pada tahun 1981, diperkirakan sekitar April (1)(2), dan mulai ditempati sejak Juni 1981 oleh beberapa kantor berita global dan perusahaan besar (1).
Sengketa Kepemilikan Wisma ANTARA menjadi subyek utama dari sengketa kepemili…