Kementerian Hukum dan HAM (update 21 Oktober 2019)

Kawasan perkantoran Kementerian Hukum dan HAM - dulunya Departemen Kehakiman - terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Jakarta, yang  terdiri dari lima bangunan, yaitu Gedung Balitbang HAM, Gedung Utama, Gedung Ditjen Administrasi Hukum dan bekas Sentra Mulia.

Gedung Balitbang HAM

White Monolith
Foto pribadi, Creative Commons License
Ini merupakan gedung pertama yang dibangun di kawasan Kemenkumham H.R. Rasuna Said. Ketika Menteri Kehakiman Mudjono menginstruksikan Ditjen Pembinaan Badan Peradilan Umum untuk meninggalkan Gedung BP7 dan pindah ke Jalan H.R. Rasuna Said, di 2 kavling yang dialokasikan oleh Sekretariat Negara, memang tidak ada rencana untuk membuat blok perkantoran untuk spesifik satu kementerian di Rasuna Said - itu khusus untuk Ditjen BPU. Tidak diketahui siapa perancangnya, tapi seperti gedung-gedung di kawasan Kemenkumham lainnya, masterplannya dirancang tim arsitek Accasia.

Pembangunan dimulai dari peletakan batu pertama oleh Menteri Kehakiman Ali Said pada 19 Agustus 1982. Pembangunannya selesai dengan peresmian oleh Menteri Kehakiman Ismail Saleh SH, 1 Oktober 1984.

Per Agustus 2019, gedung ini menjadi kantor Badan Penelitian dan Pengembangan HAM.

Data dan fakta

  • Lama pembangunan: Agustus 1982 - Oktober 1984
  • Diresmikan: 1 Oktober 1984
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Rp. 4,55 milyar (1984, senilai Rp. 85,4 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. ak/nmp (1984). "Diresmikan, Gedung Dirjen Pembinaan Badan Peradilan Umum". KOMPAS, 2 Oktober 1984

Gedung Utama

Dengan pembangunan Gedung Ditjen BPU, praktis Departemen Kehakiman mulai mengembangkan kawasan Ditjen BPU. Di era Menteri Ali Said, Dep. Kehakiman mulai merencanakan pindah kantor dari Jalan Hayam Wuruk No. 7 ke Rasuna Said, bahkan ada relokasi Ditjen Dep. Kehakiman ke Rasuna Said.
Kementerian Hukum dan HAM
Gedung Utama setelah renovasi. Foto pribadi, Creative Commons License

Sebelum renovasi. Sumber: Konstruksi, Desember 1985

Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Atelier 6 bekerjasama dengan tim arsitek Accasia, membawa langgam modernisme dengan nuansa form follow function. Dengan 8 lantai dan 1 basement, Graha Pengayoman memiliki luas lantai total sekitar 15.500 meter persegi. Maklum, pemerintah tidak mengizinkan gedung kementerian melebihi 8 lantai, dan saat itu Graha Pengayoman berada di jalur jaringan mikrowave Perumtel.

Secara struktur, pondasinya menggunakan Frankipile berkedalaman rentang 18-26 meter dan struktur bangunan utama portal beton bertulang dengan cantilever pratekan untuk lantai teratas.

Pembangunan dilakukan oleh Adhi Karya mulai 20 Juni 1983 dan berakhir akhir Agustus 1985, sebulan lebih cepat dari jadwal. Finishing menggunakan keramik dan jendela warna hitam, walau sekarang rancangan arsitekturnya sudah diubah macam-macam walau keramiknya sudah diganti komposit.

Gedung Utama Departemen Kehakiman diresmikan oleh Menkopolkam Surono pada 30 Oktober 1985. Dengan dibangunnya gedung Departemen Kehakiman, setiap bangunan memiliki selasar yang menghubungkan setiap gedung di kompleks perkantoran kementerian.

Data dan fakta

  • Nama lama: Gedung Utama Departemen Kehakiman
  • Arsitek: J.O. Accasia - Atelier 6
  • Pemborong: Adhi Karya
  • Lama pembangunan: Juni 1983 - Agustus 1985
  • Diresmikan: 30 Oktober 1985
  • Jumlah lantai: 8
  • Tinggi gedung: 34 meter
  • Signifikasi: Sospol

Referensi

  1. KOMPAS, 31 Oktober 1985 (foto)
  2. NN (1985). "Proyek Gedung Utama Departemen Kehakiman: Untuk Ciri Pengayoman dengan Cantilever". Majalah Konstruksi No. 92, Oktober-November 1985.
  3. NN (1985). "Lagi, Tentang Gedung Departemen Kehakiman: Konsep Jembatan Selasar Yang Serba Guna". Majalah Konstruksi No. 93, Desember 1985.

Gedung Ditjen Administrasi Hukum

"Insya Allah, tahun depan (1986, red) Gedung Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-Undangan sudah bisa selesai dan saya resmikan, tahun berikutnya (1987) gedung Direktorat Jenderal Imigrasi dan terakhir, tahun 1988 Gedung Direktorat Jenderal Permasyarakatan bisa terselesaikan"
Menteri Kehakiman Ismail Saleh kepada wartawan majalah Konstruksi, akhir November 1985

Realitasnya, hanya ada dua gedung yang dibangun, dan keduanya sudah berubah penampilan karena disarung dengan kaca biru dan komposit. Sebelumnya gedung kembar ini merupakan kantor Ditjen Imigrasi.

Salah satu gedungnya diborong Total Bangun Persada pada kurun 1991 - 1992, membuktikan rencana Ismail Saleh kepada wartawan Konstruksi terlambat atau sekedar wacana.

Data dan fakta

  • Pemborong: Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: 1991 - 1992
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Website resmi Total Bangun Persada (arsip)
  2. NN (1985). "Lagi, Tentang Gedung Departemen Kehakiman: Konsep Jembatan Selasar Yang Serba Guna". Majalah Konstruksi No. 93, Desember 1985.

Gedung Ditjen Imigrasi eks Sentra Mulia

Gedung ini merupakan satu-satunya gedung yang bukan bagian dari masterplan Accasia. Dirancang oleh Architects Pacific (Arc-Pac) dari A.S. bersama dengan tim arsitek dari Dacrea, gedung berlantai 18 ini berlanggam pascamodernisme dengan dominasi lapis curtain wall, aluminium yang dicat bubuk, granit impor untuk podium dan kubahnya yang menonjol. Total Bangun Persada memborong pembangunan gedung dengan luas kotor total 48 ribu meter persegi (gross) ini dari 1990 dan selesai 1992.

Sentra Mulia, juga awalnya dikenal sebagai Mulia Center, disebut oleh pewarta majalah Prospek menonjolkan dinamika kegiatan bisnis Jakarta dan sering diidentikkan dengan gedung diplomasi karena keanggunannya.

Gedung ini pernah terimbas bom Kuningan 9 September 2004, merusak kaca bangunan. ANTV, tenant Sentra Mulia, sempat merekam dampak bom tersebut dari gedung ini dalam keadaan kaca gedung hancur. 4 tahun sebelumnya, 20 November 2000, Sentra Mulia sempat diancam bom oleh orang tak dikenal. Tenant lainnya adalah grup Texmaco.

Ditjen Imigrasi Kemenkumham sudah berkantor secara penuh di gedung ini sejak 2013, mengakhiri status komersil Sentra Mulia. Belum diketahui kapan Kemenkumham membeli gedung ini dari Mulialand.

Data dan fakta

  • Nama lama: Sentra Mulia
  • Arsitek:
    • Architects Pacific (desain utama)
    • Dacrea (architect of record)
  • Pemborong: Total Bangun Persada
  • Lama pembangunan: 1990 - 1992
  • Jumlah lantai: 18
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Website resmi Total Bangun Persada (arsip)
  2. Website Mulialand, 5 Maret 2010
  3. "Bom di Kedubes Australia: Sedikitnya 10 Gedung Rusak". Detikcom, 9 September 2004. (arsip)
  4. Kementerian Hukum dan HAM (2013). "Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual Resmi Mendiami Gedung Baru". Dirjen Imigrasi Kemenkumham, 3 September 2014. (arsip)
  5. Fransambudi dan Hendro Wahyudi (2000). "Gedung Sentra Mulia Diancam Bom". Liputan 6 SCTV, 20 November 2000. Diakses 9 Agustus 2019. (arsip)
  6. Danke Dradjat; Irma Nurhayati; M. Gafar Yudtadi et.al. (1992). "Ruang-Ruang Mewah Yang Dijajakan". Prospek, 2 Mei 1992.

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 9 Agustus 2019
  • 21 Oktober 2019: Penambahan detail Sentra Mulia dari majalah Prospek.

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mal Ciputra Jakarta

City Plaza Klender

Gedung Sekretariat ASEAN

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)