Kantor Gubernur Jawa Tengah (terbaru 17 Juni 2020)

Sejarah gedung dalam pembuatan.

Kompleks perkantoran Gubernur Jawa Tengah, berlokasi di Jalan Pahlawan, Semarang, adalah kawasan perkantoran yang dibangun untuk pemerintah daerah Jawa Tengah. Kompleks Gubernur Jawa Tengah ini memiliki 5 gedung, diantaranya gedung Setwilda berlantai 12 (Gradhika Bakti Praja), kantor DPRD Jawa Tengah, dan tiga gedung kecil lainnya.

Keseluruhan gedung-gedung di kompleks tersebut (diasumsikan oleh penulis) dirancang oleh tim arsitek Pola Dwipa dan dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors (1).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Pahlawan No. 9 Semarang
  • Arsitek:
    • Pola Dwipa (arsitektur, kantor gubernur dan DPRD)
    • Wiratman & Associates (struktur, DPRD)
  • Pemborong:
    • Wijaya Kusuma Contractors (struktur utama, kantor gubernur dan DPRD)
    • Frankipile Indonesia (pondasi, kantor gubernur dan DPRD)
    • VSL Indonesia (besi pratekan, DPRD)

Gradhika Bakti Praja

Kantor Gubernur Jawa Tengah
Foto pribadi, Creative Commons License
Gedung berlantai 12 ini merupakan gedung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah saat selesai dibangun pada 1987 (1), bersamaan dengan tahun dibukanya Intiland Tower (versi Paul Rudolph/Intiland/Konstruksi yang dianggap Setiap Gedung Punya Cerita sesuai dengan data foto). Dirancang oleh tim arsitek lokal Pola Dwipa pimpinan Ir. Soeroso S.R. dengan bantuan dan ide dari seorang arsitek tersohor Soejoedi Wiroatmodjo, rancangan Kantor Gubernur Jawa Tengah sudah selesai dilaksanakan pada 1978 (1). Keterlibatan Soejoedi dalam Kantor Gubernur Jawa Tengah tidak lepas dari peran Soepardjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah 1974-1983 dan Dubes RI untuk Malaysia 1972-1974, yang mengagumi pendekatan rancangan Soejoedi pada KBRI Kuala Lumpur, dan mengajaknya membantu Soeroso S.R. merancang Kantor Gubernur Jawa Tengah (5).

Desainnya mengusung nuansa arsitektur tropis seperti menggunakan bidang miring (1), yang secara tahun desainnya, mendahului Paul Rudolph dengan Intiland Tower-nya yang rancangannya baru beredar di depan media pada 1982. Sayangnya, ketiadaan sumber data, Jakartasentrisme warisan Orde Baru dan inferiorisme nasional membuat Gradhika Bakti Praja tidak dilirik sebagai textbook case arsitektur tropis di Indonesia, kalah dengan Intiland Tower.

Kantor Gubernur Jawa Tengah "tahap pertama". Tahun belum jelas. Sumber: Indonesia Membangun, 1988.
Pembangunannya dilakukan bertahap untuk menyesuaikan dengan kemampuan APBD Jawa Tengah (1). Foto di atas adalah gedung gubernur saat masih berlantai 5, yang sudah bisa digunakan, dan lanjut ke 7 lantai berikutnya di tahun selanjutnya hingga selesai dibangun 1987 (1). Penulis masih mencari tanggal peletakan batu proyek kantor gubernur Jawa Tengah. Bangunan dengan luas lantai total 17 ribu meter persegi ini menggunakan pondasi Frankipile, struktur atas beton bertulang dengan beton pracetak (1).

Gedung yang kini ditempati oleh keseluruhan operasional Gubernur Provinsi Jawa Tengah ini sudah direnovasi dengan fasilitas ramah disabilitas per Mei 2019 (2).

Data dan fakta

  • Lama pembangunan: selesai dibangun 1987
  • Jumlah lantai: 12
  • Signifikasi: Tidak ada

Gedung DPRD Jawa Tengah

DPRD Jawa Tengah
Foto pribadi, Creative Commons License
Sementara Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang berbentuk berlian baru dimulai pada tahun anggaran 1988/1989 (standar baku penganggaran era Orde Baru), selesai pada tahun anggaran 1990/1991 dan diresmikan 15 Juli 1991, dibawah candra sengkala Tunggal Gatra Trus Manunggal. Kantor DPRD Jawa Tengah juga dirancang oleh tim arsitek Pola Dwipa, namun untuk strukturnya ditangani oleh Wiratman & Associates, perancang struktur bangunan terpandang di Indonesia (1).

Alasan digunakannya desain piramida terbalik alias berlian adalah untuk menegaskan motivasi kerja anggota dewan. Tak cuma sebagai citra memotivasi kerja, desain berlian bersifat fungsional. Website DPRD Jawa Tengah dan majalah Konstruksi edisi November 1989 masih memberikan urutan penempatan penghuni yang sama dari gedung tersebut, yaitu lantai (1)(3):
  1. untuk Sekretariat Dewan
  2. sebagai kantor Ketua DPRD Provinsi
  3. untuk Komisi-komisi DPRD
  4. sebagai Ruang Paripurna
  5. untuk kantor-kantor fraksi
Untuk mewujudkan rancangan tersebut, gedung ini dipenuhi oleh balok prestressing, seperti biasanya untuk memangkas jumlah kolom, dan memanfaatkan struktur atas bersistem "vierendeel" di kulit terluar bangunan. Balok prategang tersebut sebenarnya bersifat parsial karena, menurut Wiratman, "untuk mendapatkan keelastisan struktur (ductility)". Bahkan sebuah kolom disertakan di pertemuan balok-kolom untuk mencegah adanya momen negatif setelah pra-tekan dilakukan. Kolom miringpun dipratekan agar struktur beton tidak cepat retak (1). Penjelasan lengkapnya bisa dibaca pada scan majalah Konstruksi yang penulis sertakan.

Walau ada bangunan di seluruh dunia yang memiliki bentuk sejenis dan sudah dibangun dahulu, misal gedung Radio Slowakia di Bratislava (1967-1984, karya ┼átefan Svetko dkk), saat gedung DPRD Jawa Tengah dirancang, Wiratman dkk malah kerepotan mencari referensi struktur untuk rancangan DPRD Jawa Tengah, bahkan dianggap olehnya adalah "yang pertama kalinya dibangun di Indonesia bahkan mungkin di dunia" (1), penilaian Wiratman ini dirasa tepat sebelum Internet memperkenalkan kita gedung Radio Slowakia yang dibangun dengan model piramid terbalik. Dengan struktur rumit tersebut, biaya pembangunan mencapai Rp. 10,5 milyar nilai 1989 (1).

Pasca-pembangunan Gedung DPRD Jawa Tengah, pada Januari 2019, pihak dewan sudah berencana membangun gedung perluasan di belakang gedung eksisting karena ruang fraksi yang ada sudah kurang muat (4).

Data dan fakta

  • Lama pembangunan: tahun anggaran 1988/89 - 1990/91
  • Diresmikan: 15 Juli 1991
  • Jumlah lantai: 5
  • Biaya pembangunan: Rp. 10,5 milyar (1989, setara Rp. 142 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi:
    • Struktural (inovasi struktur yang sangat rumit untuk mewujudkan gedung piramida terbalik)

Referensi

  1. Urip Yustono (1989). "Balok Prestress 8 Arah Digunakan Pada Gedung DPRD, Bentuk 'berlian' untuk lebih memberi bobot." Majalah Konstruksi No. 139, November 1989.
  2. Imam Yuda Saputra (2019). "Kantor Gubernur Jateng Mulai Ramah bagi Disabilitas". Solopos, 11 Mei 2019. (arsip)
  3. Web resmi DPRD Jawa Tengah (arsip)
  4. Imam Yuda Saputra (2019). "DPRD Jateng Pengin Gedung Baru, Begini Saran Gubernur...". Solopos, 19 Januari 2019. (arsip)
  5. Sukada, Budi A. 2012. "Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi." Jakarta: Gubah Laras. Halaman 145.

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 16 Agustus 2019
  • 17 Juni 2020: Keterlibatan Soejoedi dalam Kantor Gubernur Jawa Tengah terkonfirmasi dalam sebuah buku. Cek referensi

Comments