Gedung Kwartir Nasional Pramuka RI

Kwarnas
Hadiah bagi Gerakan Pramuka RI.
23 Desember 2011, foto pribadi, Creative Commons License
Gedung Kwarnas Pramuka Republik Indonesia yang memiliki 17 lantai ini merupakan gedung pemberian Pertamina kepada Gerakan Pramuka Indonesia, ditandatangani akta kerjasamanya oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 26 Maret 1992. Gedung Kwarnas dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors dan Reka Adi Samudera dalam bentuk joint operation mulai 15 Maret 1993 dan selesai dibangun sekitar November 1995 (1), dan dirancang oleh tim arsitek dari Tripanoto Sri Konsultan, dengan Ir. Franky du Ville sebagai arsitek kepala dari perusahaan tersebut, yang juga merancang Museum Purna Bhakti Pertiwi yang terkenal dengan tumpengnya.

Sebelum gedung Kwarnas dibangun, di atas gedung ini berdiri gedung lama Kwarnas Pramuka yang hanya berlantai dua, bekas gedung Nationale Handelsbank dan Bank Bumi Daya dari era 1930an yang akhirnya dihibahkan ke Gerakan Pramuka Indonesia atas restu Presiden Soeharto pada 16 Mei 1979, dan sertifikasi tanahnya dibantu oleh Tien Soeharto (2).

Karena pertumbuhan keanggotaan Pramuka Indonesia yang mulai melebihi kemampuan gedung itu sendiri, pihak Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, terutama Ibu Tien selaku Ketua Komisi III Kwarnas, mengadakan rapat koordinasi dalam pembangunan gedung baru Kwarnas Pramuka. Hasilnya, pada 26 Maret 1992, kerjasama Pertamina dan Pramuka RI ditandatangani di Jalan Cendana (2)(4).

Pada 15 Maret 1993, Tien Soeharto meletakkan batu pertama Gedung Kwarnas (2)(3). Dua tahun kemudian, pada 14 Agustus 1995 (1)(2), Presiden Soeharto meresmikan gedung berlantai 17 ini, namun secara penuh baru ditempati sekitar akhir 1995. Saat ini, Kwartir Nasional Pramuka menempati dua lantai terendah Gedung Kwarnas, sementara Pertamina beserta anak-anak perusahaannya menempati sisa 15 lantai gedung, sebagai kesepakatan pendanaan pembangunan gedung ini (1)(2)(5). Total luas lantai kasar 26.143 meter persegi, sudah termasuk 1 lantai basement.

Kebakaran di auditorium

Auditorium Gedung Kwarnas Pramuka terbakar pada sore 15 Juni 2016 (6)(7)(8).

Kebakaran hanya merusak bagian atap gedung, diduga dipicu arus pendek listrik (7)(8). Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini (6).

Arsitektur dan teknis (1)

Filosofi arsitektur yang diusung Gedung Kwarnas Pramuka RI dipengaruhi oleh simbolisme dan ajaran kepramukaan. Blok bangunan Gedung Pramuka RI terdiri dari podium yang merupakan auditorium dan tower berlantai 17 lantai, keduanya digambarkan sebagai tunas kelapa - lambang Gerakan Pramuka RI. Elemen struktur eksterior juga dipengaruhi oleh simbolisme kepramukaan seperti keterampilan tali-temali pada konstruksi kolom lantai 3 dan 17 dan podium, sementara tenda dilambangkan pada atap podium. Finishing luar gedung menggunakan cat krem - sebagai kompromi atas dominasi warna putih pada gedung-gedung di ring 1 Gambir di mas orde baru, namun ingin memunculkan unsur kepramukaan yang dominan berwarna cokelat pada gedung.

Struktur bangunan utama menggunakan dinding geser untuk core dan rangka terbuka bebas kolom, dan pondasi tiang bor. Struktur bangunan juga memiliki pesan tersembunyi dalam perancangannya, yang melambangkan hari lahir kemerdekaan Indonesia: 17 Agustus 1945, dilambangkan dengan gedung perkantoran 17 lantai, 8 kolom trave pada eksterior gedung dan 45 derajat kemiringan kolom trave (kolom tersebut diikat oleh balok lantai yang bersifat menarik). Secara kebetulan, peresmian Gedung Pramuka RI nyaris bertepatan dengan perayaan Tahun Emas 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta
  • Arsitek: Ir. Franky du Ville (Tripanoto Sri Konsultan)
  • Pemborong:
    • J.O. Wijaya Kusuma Contractors dan Reka Adi Samudera
  • Lama pembangunan: Maret 1993 - November 1995
  • Jumlah lantai: 17 + 2 basement
  • Biaya pembangunan: ditaksir Rp 42 milyar (1993, setara Rp 412 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Peristiwa terkini (kebakaran)

Referensi

  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1995). "Gedung Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka". Majalah Konstruksi No. 208, Agustus 1995.
  2. Sinaulan, Berty (2016). "Gedung Kwarnas Gerakan Pramuka, Riwayatmu Dulu". Kompasiana, 16 Juni 2016. (Arsip)
  3. KOMPAS, 16 April 1993 (penjelasan gambar)
  4. KOMPAS, 27 April 1992 (penjelasan gambar)
  5. Kontak alamat anak perusahaan Pertamina per April 2019 (arsip)
  6. M. Rizky Riswandi (2016). "Kabar Buruk! Telah Terjadi Kebakaran Di Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka!" Kakarizky.id, 16 Juni 2016. Diakses 7 Agustus 2019 (arsip)
  7. Bagus Prihantoro Nugroho (2016). "Gedung Kwarnas Pramuka Terbakar, 11 Unit Damkar Dikerahkan". Detikcom, 15 Juni 2016. Diakses 7 Agustus 2019 (arsip).
  8. silaen/M14/yp (2016). "Atap Gedung Kwarnas Terbakar". Pos Kota Online, 15 Juni 2016. Diakses 7 Agustus 2019 (arsip).

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI