Gedung Kementerian Dalam Negeri (terbaru 30 Desember 2019)

Gedung Kemendagri yang berlokasi di kawasan Medan Merdeka Utara ini merupakan kantor Kementerian Dalam Negeri sejak lama. Penulis hanya membahas gedungnya yang dibangun pada 1977 dan gedung baru di Jalan Veteran, yang dibangun di atas gedung utama lama Kemendagri.

1973-1977

Kemendagri & TNI
Gedung Kemendagri (kiri) - Foto pribadi, Creative Commons License

Gedung dengan luas lantai 10 ribu meter persegi dan 10 lantai (A1) ini memulai konstruksinya pada 31 Januari 1973 (A2) dan pelaksanaannya diresmikan oleh Mendagri H. Amirmahmud (A2). Proyek tersebut berlangsung selama 4 tahun, 2 tahun lebih lambat dari rencana selesai dibangun 1975 (A2), menghabiskan biaya Rp 2,8 milyar nilai 1977 (A1). Gedung Kemendagri ini diresmikan oleh Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada 13 Agustus 1977 (A1).

Saat pertama dibangun, bangunan rancangan Ir. Warman Anwar dari PRW Architects (A3)(A4) ini menampung 1700 PNS Kemendagri (A1). Gedung bergaya internasional ini, awalnya memiliki kesan vertikal yang dominan dengan lapis terang di pilar eksteriornya (A4), kini kesan tersebut hilang karena lapis terang diaplikasikan di sisi horisontal eksterior gedung.

Gedung ini dibangun oleh Fa. Dharmika (sebuah badan hukum firma, jarang muncul di Indonesia dewasa ini) untuk gedung 8 lantai dan gedung 3 lantainya dibangun oleh sebuah komanditer bernama CV Budi Agung (A4).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta
  • Arsitek:
    • Ir. Warman Anwar (PRW Architects)
  • Pemborong:
    • Fa. Dharmika (gedung utama, 10 lantai)
    • CV Budi Agung (gedung pimpinan, 3 lantai)
  • Lama pembangunan: Februari 1973 - Agustus 1977
  • Diresmikan: 13 Agustus 1977
  • Jumlah lantai: 10
  • Biaya pembangunan: Rp. 2,8 milyar (1977, setara Rp 121,3 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. MS (1977). "Gedung Baru Depdagri". KOMPAS, 13 Agustus 1977.
  2. Kr (1973). "Kantor Pusat Departemen Dalam Negeri". KOMPAS, 1 Februari 1973.
  3. NN (1987). "PRW Architects PT: Tidak mau terlalu ekspansif". Majalah Konstruksi No. 107, Februari 1987.
  4. NN (1977). "Gedung Departemen Dalam Negeri, bangunan yang menonjolkan struktur utama". Majalah Konstruksi, Juli-Agustus 1977.

2013-2015

Gedung Kemendagri
Gedung Kemendagri "17 lantai" - Foto pribadi, Creative Commons License

Di Jalan Veteran, sejak 2013, gedung lama Kementerian Dalam Negeri di Jalan Ir. H. Juanda dari era 1960an dihancurkan. Sebuah gedung berlantai 16 dibangun di atas lahan bekas gedung kecil tersebut dari rentang 2013-2015 bila berdasarkan Google Street Map. Sangat disayangkan tidak ada informasi jelas soal detil bangunan seperti yang penulis dapatkan untuk gedung utama yang dibangun pada 1973-1977 (lihat di atas).

Gedung Kemendagri baru tersebut dibangun sebagai kantor Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Pemerintahan Umum dan Kependudukan dan Catatan Sipil (B2).

Gedung bergaya neomodern tersebut dibangun oleh BUMN pemborong Hutama Karya, dan diperkirakan menghabiskan biaya 195 milyar rupiah (B2). Forum Investigasi & Transparansi Anggaran (FITRA) mengklaim biaya pembangunan gedung berlantai 16 ini mencapai Rp 685 milyar (B1). Penulis menggunakan anggaran resmi berdasarkan kalkulasi Kemendagri per April 2013 karena versi aktivis FITRA tidak masuk akal. Perancang gedung dan peresmiannya tidak pernah dijelaskan media massa daring.

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta
  • Lama pembangunan: 2013 - 2015
  • Pemborong: Hutama Karya
  • Jumlah lantai: 16
  • Biaya pembangunan: Diperselisihkan
    • Kemendagri - Rp 195 milyar (2013)
    • FITRA - Rp 685 milyar (2013)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Yacob Billiocta (2013). "Fitra: Bangun gedung baru, Kemendagri hanya hamburkan uang". Merdeka.com, 4 April 2013. (Arsip)
  2. Fransiska Ninditya; Suryanto (editor). "Kemendagri akan bangun gedung baru Rp195 miliar". ANTARA, 5 April 2013. (Arsip)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

  • Pertama ditulis 6 Agustus 2019
  • 30 Desember 2019: sebagian detil dari pemborong dan nama arsitek ditambah dari Majalah Konstruksi. Sumber sekunder, dari majalah Konstruksi terbitan Februari 1987, tidak digunakan lagi.

Comments