Gedung Film Pesona Indonesia (terbaru 7 Oktober 2020)

Gedung di kiri, 2011. Foto pribadi, Creative Commons License

Gedung Film Pesona Indonesia, sebelumnya dan masih bernama Gedung Film, atau Gedung Badan Sensor Film, dibangun sebagai hasil dari tukar guling tanah (ruislag) yang dilakukan Dewan Film Nasional dan Badan Sensor Film (1), bersama dengan bantuan dana dari pemasukan yang diterima Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (1). Gedung berlantai 8 ini, yang dibangun di atas tanah Departemen Penerangan, menurut ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo, dimulai pembangunannya pada 1994, dan selesai pada pertengahan 1997, oleh pemborong bernama Pilar Sapta Sena, dan dirancang oleh tim arsitek dari Yodya Karya, BUMN arsitektur (1) - rancangannya sendiri menurut penulis ketinggalan zaman karena masih mengusung gaya internasional. Pembangunan Gedung Film menghabiskan Rp. 10,8 milyar nilai 1997 (1) (setara Rp 78 milyar nilai 2020), dan diresmikan oleh Menpen R. Hartono pada 24 Februari 1998 (4).

Seperti nama gedung yang dimaksud, Gedung Film menjadi kantor lembaga negara dan lembaga indepeneden yang mengurusi bidang sinema dan perfilman, seperti Lembaga Sensor Film, Sekretariat Kine Klub Se-Indonesia (Senakki), BPI, Asosiasi Rekaman Video Indonesia (Asirevi) dan Sinema Wedding (salah satu perusahaan yang menyediakan sarana pernikahan di auditorium Gedung Film yang berkapasitas 1000 orang (3)). Namun per 2016, gedung tersebut berubah nama menjadi Gedung Film Pesona Indonesia setelah Kementerian Keuangan mengoper kepemilikan bangunan ini ke Kementerian Pariwisata, memicu isu tak sedap soal pengusiran badan-badan perfilman dari gedung ini (1)(2).

Isu tersebut bisa dikatakan tidak terbukti; per website resmi masing-masing LSF, Senakki, BPI dan ikatan terkait sampai saat ini masih berkantor di gedung ini, bersama dengan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata (5).

Lantai teratas dan atap Gedung Film ambruk pada fajar 7 Oktober 2020; tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Data dan fakta

  • Nama lain: Gedung Film
  • Alamat: Jalan M.T. Haryono Kav. 47-48 Jakarta
  • Arsitek: Yodya Karya
  • Pemborong: Pilar Sapta Sena
  • Lama pembangunan: 1994 - 1997
  • Dibuka: 24 Februari 1998
  • Jumlah lantai: 8
  • Biaya pembangunan: Rp 10,8 milyar (1997, setara Rp. 78 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Wedding

Referensi

  1. Kemala Atmojo (2016). "Kontroversi Rencana Penghapusan Gedung Film". Koran Tempo via Indonesiana, 22 Juli 2016. (Arsip)
  2. TIS (2016). "Gedung Film akan menjadi Gedung Pesona Indonesia". Tabloid Kabar Film, 21 Juli 2016. (Arsip)
  3. Website resmi Sinema Wedding
  4. Foto dari Google Maps
  5. Kementerian Pariwisata (arsip)
  6. Ady Anugrahadi (2020). "Tak ada korban jiwa saat atap Gedung Lembaga Sensor Film roboh". Liputan 6 SCTV, 7 Oktober 2020. Diakses 7 Oktober 2020 (arsip)

Lokasi

Perubahan

  • Pertama ditulis 23 Agustus 2019
  • 7 Oktober 2020: Peristiwa terkini

Comments

Penyawer Minggu Ini: N/A.