Posts

Showing posts from August, 2019

Wisma Mandiri

Image
Banyak gebrakan Foto pribadi,  Kompleks Wisma Mandiri, yang awalnya adalah kantor pusat Bank Dagang Negara, dimiliki oleh PT Usaha Gedung Mandiri dan berlokasi di Jalan M.H. Thamrin. Gedung Wisma Mandiri bisa dikatakan merupakan pionir pembangunan gedung bertingkat banyak lainnya di Jakarta atau bahkan Indonesia, selain Sarinah, Hotel Indonesia dan Wisma Nusantara, dan secara teknologi cukup menggebrak, terutama di gedung barunya yang dibangun 1986. Keduanya beralamat di Jalan M.H. Thamrin Nomor 5 di Jakarta Dalam blog Setiap Gedung Punya Cerita akan dibahas kedua gedung tersebut dari sumber yang tidak akan didapat dari Internet sebelumnya. Wisma Mandiri I d/h Gedung Bank Dagang Negara Gedung ini merupakan gedung tinggi keempat di Jalan M.H. Thamrin yang dibangun dan diresmikan, setelah Hotel Indonesia (1958-1962), Hotel Asoka (1960-1962) dan Pusat Perbelanjaan Sarinah (1962-1966). Gedung BD

Gedung Kementerian Agama (Lapangan Banteng, 1985)

Image
Gedung Kementerian Agama kedua - Foto pribadi,  Gedung Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 ini merupakan satu dari dua gedung besar milik kementerian yang mengurusi hubungan keagamaan masyarakat Indonesia dewasa ini, gedung kedua berlokasi di Jalan M.H. Thamrin yang menggantikan gedung berlantai 4, dibangun 1962, yang dianggap tidak layak saat Departemen Agama (Depag, nama lama Kemenag) masih 19 tahun menempati gedung tersebut (1) . Gedung Kementerian Agama di Jalan Lapangan Banteng Barat tersebut merupakan rancangan Widya Pertiwi Engineering  (1) (2) , yang kontrak perencanaanya ditandatangani 3 Januari 1981  (1) , setealah perancangan dan desain sejak 1978  (2) . Saat maket gedungnya dipertontonkan di Kantor Kemenag Jalan M.H. Thamrin pada 3 Januari 1981, gedung tersebut direncanakan memiliki dua blok masing-masing berlantai 14 dan 12 dengan luas total 36 ribu meter persegi dan bangsal rapat seluas 1800 meter persegi  (1) . Departemen Agama, selain

Gedung Kementerian Kesehatan (Gedung dr. M. Adhyatma)

Image
Panjang dan modern. Foto pribadi,  Gedung Kementerian Kesehatan RI (dr. M. Adhyatma) yang berlokasi di Jalan Rasuna Said ini merupakan gedung Kementerian Kesehatan (nomenklatur lama Departemen Kesehatan) sejak 1987 (1) . Dinamai setelah Menkes era Pelita V dr. M. Adhyatma, MPH. sejak 3 Desember 2010  (3) , Gedung dr. M. Adhyatma memakan 6 kapling tanah di Blok X5, yaitu kavling 4, 5, 6, 7, 8 dan 9, kebijakan tersebut diambil karena kebutuhan perkantoran Kemenkes yang sangat besar sehingga memerlukan kelonggaran khusus aturan 1 kavling 1 gedung dari Pemerintah Orde Baru untuk Kementerian Kesehatan  (1) . Sebelum 11 November 1987, Kementerian Kesehatan berkantor di Gedung STOVIA  (2)  (penulis loncati karena gedung ini sudah sering dibahas). Pembangunan gedung rancangan tim arsitek Arkonin ini kerap tersendat-sendat karena kenaikan harga bahan bangunan. Perencanaannya sudah dilakukan sejak 1979  (2) , tetapi konstruksi, diadakan oleh Jaya Konstruksi, baru dimulai Oktober 1983

Gedung KPPN Jakarta (Sawah Besar)

Image
Sederhana, tipikal modernisme 1980an. Foto pribadi,  Ini merupakan gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kedua yang dibahas Setiap Gedung Punya Cerita. Gedung ini berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No 19, Jakarta Pusat, dan memiliki rancangan arsitektur modern yang tidak begitu disukai Dilanowcy . Yah, benar, hanya lima lantai dan tidak memiliki keistimewaan apapun selain jendela gedungnya tidak begitu besar untuk menekan sinar matahari masuk. Gedung ini dirancang oleh tim arsitek dari Team 4 Architects dan pembangunannya diborong oleh Raka Utama, pemborong yang juga membangun kantor KPPN di Jatinegara, Jakarta Timur. Arsitek gedung KPPN Jatinegara , Yodya Karya (BUMN), bertindak sebagai manajemen konstruksi. Mengingat Gedung KPPN Jakarta menjadi kantor 3 divisi KPPN Jakarta, yaitu KPPN Jakarta I, KPPN Jakarta IV dan KPPN Jakarta VI, pintu masuk pun dibuat berbeda untuk memastikan sirkulasi instansi. Saat pertama dibangun, gedung ini menjadi Kantor Perbendaharaan Negara/

Gedung Film Pesona Indonesia (terbaru 7 Oktober 2020)

Image
Gedung di kiri, 2011. Foto pribadi,  Gedung Film Pesona Indonesia, sebelumnya dan masih bernama Gedung Film, atau Gedung Badan Sensor Film, dibangun sebagai hasil dari tukar guling tanah (ruislag) yang dilakukan Dewan Film Nasional dan Badan Sensor Film (1) , bersama dengan bantuan dana dari pemasukan yang diterima Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (1) . Gedung berlantai 8 ini, yang dibangun di atas tanah Departemen Penerangan, menurut ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo, dimulai pembangunannya pada 1994, dan selesai pada pertengahan 1997, oleh pemborong bernama Pilar Sapta Sena, dan dirancang oleh tim arsitek dari Yodya Karya, BUMN arsitektur  (1) - rancangannya sendiri menurut penulis ketinggalan zaman karena masih mengusung gaya internasional. Pembangunan Gedung Film menghabiskan Rp. 10,8 milyar nilai 1997  (1) (setara Rp 78 milyar nilai 2020), dan diresmikan oleh Menpen R. Hartono pada 24 Februari 1998 (4) . Seperti nama gedung yang dimaksud, Gedung Film

Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga

Image
Gedung Kemenpora. Foto pribadi,  Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga sebenarnya merupakan bagian dari kompleks yang awalnya diberi nama Pusat Komunikasi Pemuda yang terdiri dari plaza, bangunan berlantai 10, Wisma Menpora (auditorium) dan pusat olahraga. Pusat Komunikasi Pemuda dirancang oleh tim arsitek dari Konsultasi Pembangunan dengan Ir. Asdarianto Asmoeadji sebagai arsitek penanggung jawab, dan Raka Utama sebagai pemborong  (2)(8) . Pembangunan dimulai di Hari Sumpah Pemuda 1980, dengan peletakan batu pertama oleh Mendikbud Daoed Joesoef, Menteri Muda (Menmud) Pemuda Abdul Gafur dan Menteri Muda Perumahan Rakyat Cosmas Batubara bersama dengan perwakilan Pemuda Malaysia  (3) . Di hari itu, peletakan batu pertama sama dengan mulainya pembongkaran gedung kompleks Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong  (3) , lahan eks-DPR-GR dipilih karena dari gedung DPR-GR inilah Orde Baru dilahirkan (8) . Dua tahun kemudian, giliran Menko Kesra Surono yang memancang pondasi pertama yang

Gedung BULOG

Image
Bland. Foto pribadi,  Gedung Badan Urusan Logistik (Gedung Bulog), sebuah gedung berlantai 17  (1)  yang memang merupakan kantor pusat dari Badan Urusan Logsitik, dan juga salah satu gedung tinggi generasi awal di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Gedung Bulog dengan luas lantai total 14.968 meter persegi dan tinggi 65 meter  (1, kalkulasi manual)  ini dirancang secara keroyokan antara Widya Pertiwi Engineering dan Atalanta Arupadhatu, khusus desain arsitektur  (1) . Perancangan bangunan sendiri sudah dimulai sejak 1976 berdasarkan surat perintah kerja dari BULOG, sementara pembangunan gedung diborong oleh PT Pembangunan Jaya, sekarang bernama Jaya Konstruksi  (1) . Pembangunan gedung sendiri berjalan mulai sekitar 1977 sampai 1980 (estimasi karena ketiadaan data, tetapi struktur bangunan dikabarkan oleh Majalah Konstruksi sudah selesai bulan Desember 1979  (1) ), merogoh biaya pembangunan Rp 4 milyar  (2) . Gedung BULOG diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara Soedharmono pada 31

Gedung KPPN Jakarta (Jatinegara)

Image
Sumber: Majalah Konstruksi, September 1982 Gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara III dan VII merangkap Kantor Wilayah Perbendaharaan Prov. DKI Jakarta, setinggi 37 meter, saat dibangun adalah gedung tertinggi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Dirancang oleh tim arsitek Yodya Karya (BUMN) dengan gaya arsitektur modern dengan menganut paham form follow function , Gedung KPPN Jatinegara dibangun di lahan bekas Studio Film Cendrawasih. Bangunan berlantai 8, yang disebut oleh pewarta Majalah Konstruksi edisi September 1982, ibarat "Gulliver diantara Liliput" di bilangan Jatinegara di masanya, dibangun oleh kontraktor swasta Raka Utama dengan penasihat dari Departemen Pekerjaan Umum. Struktur bangunan yang sederhana seperti beton bertulang dan pondasi tiang pancang, didukung oleh lama pekerjaan yang cepat dan efektif sehingga pembangunan gedung yang ditargetkan memakan waktu 2 tahun (April 1981 - April 1983), bisa selesai pada September 1982. 2,8 milyar rupiah d

Kantor Gubernur Jawa Tengah (terbaru 17 Juni 2020)

Image
Sejarah gedung dalam pembuatan. Kompleks perkantoran Gubernur Jawa Tengah, berlokasi di Jalan Pahlawan, Semarang, adalah kawasan perkantoran yang dibangun untuk pemerintah daerah Jawa Tengah. Kompleks Gubernur Jawa Tengah ini memiliki 5 gedung, diantaranya gedung Setwilda berlantai 12 (Gradhika Bakti Praja), kantor DPRD Jawa Tengah, dan tiga gedung kecil lainnya. Keseluruhan gedung-gedung di kompleks tersebut (diasumsikan oleh penulis) dirancang oleh tim arsitek Pola Dwipa dan dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors  (1) . Data dan fakta Alamat: Jalan Pahlawan No. 9 Semarang Arsitek: Pola Dwipa (arsitektur, kantor gubernur dan DPRD) Wiratman & Associates (struktur, DPRD) Pemborong: Wijaya Kusuma Contractors (struktur utama, kantor gubernur dan DPRD) Frankipile Indonesia (pondasi, kantor gubernur dan DPRD) VSL Indonesia (besi pratekan, DPRD) Gradhika Bakti Praja Foto pribadi,  Gedung berlantai 12 ini merupakan gedung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah sa

Gedung Kwartir Nasional Pramuka RI

Image
Hadiah bagi Gerakan Pramuka RI. 23 Desember 2011, foto pribadi,  Gedung Kwarnas Pramuka Republik Indonesia yang memiliki 17 lantai ini merupakan gedung pemberian Pertamina kepada Gerakan Pramuka Indonesia, ditandatangani akta kerjasamanya oleh Ibu Negara Tien Soeharto pada 26 Maret 1992. Gedung Kwarnas dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors dan Reka Adi Samudera dalam bentuk joint operation mulai 15 Maret 1993 dan selesai dibangun sekitar November 1995 (1) , dan dirancang oleh tim arsitek dari Tripanoto Sri Konsultan, dengan Ir. Franky du Ville sebagai arsitek kepala dari perusahaan tersebut, yang juga merancang Museum Purna Bhakti Pertiwi yang terkenal dengan tumpengnya. Sebelum gedung Kwarnas dibangun, di atas gedung ini berdiri gedung lama Kwarnas Pramuka yang hanya berlantai dua, bekas gedung Nationale Handelsbank dan Bank Bumi Daya dari era 1930an yang akhirnya dihibahkan ke Gerakan Pramuka Indonesia atas restu Presiden Soeharto pada 16 Mei 1979, dan sertifikasi tanahnya

Menara Bank BTN

Image
Menara Bank BTN, atau Menara Bank Tabungan Negara, berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 1, tepat di belakang kantor lama Bank Tabungan Negara yang awalnya adalah kantor Postspaarbank/Bank Tabungan Pos. Sejarah Gedung Postspaarbank penulis loncati karena sudah terlalu sering dibahas . Perencanaan gedung yang desainnya digarap Parama Loka Consultant  (2)  ini sudah dicanangkan sejak 1987, dan per 6 Juni 1989, dengan terbitnya surat perintah dari Menteri Keuangan, konstruksi kantor pusat Bank Tabungan Negara dimulai. Tetapi, konstruksi fisik bergulir mulai Maret 1990  (1) (2) . Keseluruhan proyek Menara Bank BTN digarap oleh pemborong negara PT Pembangunan Perumahan  (2) (3) , dan selesai dibangun November 1992, menghabiskan waktu selama 41 bulan mulai merancang hingga pembangunan selesai  (1) . Secara desain Menara Bank BTN dirancang dengan gaya arsitektur pascamodern, dengan unsur vertikalnya yang kuat tapi sengaja tidak sampai kelihatan mendominasi gedung Postspaarbank  (2) .

Kementerian Hukum dan HAM (terbaru 21 Oktober 2019)

Image
Kawasan perkantoran Kementerian Hukum dan HAM - dulunya Departemen Kehakiman - terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 6-7 Jakarta, yang  terdiri dari lima bangunan, yaitu Gedung Balitbang HAM, Gedung Utama, Gedung Ditjen Administrasi Hukum dan bekas Sentra Mulia. Gedung Balitbang HAM Foto pribadi,  Ini merupakan gedung pertama yang dibangun di kawasan Kemenkumham H.R. Rasuna Said. Ketika Menteri Kehakiman Mudjono menginstruksikan Ditjen Pembinaan Badan Peradilan Umum untuk meninggalkan Gedung BP7 dan pindah ke Jalan H.R. Rasuna Said, di 2 kavling yang dialokasikan oleh Sekretariat Negara, memang tidak ada rencana untuk membuat blok perkantoran untuk spesifik satu kementerian di Rasuna Said - itu khusus untuk Ditjen BPU. Tidak diketahui siapa perancangnya, tapi seperti gedung-gedung di kawasan Kemenkumham lainnya, masterplannya dirancang tim arsitek Accasia. Pembangunan dimulai dari peletakan batu pertama oleh Menteri Kehakiman Ali Said pada 19 Agustus 1982. Pembangunannya sel