PELNI Kemayoran

Gedung PELNI Kemayoran
1 Januari 2013. Foto pribadi, Creative Commons License
Gedung PELNI Kemayoran adalah gedung berlantai 12, memiliki 1 basement, dengan luas lantai total 13.105 meter persegi (3) dan dibangun mulai Februari 1991 dan selesai dibangun sekitar 1993, dan dibuka oleh Direktur Utama PT PELNI Roesman Anwar pada 27 September 1993 (4). Gedung yang sekarang berdiri sebelumnya pernah menjadi kantor pusat PELNI sebelum pindah ke Jalan Gajah Mada pada 1990 (9). Saat ini gedung PELNI Kemayoran berfungsi sebagai kantor pelayanan tiket PELNI dan kantor sewa.

Gedung PELNI Kemayoran awalnya direncanakan berlantai 8 dengan rancangan arsitektur pascamodern digarap oleh tim arsitek dari Ciriajasa, dibangun oleh pemborong BUMN PT PP mulai 25 Februari 1991 dan awalnya direncanakan selesai Januari 1992 (1). Kenyataannya, pembangunan meleset dari jadwal, dan pada Juli 1992, proyek tersebut dihentikan Pemprov DKI karena ternyata gedung tersebut dibangun tidak sesuai rencana awal, dan diancam untuk dihancurkan (2).

Ketidaksesuaian tersebut muncul karena penambahan lantai bangunan secara ilegal tanpa menaati KDB dan KLB bangunan. Santer beredar isu bahwa ide penambahan lantai Gedung PELNI Kemayoran muncul karena pergantian badan direksi PELNI, yang memaksa pihak direksi mengebut proyek tersebut selesai lebih cepat dari biasanya, atau dugaan kenaikan komisi (2). Namun hal ini sulit untuk dibuktikan karena keterbatasan bukti yang bisa ditemukan penulis. Entah bagaimana, pembangunan PELNI Kemayoran bisa dilanjutkan sampai akhirnya diresmikan pada 27 September 1993 (4).

Desain gedung tersebut berlanggam pascamodernis dengan nuansa form follow function, berbeda dengan kantor pusatnya yang terilhami oleh pengalaman pribadi arsiteknya di pelabuhan. Secara eksterior, finishing menggunakan kaca cokelat dan cladding aluminium berwarna cokelat (1).

Kebakaran, penyegelan dan berupaya bangkit 

Pada 6 Agustus 2010, gedung PELNI Kemayoran sempat terbakar (4)(5)(6). Dua orang tewas dalam kejadian tersebut sementara puluhan orang terluka (5). Kebakaran terjadi mulai jam 11.30 siang, dan bisa dipadamkan pada 14.30 oleh 24 unit pemadam kebakaran (6). Kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di panel listrik lantai 2 (6).

Lima tahun kemudian, pada Juni 2015, PELNI Kemayoran terkena segel dari Pemprov DKI sebagai akibat dari buruknya sistem pencegah kebakaran (4)(7).

Kebakaran inilah yang memicu turunnya minat penempatan gedung menjadi seperempatnya, dengan 7 perusahaan yang berkantor di 3 lantai terbawah (3), berdasarkan laporan tugas akhir Eka Yuliandani, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Bandung yang menyelesaikan tugas akhirnya mengenai gedung ini pada 2017 lalu (3). Sebelum kebakaran sekitar 12-15 perusahaan berkantor di gedung berlantai 12 ini (3). Efek samping lain adalah keadaan bangunan yang terkesan tidak terawat (4).

Baru pada 2017-2018, renovasi internal dilakukan PELNI untuk memastikan bahwa Gedung PELNI Kemayoran kembali bisa digunakan untuk masyarakat umum, mulai 2019 (8).

Data dan fakta

  • Alamat: Jalan Angkasa No. 18 Jakarta
  • Arsitek: Ciriajasa
  • Pemborong: Pembangunan Perumahan
  • Lama pembangunan: Februari 1991 - 1993
  • Jumlah lantai: 12 + 1 basement
  • Biaya pembangunan: Rp 9 milyar (1992, setara Rp 94 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Djati Retnowati, Saptiwi (1991). "Gedung tiket Pelni dilengkapi dengan BAS". Majalah Konstruksi No. 159, Juli 1991.
  2. RSE/UKA (1992). "Salahi Aturan, Gedung PELNI Harus Dibongkar". Media Indonesia, 10 Oktober 1992.
  3. Yuliandani, Eka (2017). "Analisis Kelayakan Investasi untuk Re-Utilisasi Gedung Kantor Sewa Kemayoran Jakarta milik PT PELNI Pasca Kebakaran". Skripsi: Politeknik Negeri Bandung, 2017.
  4. Sipria Riang, Tangguh (2015). "Gedung Pelni, Riwayatmu Kini..." Kompascom, 5 Juni 2015. (Arsip)
  5. ind (2010). "Gedung Pelni Tebakar, Dua Tewas". Jawa Pos News Network, 7 Agustus 2010. (Arsip)
  6. her/irw (2010). "Kebakaran di Gedung Pelni Kemayoran Dipicu Korsleting Listrik". Detikcom, 6 Agustus 2010. (Arsip)
  7. Indana, Wanda. "Tak Punya Prosedur Keselamatan Kebakaran, 2 Gedung Bertingkat Disegel". Metro TV, 3 Juni 2015. (Webcitation)
  8. omy (2019). "Pelni Optimalkan Aset, Salah Satunya di Kemayoran". BeritaTrans, 10 Januari 2019. (Arsip)
  9. Zaki, Mohammad; Hidayat, Rahmi. "Gedung Kantor Pusat PT PELNI: Bentuknya diilhami suasana pelabuhan." Majalah Konstruksi No. 141, Januari 1990.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)