Le Grandeur Mangga Dua

Hotel Le Grandeur
Hotel mewah di pusat perkulakan teknologi.
8 September 2016, foto pribadi, Creative Commons License
Hotel berlantai 16 dengan podium mall bernama Orion Mangga Dua ini merupakan babak lanjutan dari pembangunan kawasan perdagangan Mangga Dua (eks pemakaman) yang dimulai sejak 1987an. Hotel mewah tersebut awalnya bernama Dusit Mangga Dua (1) dan dibangun oleh pemborong swasta Jaya Konstruksi mulai Mei 1994 dan selesai dibangun pada sekitar 1996, soft opening pada Maret 1996 dan dikabarkan dibuka pada Juni 1996 (1) (penulis akan mencari berita terkait untuk grand opening hotel Dusit Mangga Dua). Le Grandeur dirancang oleh arsitek asal Amerika bernama Laurence Lee Associates dari Los Angeles (3), dibantu oleh perancang lokal Paraga Arta Mida (1). Pembangunan hotel ini menghabiskan biaya Rp 70 milyar (nilai 1996) (1).

Hotel Le Grandeur Mangga Dua memiliki 350 kamar yang terbagi menjadi 7 tipe kamar, fasilitas kolam renang dan ruang biliard, spa dan sauna, ruang bermain anak-anak hingga pusat kebugaran (2). Selain fasilitas tersebut, hotel Le Grandeur memiliki rumah makan L'avant dan dua lounge eksekutif (2). Dalam fasilitas MICE, hotel ini memiliki 8 ruang pertemuan dan 1 ballroom, dan menawarkan paket pernikahan. Empat lantai terbawah, seluas 16.000 meter persegi, adalah pusat perbelanjaan Orion Mangga Dua, salah satu dari beberapa sentra komponen komputer dan makanan siap saji dan rumah makan murah meriah di Mangga Dua. Penulis sempat melihat sejenak isi mall ini sekitar 2016 lalu, walau lebih identik sebagai mallnya orang tech, nuansa klasiknya masih bertahan.

Desain arsitektural yang dibawa Laurence Lee Associates kental dengan nuansa revivalisme klasik (atau dalam bahasa penulis blog, klasik plastik) (1), karena menurut salah satu pejabat arsitek Paraga Arta Mida Margaretha Agustina - yang diwawancara Majalah Konstruksi (no. 223, terbit Maret 1996), "lokasi tapak yang berdekatan dengan Jakarta Lama yang dominan dengan arsitektur kolonial" (1). Jarak Le Grandeur dan Kota Lama sekitar 1,5 kilometer dan dominasi gedung era modernisme di sekitar (termasuk gedung Eka Jiwa yang juga rancangan Laurence Lee), mematahkan argumen Margaretha. Mungkin desain arsitektur klasik yang diusung untuk Le Grandeur lebih mencirikan estetika hotel sendiri sebagai hotel kelas atas.

Hotel yang dimiliki oleh Duta Pertiwi ini sebelumnya merupakan bagian dari jaringan hotel Thaliand Dusit Thani mulai 1996 (1), sampai pada 1 April 2006, nama Dusit ditanggalkan dari hotel yang masih menjadi langganan wisatawan negara-negara Asia ini (4).

Kejadian "receh" di hotel Le Grandeur Mangga Dua yang menarik perhatian banyak orang, adalah kejadian pengusiran bajaj yang diborong tamu hotel di depan lobi pada 27 Juni 2017, yang viral melalui akun Facebook milik tamu hotel yang memborong bajaj yang diusir tersebut (5)(6). Pihak hotel membenarkan larangan tersebut atas dasar etika dan hormat pada pengguna jasa perhotelan (5).

Data dan fakta

  • Nama lama: Hotel Dusit Mangga Dua
  • Alamat: Jalan Mangga Dua Raya Jakarta
  • Arsitek:
    • Laurence Lee Associates (arsitek desain, interior dan grafis)
    • Praga Arta Mida (architect of record)
  • Pemborong: Jaya Konstruksi
  • Lama pembangunan: Mei 1994 - Maret 1996
  • Jumlah lantai: 16
  • Jumlah kamar: 350
  • Biaya pembangunan: Rp 70 milyar (1996, setara Rp 533 milyar nilai 2019)

Referensi

  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1996). "Hotel Dusit Mangga Dua, dengan fasada bergaya kolonial". Majalah Konstruksi No. 223, Maret 1996.
  2. Website resmi Hotel Le Grandeur.
  3. Website resmi Laurence Lee Associates.
  4. "Hotel Dusit Mangga Dua Ganti Nama". Tempo.co, 30 Maret 2006. (arsip)
  5. Elza Astari Rd; Danu Damarjati (2017). "Ini Dasar Hotel Le Grandeur Mangga Dua Larang Bajaj Sampai ke Lobi." Detikcom, 2 Juli 2017.
  6. Danu Damarjati (2017). "Bajaj Dilarang Sampai ke Lobi, Tamu Hotel di Mangga Dua Protes". Detikcom, 2 Juli 2017.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI