Posts

Showing posts from July, 2019

Oil Centre Building

Image
Addendum: Artikel tentang gedung ini tidak ditulis di hari Jumat, mengingat bulan Agustus khusus diperuntukkan bagi gedung-gedung pemerintah dan BUMN Gedung Oil Centre Building adalah gedung perkantoran yang awalnya dibangun sebagai kantor kontraktor perminyakan asing  (1) (2)  agar perusahaan-perusahaan asing mau berkantor dan tinggal di Jakarta yang masih belum memiliki fasilitas standar internasional (3) .

Hotel Mutiara I (terbaru 1 November 2020)

Image
Hotel Mutiara I, dengan gaya arsitektur yang cukup unik ini sebelumnya tidak diketahui asal-usul maupun sejarahnya. Sebelumnya, Pegipegi menyebut hotel ini dibangun pada 1982 (2) . Tetapi, pewartaan dari koran petang Sinar Harapan edisi 4 Desember 1974 dan (per 30 Desember 2019) majalah bulanan Progress No. 84, terbitan kuartal kedua Desember 1975 ini menjelaskan sebaliknya.

Wisma Tugu (terbaru 22 Desember 2020)

Image
Wisma Tugu adalah kompleks dua gedung yang dibangun dalam dua tahap; gedung pertama dibangun selama 16 bulan oleh pemborong milik negara PT Pembangunan Perumahan mulai November 1986 sampai Februari 1988  (1) (4)  dan dibuka oleh Presiden Soeharto pada 26 Maret 1988  (2) , dan digunakan sebagai kantor Asuransi Tugu Pratama dan anak-anak perusahaannya  (4) , sementara gedung keduanya dibangun mulai April 1989 hingga selesai pembangunannya pada 10 Maret 1990  (3) . Saat pembangunan gedung dilaksanakan, Asuransi Tugu Pratama adalah asuransi tertutup yang khusus melayani nasabah dari Pertamina. Sekarang Tugu Pratama sudah menjadi asuransi umum terdiversifikasi.

Data dan Fakta update: Signifikasi (terbaru 29 Juli 2019)

Image
Blog "Setiap Gedung Punya Cerita" pertama dibuat untuk merangkum kejadian dan opini dari beberapa sumber menjadi satu kesatuan dan menyatukan sumber-sumber yang tercerai di baik dunia nyata maupun dunia maya. Hal ini dilakukan semata mendukung dokumentasi sejarah arsitektur di Indonesia yang masih dianggap tidak lengkap, baik dari gedung tingkat teri hingga pencakar langit. Namun hal yang masih mengganjal bagi penulis adalah popularitas blog yang masih rendah dan masih harus bersaing dengan web berita, dan asosiasi sebuah bangunan pada hal-hal tertentu yang amat kuat, dimana asosiasi tersebut, karena sangat populernya di dunia maya Indonesia yang masih sangat internet-sentris, akhirnya menghindarkan masyarakat dari identitas, maksud asli atau sejarah asli bangunan tersebut. Bahkan gedung tinggi yang lebih menonjol saja, belum tentu memiliki signifikasi tersebut. Untuk keperluan analisa, penulis menambah kolom di Data dan Fakta bernama "Signifikasi". Gedung Kom

Graha Darya-Varia (terbaru 31 Januari 2021)

Image
Gedung berlantai 4 dan 1 basement ini merupakan gedung perkantoran yang dipadukan dengan supermarket Hero dan merupakan satu dari gedung perkantoran yang pertama dibangun di kawasan Kebayoran Baru. Barito Plaza, milik PT Barito Plaza Utama, dibangun oleh PT Duta Anggada (sekantor dengan Barito Plaza Utama), pemborong swasta yang sekarang sudah banting setir mengelola dan mengembangkan properti, dirancang oleh tim arsitek dari Viasa Pertama dibawah Ir. Marudi S., dan pembangunannya berjalan mulai April 1978 dan selesai dibangun pada Januari 1980.

Le Grandeur Mangga Dua (terbaru 8 September 2020)

Image
Hotel berlantai 16 dengan podium mall bernama Orion Mangga Dua ini merupakan babak lanjutan dari pembangunan kawasan perdagangan Mangga Dua (eks pemakaman) yang dimulai sejak 1987an. Hotel mewah tersebut awalnya bernama Dusit Mangga Dua  (1)  dan dibangun oleh pemborong swasta Jaya Konstruksi mulai Mei 1994 dan selesai dibangun pada sekitar 1996, soft opening pada Maret 1996  (9)  dan dikabarkan dibuka pada Juni 1996  (1)  (penulis akan mencari berita terkait untuk grand opening hotel Dusit Mangga Dua). Le Grandeur dirancang oleh arsitek asal Amerika bernama Laurence Lee Associates dari Los Angeles  (3) , dibantu oleh perancang lokal Paraga Arta Mida  (1) . Pembangunan hotel ini menghabiskan biaya Rp 70 milyar (nilai 1996) (1) .

Wisma SMR (terbaru 6 Oktober 2019)

Image
Wisma SMR, tetangga Graha Kirana yang juga menjadi "gerbang tak resmi" dari kawasan Kelapa Gading dan Sunter di Jakarta Utara. Gedung yang awalnya bernama Mitra Sunter Office Tower ini adalah sebuah kantor ber-strata title pertama di kawasan Sunter (rivalnya, Graha Kirana, adalah kantor sewa) dengan banderol minimum Rp 455 juta rupiah nilai 1993 (setara Rp 4,6 milyar nilai 2020) untuk 198 meter persegi floorplate kantor  (3) .

Gedung Danareksa & Gedung Kementerian BUMN (terbaru 19 Juni 2020)

Image
Satu kompleks, dua bangunan. Setiap Gedung Punya Cerita kini kembali membahas dua gedung dalam satu artikel, dan kini adalah gedung Bursa Efek lama dan perluasannya yang sekarang, masing-masing, merupakan kantor pusat Danareksa dan Kementerian BUMN. Catatan penulis: Setelah 9 bulan memikirkan artikel untuk kedua gedung ini sebagai awal dari dicetuskannya blog Setiap Gedung Punya Cerita, akhirnya Gedung Kementerian BUMN dan Gedung Danareksa memiliki artikel sendiri. Selamat membaca.

Graha Bumiputera Surabaya (terbaru 19 Juli 2019)

Image
Graha Bumiputera. Dibuka Gubernur Jawa Timur Soelarso pada 18 Desember 1989, menjadi kantor asuransi AJB Bumiputera 1912. Gedung ini memiliki 8 lantai dan luas 4.660 meter persegi, disewakan pada umum.

Dinas Pendidikan DKI (1979)

Image
Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta ini dibangun sebagai Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) RI DKI Jakarta, dimulai pembangunannya pada 14 Desember 1976  (1) (7)  dan selesai dibangun sekitar tahun anggaran 1977/1978  (7) , atau lebih masuk akalnya sekitar akhir 1978, dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo pada 3 Februari 1979  (1) . Gedung ini menggantikan empat gedung yang ditempati Kanwil Departemen P&K DKI  (1) : Jalan Salemba Raya 15 (gedung KPU DKI Jakarta) Jalan Salemba Raya 18 (kompleks sekolah Salemba) Jalan Boedi Oetomo 5 (SMK Negeri 1 Jakarta) Jalan Medan Merdeka Selatan 8-9 (Balai Kota DKI) Gedung bergaya modern ini memiliki 7 lantai dengan  floorplate 5 ribu meter persegi  (1) (7)  dan sebuah auditorium. Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta menghabiskan biaya sebesar Rp 950 juta, nilai 1979, atau setara Rp 34 milyar nilai 2020, yang dibagi 50:50 antara Pemprov DKI Jakarta

Wisma Kosgoro (terbaru 6 Oktober 2019)

Image
Awal dari pembangunan Wisma Kosgoro ini berliku mengingat keadaan politik Indonesia yang saat itu tidak kondusif. Pada 1964 (A1) , gedung yang awalnya direncanakan berlantai 15  (A1)  ini sudah dicanangkan oleh Wakil Perdana Menteri Dr. Chaerul Saleh  (A2) , tetapi mandeg dan baru memulai tiang pancangnya pada 1971  (A1) . Pemancangan tidak berlanjut hingga dimulai kembali pada 7 Desember 1973 dengan pemancangan ulang oleh Gubernur DKI kala itu Ali Sadikin. Ali Sadikin, dalam pemancangan ulang gedung berlapis kaca ini, menyinggung banyak soal rumah-rumah yang beralih guna menjadi kantor, industri real estate dan investasi jalan raya di Jakarta. (A2)

Hotel Le Méridien Jakarta (terbaru 1 Agustus 2020)

Image
Hotel Le Méridien Jakarta merupakan hotel rancangan William B. Tabler, salah satu arsitek asal Amerika yang merancang sekitar 400 hotel, kurang lebih, bekerjasama dengan firma arsitek kebanggaan bangsa, Atelier 6  (1) . Hotel dengan warna tembok putih dan beratap biru ini merupakan hotel milik kelompok bisnis Mercu Buana bentukan Probosutedjo, dibawah tampuk PT. Wisata Triloka Buana  (1) .

World Trade Centre Surabaya

Image
WTC Surabaya merupakan gedung pusat perbelanjaan telepon seluler, dulunya gedung perkantoran dan balai pamer  (1) , yang berada tempat di samping Plaza Delta Surabaya, memiliki enam lantai dan luas bangunan sebesar grand total sekitar 27 ribu meter persegi  (1) (2), dihitung manual oleh penulis .

Gedung Indonesia Power

Image
23 Desember 2011 - foto pribadi,  Gedung ini sebelumnya merupakan kantor pusat dari Perusahaan Negara Timah dari 1972 hingga pindah ke Bangka-Belitung pada kurun 1991 (4) . Gedung ini diresmikan oleh Menteri Pertambangan Prof. Soemantri Brodjonegoro pada 27 September 1972  (1) , menjelang sidang Dewan Timah Internasional keenam pada 3 Oktober 1972  (1) , rapat Dewan Timah Internasional pertama di luar London  (1) . Belum diketahui pemborong gedung karya Perentjana Djaja ini.

Grha BNI (terbaru 7 Juli 2019)

Image
Tulisan ini merupakan seri pertama dari tiga seri tulisan mengenai Kompleks Kota BNI.

Gedung Karsa Kementerian Perhubungan (terbaru 5 Juni 2020)

Image
Gedung bergaya internasional modernis ini digarap oleh Gubah Laras  (1) , firma arsitektur pimpinan Ir. Soejoedi Wirjoatmodjo  (2)  yang juga merancang Manggala Wanabhakti dan Sekretariat ASEAN yang juga seangkatan dengan gedung yang menjadi kantor pertama Kementerian Perhubungan, selama 9 bulan  (1) . Gedung berlantai sembilan ini dibangun mulai 18 Juli 1979 (3) dan selesai dibangun Maret 1982  (1) . Apes bagi Soejoedi, beliau berpulang pada sang khalik sebelum Gedung Kemenhub selesai dibangun.

Kompleks Badan Pemeriksa Keuangan (terbaru 17 Desember 2019)

Image
Gedung Badan Pemeriksa Keuangan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta ini adalah gedung Badan Pemeriksa Keuangan kedua belas, bahkan bisa dikatakan sudah permanen  (2) , sejak diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 4 September 1979  (1) (2) . Gedung rancangan Ir. Pudjiutomo dari BUMN arsitek Yodya Karya bersama dengan Ir. Nurpontjo  (1) (2)  ini dibangun oleh Dimensi Engineering  (1)  mulai pada 1 Maret 1976 dan rampung pembangunannya pada 1 Juli 1979  (1)  dengan langgam gaya modern. Sebelumnya, kantor pusat Badan Pemeriksa Keuangan kesebelas ada di seberang jalan, yaitu di Gedung DPR-RI Lantai 8-10, sejak 1972 sampai 1979  (2) .

Kantor Pusat PELNI

Image
Gedung berlantai 11 ini merupakan kantor pusat PELNI, BUMN pelayaran nasional Indonesia, sejak 1990, setelah menjalani 15 bulan masa pembangunan dari Mei 1988 hingga selesai pada September 1989, menghabiskan biaya 15,4 milyar rupiah dari anggaran PELNI 1987/88. Kantor Pusat PELNI diresmikan oleh Menteri Perhubungan Letjen Ir. Azwar Anas pada 24 Maret 1990.

PELNI Kemayoran

Image
Gedung PELNI Kemayoran adalah gedung berlantai 12, memiliki 1 basement, dengan luas lantai total 13.105 meter persegi  (3)  dan dibangun mulai Februari 1991 dan selesai dibangun sekitar 1993, dan dibuka oleh Direktur Utama PT PELNI Roesman Anwar pada 27 September 1993  (4) . Gedung yang sekarang berdiri sebelumnya pernah menjadi kantor pusat PELNI sebelum pindah ke Jalan Gajah Mada pada 1990 (9) . Saat ini gedung PELNI Kemayoran berfungsi sebagai kantor pelayanan tiket PELNI dan kantor sewa.