Plaza Mandiri

Plaza Mandiri
Porsi menara dari Jalan Gatot Subroto. Foto pribadi, Creative Commons License
Bank Ekspor-Impor Indonesia, atau disingkat Bank Exim atau BEII, dibentuk melalui Ketetapan Menkeu No. 600/M/IV/12/1968 dan ditetapkan secara hukum melalui UU No. 22/1968, dengan mengambil kewenangan unit-unit bank tunggal BNI, dalam hal ini BNI Unit II Ekspor-Impor (3)(4).

Bank Ekspor-Impor Indonesia berkantor pusat di Jalan Lapangan Stasiun, bekas kantor Nederlandsche Handel Maatschappij (1), mulai 1968 hingga mereka harus pindah ke Jalan Gatot Subroto karena kebutuhan bank BUMN yang semakin mendesak dengan kantornya yang hanya berlantai 3 dan ber-floorplate sekitar 11 ribu meter persegi (perkiraan penulis via Google Maps karena ketiadaan data dari website), keputusan tersebut diambil pada 1988, klaim dirut PT Gedung Bank Exim saat itu, A. Malik, saat diwawancarai pewarta dari Majalah Konstruksi, terbit Desember 1995 (1).

Plaza Mandiri dirancang oleh tim arsitek dari Desakota Infra pimpinan Rivai Pulungan (1), dan dibangun oleh pemborong negara Waskita Karya mulai 30 Agustus 1990 dan selesai dibangun pada 1995 (1). Plaza Exim, begitu nama lama gedung berlantai 32 tersebut, diresmikan penggunaannya pada 31 Desember 1995 (1), sementara operasional BankExim sudah pindah sejak Agustus 1995 (sumber masih dicari).

Bank Ekspor-Impor Indonesia hanya menempati gedung ini selama 3 tahun; mulai Juli 1999, BEII melebur bersama tiga bank BUMN lain menjadi Bank Mandiri. Bank Mandiri menempati gedung ini sebagai kantor pusatnya, dan mengubah nama gedung ini menjadi Plaza Mandiri, termasuk mengambil alih kepemilikan gedung ini dari PT Gedung Bank Exim (2).

Arsitektur

Han Awal, arsitek ternama yang menjadi manajer proyek Plaza Mandiri,
mengatakan bahwa acuan kantor baru BEII harus memiliki citra yang
menonjolkan gedung lama BEII di Kota Lama. Foto pribadi, Creative Commons License
Plaza Mandiri terpecah menjadi dua komponen, yaitu blok podium dan gedung menara ("tower") berlantai 32 dan 2 basement (1). Blok podium terdiri dari 3 lantai, memiliki luas lantai kasar 16.500 meter persegi, lebih luas dari luas lantai kasar gedung eks-NHM/de Factorij, namun dirancang sedemikian rupa, agar diharapkan arsitek, masyarakat biasa akan mengingatnya dengan gedung lama de Factorij (1). Untuk tower, desain gaya pascamodern yang diusung bersifat fungsional dan kokoh.

Struktur dan fasilitas gedung

Struktur utama Plaza Mandiri tidak memiliki perbedaan yang berarti dibanding gedung disekitarnya, yaitu tembok core kombinasi rangka dengan balok beton prategangan untuk tower dan rangka terbuka untuk podium (1). Pondasi menggunakan tiang pancang. Fininshing menggunakan granit dan khusus towernya, menggunakan panel unit. Hal yang saat itu dianggap gebrakan adalah teknologi kulit bernafas, dimana dinding dan granit diberi celah udara dengan mengaitkan granit pada struktur baja, bukan ke tembok - dan panel unit yang dipasang secara pra-fabrikasi (1).

Plaza Mandiri merupakan satu dari sedikit gedung yang memanfaatkan fasilitas gedung pintar (Intelligent Building System/Sistem Bangunan Pintar, IBS/SBP) dan otomatisasi gedung (SOB/BAS) di masa Orde Baru, dan sistem lantai raised floor, yang berarti juga tanggap perkembangan teknologi. Hal ini sudah penulis jelaskan di artikel Grha BNI (1).

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Plaza Exim
  • Alamat: Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta
  • Arsitek: Desakota Infra
  • Pemborong:
    • Waskita Karya (struktur dan finishing tower)
    • Bangun Tjipta Sarana (finishing podium)
  • Lama pembangunan: Agustus 1990 - 1995
  • Dibuka: 31 Desember 1995
  • Jumlah lantai:
    • 32 (tower)
    • 3 (podium)
    • 2 (basemen)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

  1. Dwi Ratih (1995). "Karakter Solid nan Dinamis Gedung Kantor Pusat BankExim". Majalah Konstruksi No. 216, Desember 1995.
  2. Website resmi PT Gedung Bank Exim
  3. Sejarah Bank Indonesia, 1959-1966, dari web Bank Indonesia
  4. Web lama Bank Ekspor Impor Indonesia, 9 Juli 1998

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Intiland Tower Jakarta (terbaru 20 Mei 2020)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Gedung Sapta Pesona (terbaru 19 September 2019)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai