Mayapada Tower

Dua gedung satu entri, karena gedungnya sudah dimiliki satu grup. Klik "baca selengkapnya untuk deskripsi bangunan".
Tiga Sekawan
Tengah adalah Mayapada Tower II dan kanan adalah kakaknya, Tower I
27 Juni 2009 - Creative Commons License

Mayapada Tower I (A1)(A2)(A3)

  • Nama sebelumnya: Wisma Bank Dharmala, Mayapada Tower
  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Kav. 28 Jakarta
  • Arsitek:
    • T & T International Consultants (perancang utama)
    • Tata Nusa Tiara Internasional (architect of record)
    • Policipta Multidesain d/h Mecosys Enicon (kelistrikan)
  • Pemborong:
    • Decorient Indonesia
  • Lama pembangunan: Maret 1990 - September 1991
  • Jumlah lantai: 20 + 2 basement
  • Tinggi gedung: 94,5 meter (CTBUH)
  • Biaya pembangunan: USD 23 juta (Rp 45 milyar nilai 1991) (setara USD 42,3 juta/Rp 602,7 milyar nlai 2019)
  • Signifikasi: Tidak ada
Wisma Bank Dharmala, dikembangkan oleh PT Putra Surya Perkasa (kini sudah pailit), merupakan, awalnya, kantor pusat dari Bank Dharmala (A1), milik Grup Dharmala yang kantornya berada di seberang jalan, yaitu Intiland Tower karya Paul Rudolph. Wisma Bank Dharmala dengan desain pascamodernisme dirancang oleh T & T International asal Jepang dan dibangun oleh Decorient Indonesia dari Maret 1990 hingga September 1991 (A1).

Gedung perkantoran dengan luas lantai total 35 ribu meter persegi ini memiliki dua bangunan: gedung perkantoran itu sendiri dan gedung parkir berlantai 12 dengan kapasitas 700 mobil (A1). Desain bangunan sendiri menurut salah satu pejabat Tata Nusa Tiara Internasional yang diwawancara Majalah Konstruksi merancang Mayapada Tower I masih berdasarkan kebutuhan pasar dengan luas tenant yang luwes (fleksibel, red.) (A1). Secara struktur, pondasi menggunakan frankipile dan struktur atas masih menggunakan open-frame (rangka terbuka) dengan shear wall untuk corenya. Finishing gedung berupa curtain wall dan panel precast berwarna perak metalik (A1).

Ketika gedung tersebut dibuka untuk umum pada Januari 1992, ditengah overstok kantor, 70 persen (A1) dari 24.500 meter persegi luas lantai bersih Wisma Bank Dharmala (A4) sudah terisi, dan per 1994 sudah mencapai 92 persen (A4).

Belum diketahui kapan Wisma Bank Dharmala beralih kepemilikan dari Putra Surya Perkasa ke Grup Mayapada, namun pada 2005 Wisma Bank Dharmala berubah nama menjadi Mayapada Tower I (A3) dan merenovasi total isi bangunan baik dari interior dan eksterior bangunan, membuat bentuk mengotak di sudut ujung atas gedung dan cladding menjadi biru.

Baca web resmi Mayapada Tower untuk daftar tenant lengkap.

Mayapada Tower II

  • Nama sebelumnya: Bank Bali Tower, Gedung Bank Bali, Gedung PermataBank, PermataBank Tower
  • Alamat: Jalan Jenderal Sudirman Kav. 27 Jakarta
  • Arsitek dan pemborong:
    • Shimizu Indonesia (pemborong dan perancang)
    • Tritunggal Kania Utama (pendamping perancang arsitektur, struktur dan kelistrikan)
  • Lama pembangunan: November 1990 - November 1992
  • Jumlah lantai: 26 + 1 basement
  • Biaya pembangunan: USD 36 juta (Rp 74,4 milyar nilai 1993) (setara USD 62 juta/Rp 885 milyar nilai 2019)
  • Signifikasi: Tidak ada
Menara Bank Bali yang memiliki luas kotor 36 ribu meter persegi ini merupakan kantor pusat dari Bank Bali, menggantikan gedung lamanya di Jalan Hayam Wuruk No. 85 yang dianggap mulai tidak lagi memadai operasional bank yang semakin membesar (B1). Gedung yang awalnya dioperasikan oleh PT Bali Interland ini memang dioperasikan jua sebagai kantor sewa, selain menjadi kantor pusat Bank Bali (B1). Menara Bank Bali merupakan gedung yang dirancang dan dibangun sendiri oleh Shimizu Indonesia (design & construct), dengan Tritunggal Kania Utama sebagai pendamping desain arsitektur dan struktur, sementara mekanik dan elektrik digarap spesialis (B1). Pembangunan berlangsung dari November 1990 dan selesai sekitar akhir tahun 1992, namun kantor pusat Bank Bali baru berpindah secara resmi pada 9 September 1993 (B2).

Desain yang diusung Menara Bank Bali masih merupakan pengejawantahan citra Bank Bali, dengan atapnya yang meruncing dengan bagian tengahnya diberi celah (B1). Lantai basement yang diberi taman dan air mancur sebagai unsur alam, dan lantai dasar yang merupakan aktivitas perbankan Bank Bali (B1). Belakangan keseluruhan unsur tersebut sudah hilang semenjak perubahan kepemilikan gedung.

Secara struktur bangunan masih bisa disebut "biasa saja" karena menggunakan pondasi bored pile berkedalaman 22-32 meter (B1). Struktur utama bangunan menggunakan pelat lantai konvensional (B1). Finishing menggunakan lapis kaca warna hijau dengan granit yang sewarna, untuk kemudahan perawatan (B1).

Sejak selesai dibangun, Bank Bali berkantor pusat di gedung ini hingga pada 2002, bersama dengan Bank Universal, Bank Artamedia, Bank Patriot dan Bank Prima Ekspress melebur menjadi PermataBank (B6), namun PermataBank tetap berkantor pusat di gedung ini, plus mengubah nama gedung ini menjadi Gedung PermataBank, selanjutnya PermataBank Tower, setidaknya sampai 2013.

Pada 28 Desember 2009 (B3), PermataBank mulai menjajaki penjualan kepemilikan PermataBank Tower ke pihak ketiga yang tidak disebut namanya, dan penjualan difinalisasi pada 23 Maret 2010 (B3), dengan imbal balik PermataBank menyewa ruang kantor selama dua tahun (B3)(B5) dan ditebus dengan imbalan 44,3 juta dolar Amerika, atau Rp 403 milyar (USD 50,8 juta/Rp 728 milyar nilai 2019) (B3)(B5). Imbal balik tersebut berakhir pada 22 Maret 2013 (B3), namun empat hari sebelumnya PermataBank sudah pindah ke World Trade Centre II, dan menyewa 21 ribu meter persegi ruang kantor di sana (B4)(B6). Kelompok yang tidak disebutkan namanya tersebut, adalah Grup Mayapada - hal ini dipertegas di web resmi gedung ini (B7).

Referensi

Mayapada Tower I (A)
  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1992). "Wisma Bank Dharmala: Dengan Selasar Tertutup Sepanjang Sisi Bangunan". Majalah Konstruksi No. 167, Maret 1992
  2. Website resmi Policipta Multidesain
  3. Website resmi Mayapada Tower I
  4. Prospektus PT Putra Surya Perkasa. Jawa Pos, 22 Februari 1994
Mayapada Tower II (B)
  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1993). "Bank Bali Tower: Penekanannya Pada "Solid Basic Foundation"." Majalah Konstruksi No. 177, Januari 1993.
  2. Media Indonesia, 3 September 1993 (iklan)
  3. Prospektus PermataBank 2013, halaman 395
  4. Dina Mirayanti Hutauruk (2013). "Bank Permata Resmi Pindah Kantor ke WTC II". Okezone, 18 Maret 2013.
  5. Nina Dwiantika (2013). "Permata jual gedung demi efisiensi." Kontan, 4 Juli 2013.
  6. Website resmi PermataBank
  7. Website resmi Mayapada Tower II

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)