Kantor Pusat Indosat

Gedung Indosat
Foto DBG, Creative Commons License

Gedung dengan ketinggian 115 meter ini merupakan kantor pusat dari perusahaan telekomunikasi seluler, awalnya BUMN telekomunikasi satelit dan pesaing Perumtel/Telkom, Indosat, yang sudah dipegang oleh perusahaan telekomunikasi asal Qatar, Ooredoo. KPPTI, begitu singkatan internalnya, dirancang oleh firma arsitek lokal Armekon Agra, dengan strukturnya dirancang oleh tim arsitek Jata Nurman, dan dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan dari Juni 1985, dan kelar pembangunannya pada akhir tahun 1988. Presiden Soeharto meresmikan gedung berwarna hitam dan putih ini pada 3 April 1989.

KPPTI, walau sering muncul di foto wisatawan bersama kantor BI dan Gedung Sapta Pesona karena cukup mudah terlihat dari Monas, anehnya tidak diketahui sejarahnya. Namun hingga penulis mengangkat artikel ini, mungkin hanya yang ikut merancang dan internal di kampus jurusan arsitektur saja yang mengetahui perusahaan yang merancang gedung ini.

Awal rencana gedung KPPTI adalah kebutuhan akan pelayanan telekomunikasi internasional yang diselenggarakan Indosat, tetapi terkendala oleh perangkatnya yang masih menumpang di fasilitas Perumtel, sekarang bernama Telkom, dan kegiatan Indosat yang saat itu masih terpisah oleh lokasi. Terkait dipilihnya lokasi kantor pusat Indosat di atas tanah bekas Hotel Monas, itu karena lokasinya dekat fasilitas Perumtel di Gambir.

Desain bangunan ini dibuat harmonis dengan daerah sekitarnya, dan dirancang oleh perusahaan yang 100 persen lokal. KPPTI memiliki tiga komponen atau massa (blok gedung), yaitu podium depan, tower dan podium belakang. Podium depan memiliki bidang miring dan rendah agar harmonis dengan kantor Bank Indonesia dan Kementerian ESDM di dekatnya, sementara podium belakang yang besar dibuat untuk alasan keamanan, mengingat kala itu merupakan sentral telepon, bersama dengan lantai 1-7 tower. Lantai 8-25 tower berfungsi sebagai kantor, sementara pucuk KPPTI merupakan sarana telekomunikasi microwave, kini menjadi pemancar telepon seluler, memperkuat KPPTI sebagai kantor besar sebuah (eks) BUMN telekomunikasi.

Secara struktural, gedung dengan luas lantai total 45 ribu meter persegi ini menggunakan pondasi campuran tiang pancang dan frankipile. Bahkan tiang pancangnya terdiri dari dua jenis yaitu pipa baja dan profil H. Untuk struktur bangunan utama merupakan beton bertulang yang dipisahkan per komponen bangunannya oleh dilatasi struktur. Khusus tower, struktur yang digunakan adalah frame terbuka dengan core di tengah dan kolom di pinggir, dengan lantai 4 ke atas dalam keadaan menggantung untuk alasan arsitektural. Pelat lantai adalah konvensional, dengan balok pratekan. Sementara finishing bangunannya menggunakan kaca berwarna hitam pekat, keramik dan komposit.

Semenjak bangunan selesai dibangun, KPPTI mengalami beberapa perubahan, pada 2017 sebuah perluasan gedung dibangun untuk podium depan (2), yang merupakan sebuah masjid (3).

Data dan fakta

  • Nama lain: KPPTI, Gedung Indosat
  • Alamat: Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 Jakarta
  • Arsitek:
    • Armekon Reka Cipta (d/h Armekon Agra) (arsitektur)
    • Jata Nurman (struktur)
    • Arkonin (kelistrikan)
  • Pemborong:
    • Pembangunan Perumahan (struktur)
    • Waskita Kajima (finishing)
    • Frankipile Indonesia (pondasi)
  • Lama pembangunan: Juni 1985 - akhir 1988
  • Tinggi gedung: 114,8 meter
  • Jumlah lantai: 25
  • Signifikasi:
    • Pariwisata (satu dari landmark yang difoto bersama gedung BI dan Sapta Pesona)

Referensi

  1. Yustono, Urip; Hidayat, Rahmi; Zaki, Muhammad; V. Esti Susanti (1989). "Gedung Kantor Pusat PT Indosat: Harmonis dengan Lingkungannya". Majalah Konstruksi No. 132, April 1989.
  2. Google Earth Historical Imagery
  3. Indosat (2017). "Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Indosat Ooredoo KPPTI". Web resmi Indosat Ooredoo, 13 Januari 2017. (Arsip)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan


  • Pertama ditulis pada 21 Juni 2019
  • 24 Juni 2019: Menambahkan informasi tentang gedung ekstensi podium Indosat
  • 7 Januari 2020: Foto diganti

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Sinarmas Land Plaza Surabaya (terbaru 25 November 2019)

Mal Ciputra Jakarta (terbaru 17 Maret 2020)

Sejarah Pusat Perbelanjaan Jakarta - Bab II: Lintas Melawai

City Plaza Klender

Menara Imperium