Kantor Pusat Basarnas

Gedung Basarnas
1 Januari 2013, foto pribadi, Creative Commons License
Gedung berlantai 16 dengan gaya modernisme akhir ini dirancang oleh firma arsitek nasional Atelier 6 pada akhir 1992 hingga sekitar 1993, dan pembangunannya digarap oleh pemborong milik negara Wijaya Karya mulai Juni 1993 dan rampung pada April 1995 (1). Maskapai penerbangan milik negara Merpati Nusantara Airlines, sebagai pemilik dan tenant utama gedung ini, pindah ke gedung baru ini sejak 10 Juni 1995, melalui iklan yang dicetak di harian Kompas (2).

14 tahun kemudian, Merpati, ditengah kondisi keuangan yang berdarah-darah, terpaksa menjual kantor tersebut ke Badan SAR Nasional dengan banderol Rp 180 milyar (3)(4), atau Rp 286 milyar rupiah nilai 2019, atau hanya bernilai setengah dari biaya pembangunan gedung berlaku nilai riilnya akibat inflasi. Ada rencana pindah kantor pusat ke Makassar; namun karyawan Merpati menentang keras rencana tersebut dan Merpati akhirnya dipaksa menyewa kantor di gedung yang dulunya mereka miliki (3)(4). Kebijakan menyewa kantor tersebut dikritik oleh Menteri BUMN kala itu, Dahlan Iskan, sebagai pemborosan, dan meminta Merpati secepatnya meninggalkan Kantor Pusat Basarnas (3).

Per Februari 2019, Badan SAR Nasional menjadi pemilik dan pengguna gedung terbesar, disusul Merpati dan Bank Mandiri. Terdapat helikopter di depan gedung, namun tepatnya helikopter tersebut dipajang belum jelas, namun berdasarkan Google Street View, diduga ditambah sejak 2014.

Arsitektur dan teknis (1)

Gedung bermassa kotak ini dirancang lebih ke fungsional dan dicitrakan sebagai simbol Merpati sebagai maskapai penerbangan perintis. Nuansa tersebut didapat dari podium dan elemen miring pada bagian fasada bangunan, menunjukkan nuansa aerodinamis seperti yang ditunjukkan pada logo Merpati. Selain desain bangunan sendiri, finishing bangunan dengan luas lantai total 20.267 meter persegi ini menegaskan nuansa aerodinamis dan bersihnya, dengan kaca curtain wall dan komposit (aluminium) berwarna sedikit kebiruan, dengan tambahan sedikit polesan warna cokelat pada podium.

Struktur kantor pusat Basarnas terdiri dari pondasi dalam tiang pancang pratekan, dan struktur utama rangka terbuka dengan paduan tembok geser/shear wall, dengan pelat lantai menggunakan beton pratekan post-tensioning. Struktur bangunan sendiri dirancang sesuai dengan standar perancangan bangunan tahan gempa.

Data dan fakta (1)

  • Nama sebelumnya: Kantor Pusat Merpati
  • Alamat: Jalan Angkasa Blok B15 Kav. 2-3 Jakarta
  • Arsitek:
    • Atelier 6 (arsitektur, struktur, mekanik & elektrik)
    • Studio T (interior)
  • Pemborong:
    • Wijaya Karya (kontraktor utama)
    • Arparindo Sejahtera (interior)
  • Lama pembangunan: Juni 1993 - April 1995
  • Jumlah lantai: 16 + 2 basement
  • Tinggi gedung: 70 meter
  • Biaya pembangunan: Rp 52,5 milyar (1995, setara Rp 437 milyar nilai 2020)
  • Signifikasi: Tidak ada

Sumber

  1. Retnowati, Saptiwi Djati; Dwi Ratih (1995). "Karakter Dinamis Gedung Perusahaan Penerbangan Merpati". Majalah Konstruksi No. 204, April 1995.
  2. KOMPAS, 10 Juni 1995 (iklan).
  3. owi/kim (2011). "Terlalu Mewah, Kantor Merpati Harus Pindah". Jawa Pos News Network, 2 November 2011.
  4. Hendra Gunawan (2011). "Merpati Kontrak di Bekas Gedung Sendiri". Kompas.com, 10 Februari 2011.

Lokasi

Comments