Apartemen Parama

Apartemen Parama
31 Desember 2014. Foto pribadi, Creative Commons License
Apartemen Parama, awalnya bernama Parkway, adalah salah satu apartemen yang dikembangkan oleh Mahakam Indomakmur pada 1992, dan mulai dipasarkan ke masyarakat oleh Prodel Nusa Permai sejak Maret 1993 (1)(2). Apartemen 96 unit ini dirancang oleh arsitek dari Hong Kong - Ie, Siu & Chung Architects - melalui cabang Indonesia-nya Megatika Internasional (1), dan dibangun oleh Jaya Konstruksi mulai Desember 1992 hingga selesai pada Agustus 1994, dan serah terima kunci dilaksanakan pada 1 September 1994 (1). Pada Maret 1994, Apartemen Parama menjalani topping-off (2).

Kebakaran

Pada 14 Agustus 2016, Apartemen Parama dilanda kebakaran (3)(4). Kebakaran dimulai dari lantai 12 pada jam 16.30 WIB (3), dan berhasil dipadamkan pada jam 19.30 WIB (4). Tidak diketahui bagian gedung yang terbakar beserta kerugiannya.

Kebakaran pada Apartemen Parama terjadi akibat dari korsleting listrik (6). Tidak ada korban tewas dalam kejadian ini (6), namun 18 penghuni apartemen, seluruhnya orang Korea Selatan, dilarikan ke rumah sakit terdekat (5). Pasca kebakaran, penghuni apartemen mulai meninggalkan Apartemen Parama yang gelap gulita karena sistem kelistrikannya korslet (6)(7).

Tidak diketahui kapan Apartemen Parama direnovasi dan kembali beroperasi seperti biasanya setelah peristiwa kebakaran, namun foto Local Guide Google Maps menunjukkan apartemen ini sudah bisa digunakan kembali setelah sempat ditutup untuk umum selama renovasi dan perbaikan berlangsung.

Arsitektur dan struktur

Apartemen berlantai 18 ini sengaja hanya memiliki satu tower karena alasan privasi dan kenyamanan penghuninya (1). Hal positif lain dari jumlah towernya yang hanya satu adalah penggunaan fasilitas yang lebih eksklusif (1). Desain gedung ini berbentuk segi enam, untuk memaksimalkan pemandangan dari jendela apartemen - begitu kata Femiliawati, salah satu perancang dari Megatika Internasional, kepada majalah Konstruksi. Hal senada dikatakan Jeni Indriawati, juga perancang dari Megatika, namun Jeni lebih menonjolkan rasio service dengan luas lantai tipikal yang sangat baik (1). Finishing interior dan eksterior apartemen terdiri dari GRC yang dicat dan jendela, untuk eksterior, dan interior diberi sentuhan marmer yang mewah, dinding cat dan atap gipsum, dan granit khusus diberikan untuk lobi lift (1).

Apartemen Parama memiliki 96 unit, terdiri dari 30 unit dua kamar tidur 125 m persegi, 60 unit tiga kamar tidur 135 dan 141 m persegi, 3 suite deluxe dan 3 penthouse, keduanya seluas 260-276 meter persegi, dengan luas lantai keseluruhan gedung mencapai 19 ribu meter persegi (1). Per Maret 1994, sudah 48 unit yang laku terjual. Belum diketahui kapan apartemen ini laris terjual (2).

Struktur gedung yang diterapkan di Apartemen Parama adalah pondasi tiang bor (bored pile), dan struktur atas gedung menerapkan tembok geser yang tidak simetris di tengah. Fitur struktur lainnya yang menjadi perhatian adalah tiga pasang kolom kembar di sudut segi tiga denah, yang memiliki pergerakan bebas dan independen (1).

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: The Parkway Apartments
  • Alamat: Jalan T.B. Simatupang Jakarta
  • Arsitek:
    • Ie, Siu & Chung Architects (arsitektur)
    • Megatika Internasional (arsitektur, architect of record)
    • Duta Rekayasa (struktur)
    • Atelier 6 (mekanik dan kelistrikan)
  • Pemborong:
    • Jaya Konstruksi
  • Lama pembangunan: Desember 1992 - Agustus 1994
  • Jumlah lantai: 18 + 2 basement
  • Signifikasi:
    • Kejadian terkini (kebakaran)

Referensi

  1. Retnowati, Saptiwi Djati; Dwi Ratih (1994). "Apartemen Parkway, Privasi dalam Olahan Ruang yang Efisien". Majalah Konstruksi No. 198, Oktober 1994.
  2. Hen (1994). "Sudah Terjual 50%: The Parkway Apartment Siap Huni". Media Indonesia, 18 Maret 1994.
  3. Intan Fauzi (2016). "Kebakaran Apartemen Parama, 38 Unit Damkar Diterjunkan." Metro TV, 14 Agustus 2016. (Webcite)
  4. Arief Ikhsanudin (2016). "Setelah 3 Jam, Api di Apartemen Parama Berhasil Dipadamkan". Detikcom, 14 Agustus 2016. (Arsip)
  5. Mei Amelia R (2016). "18 Orang Penghuni Korban Kebakaran Apartemen Parama Dirawat di RS". Detikcom, 15 Agustus 2016. (Arsip)
  6. Arief Ikhsanudin (2016). "Petugas Damkar: Tak Ada Korban Jiwa Dalam Kebakaran di Apartemen Parama". Detikcom, 14 Agustus 2016. (Arsip)
  7. Nibras Nada Nailufar (2016). "Beberapa Penghuni Apartemen Parama Mulai Pindah". Kompascom, 16 Agustus 2016. (Arsip)

Lokasi


View Larger Map

Perubahan

Pertama ditulis 21 Juni 2019
23 Juni 2019: memberi penjelasan terkait pembukaan kembali apartemen.

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI