Nusa Dua Beach Hotel & Spa

Foto diambil dari Instagram. Bila anda pencipta foto di bawah dan tidak ingin fotonya ada di blog ini silahkan hubungi penulis melalui menu "Kontak".


Nusa Dua Beach Hotel & Spa, resort berbintang lima dengan jargon "Authentically Bali" ini (desain arsitekturnya sangat meneguhkan jargon ini, lihat sub Arsitektur dan Teknis) adalah salah satu hotel paling favorit di kawasan BTDC Nusa Dua, namun harganya cukup mahal. Hotel Nusa Dua Beach ini awalnya adalah hotel milik Aerowisata, anak perusahaan Garuda Indonesia, saat dibangun pada 1980-1983 hingga akhirnya dijual ke investor Kesultanan Brunei Darussalam pada kurun 1989-1990 (3)(5) meski ada bantahan dari pihak Garuda Indonesia sebelumnya (4).

Konstruksi hotel ini dilaksanakan oleh pemborong BUMN Hutama Karya mulai Desember 1980 dan selesai dibangun sekitar Desember 1982. Penulis mengestimasi sekitar Desember 1982 karena per 17 Desember 1982 hotel berkamar 381 unit ini sudah menerima tamu. Presiden Republik Indonesia Soeharto meresmikan hotel ini pada 28 Mei 1983.

Saat dibuka, laporan Bali Post tertanggal 28 Mei 1983 - alias hari-H peresmian hotelnya memberi sambutan positif pada hotel karya Atelier 6 tersebut. Dari diplomat konsulat Jepang di Denpasar menyebut "hotel yang bagus" namun "perlu angkutan khusus" mengingat jarak antara Nusa Dua dengan Sanur dan Denpasar terpaut jauh - untuk ukuran 1983 dimana ikatan transportasi antar daerah tidak seramai sekarang. Konsul lain dari Australia di Indonesia mengatakan hotel berbintang lima ini "anggun" dan "desain Balinya adalah obyek pariwisata itu sendiri". Layanan hotel sendiri menurut diplomat Australia tersebut, sangat ramah, sejalan dengan komentar rata-rata pengguna Hotel Nusa Dua Beach kini di Tripadvisor, terpaut 36 tahun lebih. (6)

Pasca dibeli investor dari Kesultanan Brunei Darussalam, hotel ini mengalami dua kali renovasi, 1993 (7) dan 2011 (8).

Deskripsi hotel (2)

Nusa Dua Beach Hotel memiliki 381 kamar yang terbagi menjadi 10 kategori kamar yang ditata nuansa dan ciri khas Bali, dengan fasilitas yang umum ada pada sebuah hotel resort pantai, seperti kolam renang lengkap dengan lounge pool dan pusat kebugaran. Selain fasilitas umum tersebut, Nusa Dua Beach Hotel juga menyediakan fasilitas tempat penitipan anak. Sesuai namanya, Nusa Dua Beach Hotel memiliki fasilitas spa, disinilah pusat kebugaran dan lapangan tenis berada.

Hotel ini juga menyediakan 5 rumah makan, cafe, bar baik bar kolam dan bar beachfront (pantai), dengan variasi kuliner baik Indonesia, Asia maupun barat. Nusa Dua Beach juga menyediakan 7 ruang rapat, 1 ballroom dan 1 amfiteater terbuka untuk acara-acara penting. Tawaran paling menarik dari hotel ini, bila membaca factsheet hotel ini yang merupakan satu dari beberapa sumber blog ini, adalah suguhan hiburan makan malam berupa tarian tradisional - legong, kecak dan api. 

Arsitektur dan teknis (1)

Arsitektur

Dilihat dari peta udara, Hotel Nusa Dua Beach rancangan tim arsitek Atelier 6 dari Bandung ini terbagi menjadi dua bagian. Kedua gedung tersebut adalah kamar hotelnya, dan bagian utamanya adalah bagian lobi dan balai sidang.

Perancangan Hotel Nusa Dua Beach, mengutip Majalah Konstruksi (1) dengan pengetahuan sendiri dari penulis, banyak mempertimbangkan unsur sekala, niskala dan asta kosala kosali. Perhitungan budaya cukup terlihat, bahkan dari segi penataan kesetimbangan bangunan dengan outdoor, sangat didominasi outdoor. Ini terkait dengan unsur-unsur bhuana agung (outdoor) dan bhuana alit (indoor, penghuni hotel). Asta kosala-kosali juga diterapkan pada penempatan service dan pura (harus dihadap ke utara/timur).

Ciri khas Bali banyak juga dibawa ke dalam Hotel Nusa Dua Beach seperti candi bentar, bale kulkul pada eksterior lobi hingga pada interior bangunan. Walau menurut perancang bale kulkul dianggap tempat masuk dan memberi kesan nuansa Bali, salah satu penulis blog mengatakan bahwa pemanfaatan bale kulkul pada instalasi komersial kurang tepat dan tidak taksu, mengingat pentingnya bale kulkul dalam kehidupan bermasyarakat Bali. Namun ada yang mengatakan masih bisa dibenarkan secara konteks (9). Untuk desain bangunan hotel, adalah personifikasi alam Bali yang menekankan sawah teras dan keindahan laut. Desain teras juga dibuat untuk memaksimalkan cahaya matahari ke balkon.

Candi bentar hingga interior hotel. Abaikan orangnya, maklum ini saja yang penulis dapat.

Foto di atas merupakan lobi hotel, yang masih mempertahankan ciri khas Bali dan bebas AC, karena visi arsitek adalah nuansa alamiah ciri khas udara Bali dari hotel.

Struktural

Secara struktural, untuk sebuah Hotel semegah Nusa Dua Beach, pondasi yang digunakan berupa koker/tunnel yang berfungsi sebagai penyalur pipa horizontal, sementara pipa vertikal melewati shaft/kolom pendukung bangunan.

Struktur utama gedung berupa beton bertulang dengan boks, alias dinding beton berfungsi sebagai pendukungnya, sehingga balok menjadi tidak diperlukan. Lapis luar hotel memanfaatkan glass-fibre reinforced concrete dan dicat putih. Mayoritas interior menggunakan material mulai dari cat sampai kayu yang sudah divernis dan diawetkan. Dari perancangan hingga penggunaan material saat dibangun berasal dari tangan-tangan terampil insinyur dan seniman anak bangsa. Namun, di bawah kepemilikan Sultan Brunei yang memugar hotel ini pada 1993 dan 2011, kita tidak tahu, kecuali yang ikut menggarap atau yang menginap di sana dengan banderol rata-rata Rp 1,5 juta semalam. apakah material yang digunakan masih dipercayakan pada anak bangsa.

Data dan fakta (1)(2)

  • Alamat: Lot North 4, Kawasan BTDC Nusa Dua, Nusa Dua, Kab. Badung, Bali
  • Arsitek:
    • Atelier 6 (arsitektur)
    • Soetarto & Rekan (struktur)
  • Pemborong: Hutama Karya
  • Lama pembangunan: Desember 1980 - Mei 1983
  • Jumlah lantai: 4
  • Jumlah kamar: 381
  • Biaya pembangunan: USD 32 juta (Rp 22 milyar, 1983) (setara USD 80,5 milyar/Rp 1,14 triliun nilai 2019)
  • Signifikasi: Pariwisata (hotel resort di Bali)

Referensi

  1. NN (1983). "Hotel berbintang 5 Nusa Dua Beach: Gunakan bahan bangunan produk dalam negeri". Majalah Konstruksi, Juni 1983.
  2. Website resmi Hotel Nusa Dua Beach
  3. DS (1989). "Masih Belum Jelas, Nusa Dua Beach Hotel Dijual." KOMPAS, 26 Mei 1989.
  4. DS (1989). "Nusa Dua tidak ditawarkan." KOMPAS, 27 Mei 1989.
  5. MH (1989). "Hotel Nusa Dua Beach Ditawar Brunei." KOMPAS, 19 Oktober 1989.
  6. NN (1983). "Peresmian Hotel Nusa Dua Beach dan Berbagai Komentar." Bali Post, 28 Mei 1983.
  7. TOM (1993). "Kilasan Ekonomi: Hotel Nusa Dua Beach direnovasi". KOMPAS, 31 Mei 1993.
  8. Web lama Hotel Nusa Dua Beach yang menyinggung renovasi.
  9. A.A. Ayu Oka Saraswati. "Bale Kulkul Sebagai Bangunan Penanda Pendukung Karakter Kota Budaya". Jurnal: Dimensi Teknik Arsitektur, Universitas Kristen Petra Surabaya

Rekomendasi penulis

Dua blog ini menjelaskan secara detail sistem asta kosala-kosali dan bhuwana agung dan bhuwana alit pada arsitektur Bali, untuk memperkaya pengetahuan anda dan juga penulis sendiri. Bila ada sumber yang lebih tepat untuk hal-hal yang disebutkan, dengan senang hati akan diganti, atau bila sumber cetak, akan ditambah ke glosarium.

Lokasi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI