Menara Imperium

Gedung di Rasuna Said
26 Juni 2009, gedung kiri, saat mahkotanya masih ada
Foto pribadi, Creative Commons License
Berlapis biru, indah, namun malang mahkotanya sudah simsalabim. Itulah Menara Imperium yang direncanakan pengembang Pacific Metro Realty, dirancang oleh tim arsitek Arc-Pac alias Architects Pacific dan mitra lokalnya Arkipuri Mitra, dan dibangun oleh Total Bangun Persada mulai 3 Agustus 1993 dan selesai dibangun pada medio Desember 1995 lalu. Diperkirakan gedung ini diresmikan pada Maret 1996, penulis masih mencari sumber sahihnya. (1)

Beberapa tahun kemudian gedung berketinggian 134 meter ini (157 meter bila ditambah spire) kehilangan mahkotanya yang ikonik, ditengarai dicopot sejak 2012, memicu sengketa hukum antara pihak pengelola, yaitu Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun Menara Imperium (PPPMI), dengan tenant yang dituding memerintahkan pencopotan mahkota Menara Imperium beserta penambahan-penambahan lainnya, yakni Grup Samuel, pada Juli 2017. (2) Penambahan "ilegal" tersebut termasuk penambahan lantai 37, pengalihfungsian gondola lift menjadi tong air, penyertaan lapangan futsal dan lantai P3 menjadi ruang kantor (2). Tetapi pihak yang tergugat, Grup Samuel, meminta gugatan tersebut dihentikan (4).

Tiga bulan berselang, pada Oktober 2017, gedung berlantai 33 lantai ini kembali disorot, pasalnya diantara tenant kantor ini adalah PT Murakabi Sejahtera yang tidak lain dimiliki terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto bersama dengan Andi Narogog, saksi kasus korupsi e-KTP. (3)

Arsitektur dan teknis (1)

Arsitektur

Menara Imperium yang memiliki luas lantai kotor sebesar 91 ribu meter persegi dan ruang bersih sebesar 51 ribu meter persegi ini dideskripsikan tidak dirancang sebagai gedung pembuka gerbang bagi kawasan Kuningan Persada yang sayangnya tidak lanjut pengembangannya. Melainkan, kata arsitek Menara Imperium Stephen McKelvey dari Arc-Pac kepada Majalah Konstruksi, "massa empat persegi diekspersikan sebagai paku yang menancap ke bumi, dan terdapat massa melingkar". Desainnya yang melingkar bersifat memanjakan mata atau dalam bahasa Majalah Konstruksi "mengundang". Kaca pada gedung bersifat fungsional belaka, agar mudah dibersihkan dan memiliki citra bersih dan gagah dengan formalitas yang ada.

Banyak yang bertanya fungsi mahkota pada Menara Imperium, yaitu sebagai peneduh bagi kaca di bawahnya. Namun mahkota gedung ini ditengarai dicopot sejak 2012 (baca bagian sejarah).

Perancangan dan struktur

Bila melihat metode perancangannya, metode yang digunakan bersifat fast-track, karena pemancangannya digarap saat perancangan gedungnya hampir bisa dikatakan jadi.

Struktur yang digunakan dalam pembangunan gedung yang dulunya bernama Empire Tower ini adalah komposit, diklaim yang pertama di Indonesia. Material yang digunakan untuk struktur gedung tersebut berupa baja yang diberi beton dan baloknya dari baja, dan pelat lantainya memadukan dek logam (metal deck) dan beton. Hanya core dan lantai basementnya yang menggunakan konstruksi beton. Alasannya simpel, untuk memaksimalkan ruang kantor dengan memangkas lebar kolomnya tanpa mengurangi besar load gedung yang bisa ditampung. Pondasi berupa bored pile.

Pemasangan pucuk tertinggi gedung ini, antena setinggi ~30 meter dan berbobot 3500 kilogram, dipasang menggunakan helikopter.

Data dan fakta

  • Nama sebelumnya: Empire Tower
  • Alamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kawasan Metropolitan Kuningan No. 1 Jakarta
  • Arsitek: (1)
    • Architects Pacific Ltd. (arsitek desain)
    • Arkipuri Mitra (architect of record)
    • Skilling Ward Magnusson Barkshire (arsitek struktur)
    • Perkasa Carista Estetika (arsitek struktur)
  • Pemborong:
    • Total Bangun Persada (pemborong utama, struktur dan finishing) (1)
  • Lama pembangunan: Agustus 1993 - Maret 1996 (1)
  • Jumlah lantai: 33 (tidak termasuk gedung parkir berlantai 9) + 2 basement (1)
  • Tinggi gedung: 134 meter (CTBUH), 157 meter bila termasuk antena
  • Biaya pembangunan: USD 100 juta (Rp 230,6 milyar, 1996) (setara USD 160 juta, setara Rp 2,3 triliun rupiah nilai 2019) (1)
  • Signifikasi: Tidak ada

Referensi

Komentar

Yang banyak dibaca seminggu terakhir

Mall Ciputra Jakarta

Intiland Tower Jakarta (update 17 Oktober 2019)

City Plaza Klender

Grha BNI

Gedung Sapta Pesona (update 19 September 2019)